Yehezkiel 37:1-14 | Bukan Mumi, Bukan Zombie - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Renungan Warta, 20 Mei 2018
Bukan Mumi, Bukan Zombie
Yehezkiel 37:1-14

Judulnya serem ya ... Apa yang dilihat oleh Yehezkiel dalam penglihatannya memang seseram itu (ayat 1, 7-8). Tulang-tulang berserakan dan mengering, terlepas satu sama lain dan telah dibuang ke lembah. Mungkin seseorang membayangkan bahwa yang dilihat oleh Yehezkiel selanjutnya saat tulang-tulang itu bersatu, urat dan dagingnya tumbuh kembali dan diberi nafas menjadi manusia yang hidup adalah seperti mumi atau zombie yang di film-film. Tetapi itu salah. Tulang-tulang yang kering dan dihidupkan kembali itu benar-benar menjadi manusia hidup yang baru (ayat 10). Ternyata TUHAN menunjukkan kepada Yehezkiel bahwa seperti itulah kondisi Israel yang hari itu berada masa dalam pembuangan: mereka seperti kumpulan tulang mati (ayat 11). Mereka hidup, namun jauh di dalam diri mereka mati.

Kabar buruknya adalah persis seperti Israel di waktu itu, kita tidak perlu kehilangan nafas untuk bisa merasakan mati. Cukup hilangkan satu kata ini dalam kamus kehidupan kita: Pengharapan (ayat 11), maka tepat di saat itu kita tak ubahnya seperti orang mati meskipun faktanya kita masih hidup ... bernafas. Dalam keseharian kita ada banyak kesempatan kita tergoda untuk menjadi “mati pengharapan”. Saat kehidupan berjalan tidak seperti yang kita bayangkan: melamar kerja tapi belum juga dapat kerja, di sini gagal di sana gagal, terpuruk, PHK dan putus hubungan yang lainnya ...

Firman Tuhan hari ini adalah tentang seseorang yang mengira kehidupan sudah habis, namun ternyata dia salah. Dibalik duka Israel karena pembuangan (dan tentu saja duka kita semua karena banyak hal berat yang terjadi dalam hidup kita), TUHAN menyediakan kehidupan baru bagi mereka yang percaya. Kehidupan masih ada saat pengharapan ada, tanpa pengharapan maka kita tak ubahnya seperti mumi atau zombie ... hidup tetapi lebih mirip mati. Carilah TUHAN maka kita akan menemukan selalu ada kehidupan baru yang tersedia bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. (GA)

Hidup itu laksana bahasa asing, semua orang keliru mengucapkannya. (Christopher Morley)

Yehezkiel 37:1-14 | Bukan Mumi, Bukan Zombie


Renungan Warta, 20 Mei 2018
Bukan Mumi, Bukan Zombie
Yehezkiel 37:1-14

Judulnya serem ya ... Apa yang dilihat oleh Yehezkiel dalam penglihatannya memang seseram itu (ayat 1, 7-8). Tulang-tulang berserakan dan mengering, terlepas satu sama lain dan telah dibuang ke lembah. Mungkin seseorang membayangkan bahwa yang dilihat oleh Yehezkiel selanjutnya saat tulang-tulang itu bersatu, urat dan dagingnya tumbuh kembali dan diberi nafas menjadi manusia yang hidup adalah seperti mumi atau zombie yang di film-film. Tetapi itu salah. Tulang-tulang yang kering dan dihidupkan kembali itu benar-benar menjadi manusia hidup yang baru (ayat 10). Ternyata TUHAN menunjukkan kepada Yehezkiel bahwa seperti itulah kondisi Israel yang hari itu berada masa dalam pembuangan: mereka seperti kumpulan tulang mati (ayat 11). Mereka hidup, namun jauh di dalam diri mereka mati.

Kabar buruknya adalah persis seperti Israel di waktu itu, kita tidak perlu kehilangan nafas untuk bisa merasakan mati. Cukup hilangkan satu kata ini dalam kamus kehidupan kita: Pengharapan (ayat 11), maka tepat di saat itu kita tak ubahnya seperti orang mati meskipun faktanya kita masih hidup ... bernafas. Dalam keseharian kita ada banyak kesempatan kita tergoda untuk menjadi “mati pengharapan”. Saat kehidupan berjalan tidak seperti yang kita bayangkan: melamar kerja tapi belum juga dapat kerja, di sini gagal di sana gagal, terpuruk, PHK dan putus hubungan yang lainnya ...

Firman Tuhan hari ini adalah tentang seseorang yang mengira kehidupan sudah habis, namun ternyata dia salah. Dibalik duka Israel karena pembuangan (dan tentu saja duka kita semua karena banyak hal berat yang terjadi dalam hidup kita), TUHAN menyediakan kehidupan baru bagi mereka yang percaya. Kehidupan masih ada saat pengharapan ada, tanpa pengharapan maka kita tak ubahnya seperti mumi atau zombie ... hidup tetapi lebih mirip mati. Carilah TUHAN maka kita akan menemukan selalu ada kehidupan baru yang tersedia bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. (GA)

Hidup itu laksana bahasa asing, semua orang keliru mengucapkannya. (Christopher Morley)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER