Markus 4:35-41 | Pemimpin yang Membawa Kelegaan - Pdt. Gerry Atje

Markus 4:35-41 | Pemimpin yang Membawa Kelegaan

Pemimpin yang Membawa Kelegaan
Markus 4:35-41

I. Pembukaan

Semua penumpang sebuah pesawat terbang menjadi panik ketika pesawat mereka mengalami turbulansi yang membuat getaran di dalam kapal mereka terasa dengan sangat. Seorang penumpang kemudian dengan berani menerobos menuju ruang kokpit kapten pilot dan kemudian segera kembali keluar ruangan yang sebetulnya terlarang bagi penumpang itu sambil berteriak kepada para penumpang pesawat:

“bapak ibu semuanya, harap jangan kuatir, saya sudah melihat apa yang dilakukan oleh kapten pilot kita dan ia tersenyum kepada saya ... semuanya akan baik-baik saja ... kapten pilot kita dapat mengendalikan situasi seperti ini”.
II. Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita pun kita melihat situasi kepanikan yang sama terjadi dalam diri semua murid-murid Yesus sewaktu perahu mereka terhantam oleh amukan angin taufan. Kepanikan itulah yang membuat mereka datang kepada Yesus yang ada bersama-sama dengan mereka di dalam kapal. Akan tetapi, melihat Guru mereka ‘enak-enakan tidur’ mereka pun menjadi geram .. “Guru, engkau tidak peduli kalau kita binasa?”
Endingnya kita semua tau ...

III. Pemimpin yang Membawa Ketenangan

Pertanyaan penting, apabila hal itu pula yang ditanyakan kepada kita semua saat ini ketika Yesus telah melakukan apa yang tidak mampu kita selesaikan ... menenangkan ‘badai’ dalam ‘perahu’ yang kini kita sedang ‘tumpangi’?? “Mengapa kamu (menjadi) begitu takut? Mengapa kamu ‘kehilangan iman-mu’ “ ... lalu apa jawab kita melihat apa yang telah Tuhan lakukan dalam menenangkan badai yang terjadi??? Akan tetapi, siapa yang menjadi tidak panik sewaktu menghadapi ‘badai yang memungkinkan perahu kita menjadi hancur berkeping-keping’ ??? {Ada! Seseorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak sendirian dalam menghadapi semua yang terjadi saat ini}

Tema kita hari ini berbicara tentang diri kita: ‘Pemimpin yang membawa ketenangan’ ...
Permasalahan yang kita hadapi hanya satu: kadang, badai itu terasa sangat dahsyat hingga membuat kita bukan hanya panik, tapi juga mulai berpikir untuk ambil pelampung dan lari dari semua masalah yang sedang terjadi ....

Maka, mari kita mendiskusikan 3 hal:

Kita semua adalah seorang pemimpin!
  1. hal-hal apa saja yang membuat kita menjadi tidak tenang dan kuatir dalam menghadapi sebuah permasalahan? (memikirkan masa depan? Resiko? Tidak mampu keluar? Atau?)
  2. Adakah efek dari ketidaktenangan kita dalammenghadapi masalah yang sedang terjadi itu?
  3. Hal-hal apa saja yang mampu membuat kita menenangkan diri bahkan dalam menghadapi sebuah situasi yang sulit sekalipun??

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email