Markus 4:35-41 | Tetap Tenang di Tengah Badai Kehidupan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Seandainya kita ada dalam perahu seperti yang terjadi di perikop kita hari ini ... bersama-sama dengan Yesus dan murid-murid waktu itu ... Sewaktu badai mulai datang dan dikatakan bahwa perahu sudah mulai banjir, penuh air ... Saya rasa apa yang dirasakan oleh murid-murid waktu itu: kepanikan mereka, ketakutan mereka, kekuatiran mereka sekaligus juga sebel-sebelnya mereka ke Yesus yang mereka anggap diam saja, gak peduli kalau perahu sebentar lagi bisa jadi ancur ... mungkin 99,99% akan menjadi perasaan kita juga.

Jadi kalau mau berbicara tentang tema kita hari ini "Tetap Tenang di Tengah Badai Kehidupan" .. Uhhhh ... memang terasa lebih mudah mengucapkannya daripada mengimani dan melakukannya.

Hari ini kita mau melihat beberapa hal yang mungkin bisa menjadi permenungan kita untuk mengupayakan ketenangan, tetap damai meskipun ada di tengah badai kehidupan kita sekarang ini ...

Yang pertama, badai akan selalu ada sewaktu kita memutuskan untuk melakukan perjalanan di tengah luasnya lautan kehidupan kita ini!

Di tengah kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat ... setiap kita punya kemungkinan besar bertemu dengan beragam macam tipe badai. Ni anak-anak mau lanjut sekolah, kuliah .. itu bisa jadi badai. Sesuatu yang bisa membuat kita bergumul ... gimana nanti biayanya, darimana?

Tenang di tengah badai bukan berarti melarikan diri dari kenyataan itu, melainkan siap menghadapi kenyataan bahwa betul ada kesulitan-kesulitan di sana-sini ... tapi Tuhan, kami sekeluarga akan berjuang sekuat tenaga supaya anak-anak tetap bisa melanjutkan masa depan kehidupan mereka!

Bukankah salah satu yang bisa membuat kita tenang adalah saat kita ini tahu bahwa kita sudah melakukan yang sebaik mungkin dalam menghadapi amukan badai itu?!

Yang kedua, saat berada di tengah badai adalah saat terbaik bagi kita untuk merasakan kuasa penyertaan Tuhan!

Ada cerita tentang seorang korban Nazi, namanya Corrie ten Boom. Jauh sebelum ia mengalami penderitaan karena disiksa oleh Nazi, Corrie pernah bertanya ke papanya begini:
"Papa ... gimana caranya biar aku bisa bertahan dalam sebuah pergumulan dengan tetap bersukacita???"

Papanya kemudian menjawab dengan memberikan gambaran seperti ini:
"Anakku ... kalau aku menyuruhmu pergi ke sebuah toko, aku gak akan memberikan uang belanjanya sewaktu engkau masih sedang bermain ... Aku akan memberikan uang itu saat engkau benar-benar siap untuk pergi ke toko itu!"

Dan itulah rupanya yang .. mungkin .. menjadi alasan Corrie sehingga dia bisa bertahan dalam badai siksaan tentara Nazi waktu itu ... Karena Corrie tahu bahwa Tuhan memberikan kekuatan, modal untuknya agar dia tetap bertahan dan memperjuangkan kehidupannya.

Kita akan tenang dalam menghadapi badai itu kalau kita tahu bahwa meskipun kita melewati badai ... Tuhan selalu ada dan menyertai kita dan memberikan kepada kita kekuatan yang cukup untuk melewati dan mengalahkan setiap badai yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita sekarang ini.

Yang terakhir, badai pasti berlalu

Pertanyaannya kan setelah badai berlalu, kita ada dalam kondisi yang seperti apa? Dalam perikop kita, para murid menjadi semakin menyadari bahwa Yesus itu punya kuasa!

Mari kita belajar dari seekor burung Rajawali ...
Katanya ... Rajawali itu tahu kapan waktunya sebuah badai akan muncul, jauh sebelum badai itu akhirnya datang ... Nah, Rajawali itu akan mempersiapkan dirinya dengan terbang sampai ketinggian tertentu dan siap menunggu badai itu datang! Ketika badai itu datang .. Rajawali akan mengembangkan sayapnya sehingga angin badai yang datang menyerbu dirinya itu justru akan mengangkat dia melayang tinggi sehingga dia terbang jauh di atas dan melampaui badai itu ... dan melewati badai yang sedang terjadi waktu itu.

Waktu badai mengamuk ... Rajawali justru memanfaatkan badai dahsyat itu untuk mengangkat dia ke tempat yang lebih tinggi yang membuat dia bisa melewati badai sedahsyat apapun.

Harapan kita semua hari ini ... Bila berada di tengah badai hidup ... bersama dengan Tuhan kita bisa melewati badai itu dan menapaki tingkat kehidupan yang baru ... yang lebih tinggi lagi, lebih dekat lagi dan jauh lebih kenal lagi tentang karya, kuasa penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita semua.

Markus 4:35-41 | Tetap Tenang di Tengah Badai Kehidupan


Seandainya kita ada dalam perahu seperti yang terjadi di perikop kita hari ini ... bersama-sama dengan Yesus dan murid-murid waktu itu ... Sewaktu badai mulai datang dan dikatakan bahwa perahu sudah mulai banjir, penuh air ... Saya rasa apa yang dirasakan oleh murid-murid waktu itu: kepanikan mereka, ketakutan mereka, kekuatiran mereka sekaligus juga sebel-sebelnya mereka ke Yesus yang mereka anggap diam saja, gak peduli kalau perahu sebentar lagi bisa jadi ancur ... mungkin 99,99% akan menjadi perasaan kita juga.

Jadi kalau mau berbicara tentang tema kita hari ini "Tetap Tenang di Tengah Badai Kehidupan" .. Uhhhh ... memang terasa lebih mudah mengucapkannya daripada mengimani dan melakukannya.

Hari ini kita mau melihat beberapa hal yang mungkin bisa menjadi permenungan kita untuk mengupayakan ketenangan, tetap damai meskipun ada di tengah badai kehidupan kita sekarang ini ...

Yang pertama, badai akan selalu ada sewaktu kita memutuskan untuk melakukan perjalanan di tengah luasnya lautan kehidupan kita ini!

Di tengah kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat ... setiap kita punya kemungkinan besar bertemu dengan beragam macam tipe badai. Ni anak-anak mau lanjut sekolah, kuliah .. itu bisa jadi badai. Sesuatu yang bisa membuat kita bergumul ... gimana nanti biayanya, darimana?

Tenang di tengah badai bukan berarti melarikan diri dari kenyataan itu, melainkan siap menghadapi kenyataan bahwa betul ada kesulitan-kesulitan di sana-sini ... tapi Tuhan, kami sekeluarga akan berjuang sekuat tenaga supaya anak-anak tetap bisa melanjutkan masa depan kehidupan mereka!

Bukankah salah satu yang bisa membuat kita tenang adalah saat kita ini tahu bahwa kita sudah melakukan yang sebaik mungkin dalam menghadapi amukan badai itu?!

Yang kedua, saat berada di tengah badai adalah saat terbaik bagi kita untuk merasakan kuasa penyertaan Tuhan!

Ada cerita tentang seorang korban Nazi, namanya Corrie ten Boom. Jauh sebelum ia mengalami penderitaan karena disiksa oleh Nazi, Corrie pernah bertanya ke papanya begini:
"Papa ... gimana caranya biar aku bisa bertahan dalam sebuah pergumulan dengan tetap bersukacita???"

Papanya kemudian menjawab dengan memberikan gambaran seperti ini:
"Anakku ... kalau aku menyuruhmu pergi ke sebuah toko, aku gak akan memberikan uang belanjanya sewaktu engkau masih sedang bermain ... Aku akan memberikan uang itu saat engkau benar-benar siap untuk pergi ke toko itu!"

Dan itulah rupanya yang .. mungkin .. menjadi alasan Corrie sehingga dia bisa bertahan dalam badai siksaan tentara Nazi waktu itu ... Karena Corrie tahu bahwa Tuhan memberikan kekuatan, modal untuknya agar dia tetap bertahan dan memperjuangkan kehidupannya.

Kita akan tenang dalam menghadapi badai itu kalau kita tahu bahwa meskipun kita melewati badai ... Tuhan selalu ada dan menyertai kita dan memberikan kepada kita kekuatan yang cukup untuk melewati dan mengalahkan setiap badai yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita sekarang ini.

Yang terakhir, badai pasti berlalu

Pertanyaannya kan setelah badai berlalu, kita ada dalam kondisi yang seperti apa? Dalam perikop kita, para murid menjadi semakin menyadari bahwa Yesus itu punya kuasa!

Mari kita belajar dari seekor burung Rajawali ...
Katanya ... Rajawali itu tahu kapan waktunya sebuah badai akan muncul, jauh sebelum badai itu akhirnya datang ... Nah, Rajawali itu akan mempersiapkan dirinya dengan terbang sampai ketinggian tertentu dan siap menunggu badai itu datang! Ketika badai itu datang .. Rajawali akan mengembangkan sayapnya sehingga angin badai yang datang menyerbu dirinya itu justru akan mengangkat dia melayang tinggi sehingga dia terbang jauh di atas dan melampaui badai itu ... dan melewati badai yang sedang terjadi waktu itu.

Waktu badai mengamuk ... Rajawali justru memanfaatkan badai dahsyat itu untuk mengangkat dia ke tempat yang lebih tinggi yang membuat dia bisa melewati badai sedahsyat apapun.

Harapan kita semua hari ini ... Bila berada di tengah badai hidup ... bersama dengan Tuhan kita bisa melewati badai itu dan menapaki tingkat kehidupan yang baru ... yang lebih tinggi lagi, lebih dekat lagi dan jauh lebih kenal lagi tentang karya, kuasa penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita semua.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER