Yesaya 38:1-22 | Aku Mau Sembuh

Yesaya 38:1-22

Daripada sibuk bertanya, "Mengapa aku sakit?" Fokuslah tenangkan diri dan berkeinginan kuat untuk sembuh.

Aku Mau Sembuh — Syalom abah, enin, oma, opa, eyang, opung, semuanya. Hari ini kita kembali bersatu hati dalam perayaan ibadah kaum lansia. Meskipun sampai dengan saat ini kita masih belum bisa beribadah bersama di gedung gereja.

Rindu serindu-rindunya.

Buat opa dan opa, gak ke gereja itu rasanya sedih banget. Semoga keadaan pandemi ini segera berlalu dan dipulihkan oleh Tuhan.
Yesaya 38:1-22
Hizkia sakit dan disembuhkan
38:1 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."

38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
38:3 Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

38:4 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:
38:5 "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,
38:6 dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.
38:7 Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya:
38:8 Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya." Maka pada penunjuk matahari itu mataharipun mundurlah ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya.

38:9 Karangan Hizkia, raja Yehuda, sesudah ia sakit dan sembuh dari penyakitnya:
38:10 Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.
38:11 Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.
38:12 Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup. Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,
38:13 aku berteriak minta tolong sampai pagi; seperti singa demikianlah TUHAN menghancurkan segala tulang-tulangku; dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja.
38:14 Seperti burung layang-layang demikianlah aku menciap-ciap, suaraku redup seperti suara merpati. Mataku habis menengadah ke atas, ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; jadilah jaminan bagiku!
38:15 Apakah yang akan kukatakan dan kuucapkan kepada TUHAN; bukankah Dia yang telah melakukannya? Aku sama sekali tidak dapat tidur karena pahit pedihnya perasaanku.
38:16 Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!
38:17 Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.
38:18 Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.
38:19 Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.
38:20 TUHAN telah datang menyelamatkan aku! Kami hendak main kecapi, seumur hidup kami di rumah TUHAN.
38:21 Kemudian berkatalah Yesaya: "Baiklah diambil sebuah kue ara dan ditaruh pada barah itu, supaya sembuh!"
38:22 Sebelum itu Hizkia telah berkata: "Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?"

Hari ini saya mengambil satu ayat saja untuk kita bisa renungkan bersama dari bagian perikop kita yang cukup panjang, Yesaya 38:1-22.

Yesaya 38:16
Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

Perkataan itu diucapkan oleh Raja Hizkia ketika Hizkia jatuh sakit dan pasti akan mati (Yesaya 38:1). Sakit barah (Yesaya 38:21), masih ingat tulah ke enam (Keluaran 9:8-12)?

Suatu penyakit yang menurut penafsir Alkitab memang mematikan dalam tempo yang sangat cepat, sekitar 2-3 hari. Amat sangat jarang sembuh (Lihat Barnes' Notes on the Bible).

Kita tahu bahwa Hizkia diberitahukan oleh Yesaya bahwa dia harus menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya karena sebentar lagi Hizkia akan mati.

Namun justru di saat itulah Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan berdoa sambil menangis (Yesaya 38:2). Hingga akhirnya doa Hizkia didengar oleh Tuhan dan Hizkia dipulihkan, sembuh.

Yesaya 38:16 menjadi bagian sejarah saat di mana Hizkia menceritakan kembali apa yang ia rasakan ketika kabar dari Yesaya di ayat 1 dan respon Hizkia di ayat 2-3, sampai akhirnya jawaban Tuhan di ayat 4-8.

Ada yang menarik dari struktur ayat yang kita baca dalam perikop kita hari ini. Akan lebih logis jika membaca ayat 9-21 setelah ayat 3 - tepat ketika Hizkia berdoa - Sebelum Tuhan menjawab doa Hizkia tersebut.

Meskipun benar di ayat 9 sudah dikatakan bahwa bagian itu ditulis sesudah Hizkia sakit dan sembuh), namun kita bisa lihat sendiri di ayat 22, penghujung perikopnya, ditutup oleh pertanyaan Hizkia sebelum ia sembuh.

Baca juga

Oke, kembali ke apa yang ingin kita renungkan bersama hari ini. Saya memilih bagian perikop kita hari ini karena kita sama-sama masih berjuang untuk memulihkan diri dari pandemi Corona yang entah kapan berakhir.

Tentu kita sudah sangat tahu virus ini menyerang tanpa pandang bulu, dan yang paling rentan adalah kaum lansia.

Maka dari itu saya mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal.


Tetap Menjaga Diri

Waspada. Lakukan semua yang bisa kita lakukan untuk tetap sehat dengan melakukan protokoler, minum vitamin, dll.

Meskipun demikian, sakit penyakit bisa menimpa siapa saja.

Oleh sebab itu sikap yang ditunjukkan oleh Hizkia dalam perikop kita hari ini bisa menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi sakit penyakit.

Sakit dan Keinginan untuk Sembuh

Yang ditunjukkan oleh Hizkia adalah keinginan yang sangat kuat untuk bisa sembuh.

Daripada memikirkan dan menyesali tentang sebab musabab mengapa kita sakit hari ini, misalkan, Hizkia lebih memfokuskan untuk menenangkan diri dan menunjukkan keinginan kuat untuk sembuh: Buatlah aku sehat dan sembuh (Yesaya 38:16).

Baik Sehat Maupun Sakit, Tetaplah Berkomunikasi dengan-Nya

Di antara banyak raja-raja Israel, Hizkia menjadi salah satu raja Israel yang dikenang secara baik, "Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya" (2 Raja-raja 18:3).

Baik saat sehat, terlebih ketika sakit, Hizkia telah menunjukkan bahwa doa adalah obat terbesar yang kita miliki sebagai orang percaya.

Karena melalui doa, kita berjumpa dengan Tabib Agung kita yang siap membawa pemulihan dan kesembuhan bagi kita.

Tetap waspada, tetap berdoa. Tuhan menjagai dan memulihkan kita. Amin

Ada sebuah obat di dalam Alkitab, bukan bagi setiap jiwa yang berdusta dan sakit, melainkan setiap jiwa yang tidak membutuhkan obat yang sama. (R.A. Torrey)

Post a Comment