Matius 28:16-20 | Sebelum Memberitakan Injil

Matius 28:16-20

Tidak cukup pengajaran saja. Tidak cukup tahu saja, atau bahkan tidak cukup hanya berjalan bersama saja.

Sebelum Menjadi Pekabar Injil — Syalom bapak dan ibu semuanya. Minggu ini adalah minggu pertama setelah Pentakosta yang kita rayakan di kebaktian minggu lalu.

Setelah 40 hari Yesus bangkit (Paskah), inilah Hari Kenaikan. Tambahkan 10 hari lagi, maka itulah perayaan Hari Kelima-puluh (Pentakosta). Itu minggu yang lalu.

Baca juga

Pembacaan Alkitab kita hari ini mengajak kita untuk melihat kembali perjalan para murid dan pengikut Yesus sebelum Yesus naik ke sorga.
Matius 28:16-20
Perintah untuk memberitakan Injil
28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Ada satu hal yang mau saya tanyakan ke bapak dan ibu. Kita (saya menebaknya) pasti mengira bahwa di perikop kita hari ini, Matius 28:16-20, setelah Yesus mengatakan, "Aku menyertai kamu sampai akhir zaman," maka setelah itu Yesus naik ke sorga dari bukit Galile (ayat 16) di perikop kita.

Ya kan?

Tapi ada satu bagian ayat lagi yang saya mau ajak kita untuk melihatnya juga.

Tadi kan di Matius 28:16, di Galilea.

Sekarang mari kita lihat

Lukas 24:50-51
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Saya punya gambar.


Jarak Yerusalem ke Betania itu hanya 3 km, sedangkan jarak Yerusalem ke Galilea adalah sekitar 180 km.

Saya menunjukkan data ini untuk mengatakan bahwa apa yang kita baca di perikop kita sekarang, sewaktu Yesus berjumpa dengan para murid di Galilea, ini belum berhenti sampai di situ.

Karena dari Galilea mereka berjalan lagi ke Betania dan dari Betania lah Yesus naik ke Sorga.

Jadi membaca Matius 28:16-20 tidak terlepas dari rangkaian kisah di Lukas 24:50-53 sebagai jalan cerita tentang kenaikan Tuhan Yesus.

Yerusalem ke Galilea, 180 km. Lalu mereka balik lagi ke Betania dekat Yerusalem, -/+ 180 km lagi.

Dari situ saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal.

Jalan Panjang Membuang Keraguan


Ternyata untuk menjadi Pekabar Injil, jalannya itu panjang ya. Dalam perikop kita dikatakan,

Matius 28:17
ketika mereka melihat Dia, mereka menyembahNya, tapi beberapa orang ragu-ragu.

Yang menarik adalah ada tafsir yang mengatakan bahwa di antara 11 murid Yesus pun masih ada yang ragu di saat itu.

Ya, walaupun ada juga tafsir yang mengatakan gak mungkinlah para murid masih ragu, kan mereka sudah bertemu dengan Yesus di Yerusalem.

Tapi bayangkan begini, jika benar bahwa masih ada murid yang ragu pada saat itu (lihat misalnya Yoh. 21:4, di mana setelah Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah bangkit, masih saja mereka tidak mengenali Yesus) ...

Berartikan perjalanannya memang panjang sekali sebelum mereka jejeg (teguh), yakin bahwa Yesus benar-benar bangkit.

Makanya di perikop kita dikatakan,

Matius 28:18-20
Yesus mendekati mereka ... dan kemudian mengucapkan kata-kata penguatan dan penegasan, juga pengutusan.

Dari situ saya merenung,

Tidak cukup pengajaran saja; Tidak cukup tahu saja; Atau bahkan tidak cukup hanya berjalan bersama saja; Karena semua orang percaya perlu mengalami kuasa Yesus secara pribadi dalam hidupnya.

Mungkin itu sebabnya ada jarak 40 hari dari sejak Yesus bangkit hingga Yesus naik ke sorga. Karena di situ Yesus bukan cuma mengajar mereka, tapi Yesus juga mengajak para murid untuk napak tilas perjalanan iman mereka dari mulai Galilea hingga ke Yerusalem.

Kisah Para Rasul 19:14-15 ada kisah tentang orang-orang yang memberitakan Injil tapi tidak mengalami secara pribadi kuasa Yesus, tentang anak-anak Skewa. Hasilnya justru mereka yang kelimpungan dikerjain iblis.


Menemukan Kekuatan Kita Jadi Pekabar Injl

Yang terakhir, kekuatan kita untuk memberitakan Injil adalah teladan yang telah diberikan Yesus sendiri kepada kita.

Yohanes 20:21
Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian pula sekarang Aku mengutus kamu.

Sama seperti ... - Inilah teladanNya bagi kita.

Semoga kita mengingat selalu bahwa Yesus memberitakan Injil bukan hanya melalui mukjizat, penyembuhan, dll yang dianggap bagus-bagus itu.

Justru puncak pemberitaan Injil adalah melalui Jalan Salib Kristus, jalan penderitaan dan kematian yang membawa keselamatan bagi jiwa kita bersama Yesus yang bangkit dan menang.

Di masa-masa sulit karena pandemi seperti sekarang, mari kita menjadikan semua pengalaman dan kenyataan hidup kita hari ini, bahkan yang pahit sekalipun, sebagai kesaksian hidup kita dalam berjumpa dan mengalami kuasa Yesus.

Tidak ada gunanya berjalan ke mana-mana untuk berkhotbah, kecuali kita berkhotbah saat kita berjalan. (Fransiskus dari Azizi)

Post a Comment