Pdt. Gerry Atje

    Social Items

dompet kosong
Renungan Warta, 2 Desember 2018

Dompet Kosong — Ada korelasi yang unik antara dompet kosong dan suasana hati. Rasanya gimana gitu ya kalau dompet lagi kosong teh. Banyak peneliti yang sudah juga menyebutkan bahwa tindak kriminalitas terkait erat dengan “dompet kosong” (masalah perekonomian seseorang, maksudnya). Bagi beberapa orang, mungkin judul renungan kita di atas menjadi jawaban mengapa ada bangku kosong di gereja. Di mulai dari dompet kosong, kemudian bangku kosong di gereja dan otomatis, jiwa yang kosong.

Perikop kita hari ini berada pada masa peralihan Israel di tanah perjanjian menuju pada pembuangan di negeri asing (lihat misalnya Yeremia 29, sudah ada orang yang diangkut ke pembuangan). Kita semua mengetahui bahwa pada masa paling akhir kerajaan Israel, kondisi moral dan rohani Israel hancur lebur. Penguasa yang jahat di hadapan Tuhan mengakibatkan kondisi bangsa yang berantakan sehingga Tuhan marah kepada Israel. Dalam suasana hati Israel yang hancur itulah perikop kita hari ini dibaca. Bukan saja “dompet kosong” (perekonomian bangsa yang hancur), tetapi sikap moral mereka di hadapan Tuhan pun hancur.

Itulah sebabnya mulai ada orang Israel yang berkata seperti di ayat 24: Kedua kaum keluarga (Israel Utara dan Selatan) yang telah dipilih oleh Tuhan itu telah ditolakNya.” Wajar, karena memang kondisinya sedang terpuruk.

Apakah kita juga pernah berpikiran yang sama ketika kita mengalami “dompet kosong”? Tuhan yang tidak bertindak apa-apa terhadap kesulitan-kesulitan dan keterpurukan kita. Jika pernah, perikop ini sangat cocok bagi kita karena berkali-kali Tuhan menegaskan pada Israel bahwa kuasa pemulihan yang dari Tuhan akan ada (ayat 26b). Tolong digaris-bawahi kata akan yang menghiasi banyak ayat dalam perikop kita. Betul, akan. Saat ini mungkin kita bisa terpuruk, namun Tuhan akan memulihkan kita.

Kesetiaan janji Tuhan jelas berbeda dengan janji manusia yang kadang tak bisa dipegang. Ketika Tuhan berjanji memulihkan kita, Dia pasti melakukan itu. Tetaplah setia berjuang bersama Dia. (GA)

Allah menandai beberapa hari kita, “akan dijelaskan kelak”. (Vance Havner)

Yeremia 33:14-26 | Dompet Kosong

Terima Renungan Terbaru Melalui Email