Mazmur 25:15-22 | Silahkan Ambil Gratis: Jujur dan Tulus

Mazmur 25:15-22

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi karena tidak jujur dan tidak tulus.

Silahkan Ambil Gratis: Jujur dan Tulus — Syalom bapak dan ibu semuanya. Tema kita hari ini tentang ketulusan dan kejujuran. Saya mau langsung komen tentang tema kita hari ini (tema Sinodal kita), "Ketulusan dan Kejujuran: Mahal Harganya."

Buat saya temanya kurang tepat. Kenapa gak tepat? Karena ketulusan dan kejujuran tidak mahal sama sekali, justru itu semua gratis. Tetapi tidak semua orang mengambil apa yang gratis itu, kejujuran dan ketulusan, sehingga orang yang jujur dan tulus jadi langka.

Dan kita tahu di setiap kelangkaan memiliki nilai yang sangat berharga. Mungkin kalau mau dibilang mahal, orangnya yang jadi "mahal" (berharga) karena dia mengambil apa yang gratis dan tersedia bagi semua orang, tapi gak semua orang mau ambil itu (jadi orang tulus dan jujur).

Baca juga

Sok atuh di zaman sekarang dicari orang pinter, banyak; Orang kaya, banyak; Apalagi yang bagus-bagus? Orang sukses juga banyak. Akan tetapi orang yang jujur dan tulus? Langka karena gak semua orang melakukan itu.

Jadi yang membuat istimewa dan mahal nilai dari sebuah kejujuran dan ketulusan adalah datang dari orang-orang yang mengabaikan kejujuran dan ketulusan itu sendiri.

Coba semua orang di dunia ini, besok hari jadi orang yang jujur dan tulus semuanya. Akan jadi hal yang biasa saja jadinya kejujuran dan ketulusan itu karena setiap orang memilikinya dan menggunakannya. Jadi gak ada istimewanya, jadi biasa saja.

Mirip-mirip dengan orang punya TV di zaman sekarang, kalau zaman dulu dianggap wow punya TV, sekarang biasa saja karena semua orang punya.

Pembacaan Alkitab kita hari ini, Mazmur 25:15-22, sebenarnya sangat menggambarkan alasan kenapa pada akhirnya orang seringkali memilih untuk mengabaikan kejujuran dan ketulusan.
Mazmur 25:15-22
Doa mohon ampun dan perlindungan
25:15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
25:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.
25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
25:19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
25:20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
25:22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Mengapa Langka?


Lihatlah penderitaan yang dialami oleh Daud dalam perikop kita:
- Terjerat
- Sendirian
- Tertindas
- Kesulitan
- Sesak
- Sengsara
- Dibenci

Mazmur 25:21
... menanti-nantikan ...

Sudah ketemu alasan orang untuk memilih tidak jujur dan tidak tulus?

Kalau menanti dengan jujur dan tulus tidak mampu menghalau penderitaan agar cepat berlalu, kenapa tidak ubah arah saja jadi tidak jujur dan tidak tulus? Siapa tahu dengan mengabaikan kejujuran dan ketulusan, penderitaan menjadi cepat berlalu.

Iya, memang bisa jadi dengan tidak jujur dan tidak tulus, penderitaan berlalu dengan cepat. Sementara!

Karena ketidak-jujuran dan ketidak-tulusan lah yang akan selalu menuntut bayaran mahal dan dari sana kita akan rugi karenanya.


Tanpa Lilin

Dalam bahasa Inggris, kata jujur dan tulus itu adalah sincere. Asal muasal kata tersebut dari bahasa Latin, sin cera, artinya: tanpa lilin.

Jadi sejarahnya dahulu di abad pertengahan banyak karya seni pahatan di mana sewaktu seniman membuat karya itu, ada kesalahan-kesalahan pahatan. Untuk menambal yang salah pahat itulah digunakan lilin supaya tidak kelihatan yang salah-salah tadi dengan ditambal lilin.

Kelihatan bagus dengan lilin. Sementara!

Pas cuaca panas, meleleh deh lilinnya dan kelihatanlah rusak-rusak pahatannya itu.

Makanya sejak saat itu orang selalu kasih inisial sin cera (tanpa lilin) untuk menunjukkan bahwa karya pahatnya itu gak pake tambalan dari lilin.

Ketidak-jujuran dan ketidak-tulusan memang selalu menggoda untuk memberi dampak "kelihatan bagus, keren, wow" dan sangat mungkin diperoleh dengan instan. Akan tetapi, biar bagaimanapun menggodanya ketidak-jujuran dan ketidak-tulusan itu, tetap saja yang namanya tidak jujur dan tidak tulus akan selalu membuat kita rugi pada akhirnya.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi karena tidak jujur dan tidak tulus.

Tak seorangpun telah menemukan Allah dengan berjalan di jalannya sendiri. (Ram Das)

Post a Comment