Amsal 24:10 | Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga

Amsal 24:10

Wabah Corona yang ditambah dengan tawar hati ini ibarat orang sudah jatuh, masih tertimpa tangganya juga. Dua kali sakitnya.

Amsal 24:10 — Syalom bapak ibu semuanya. Masa sosial distancing yang sudah berjalan hampir dua bulan ini pastinya membuat kita semua kesulitan.

Baru-baru ini di Klaten, Jawa Tengah, kita mendengar kabar bahwa saking susahnya hidup di masa pandemi ini, ada seorang yang mau menjual ginjalnya setelah dia di PHK.

Entah sudah berapa banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat penghentian operasional kerja di masa pandemi ini …

Dan kondisi ini pasti secara langsung mempengaruhi keadaan kita di rumah: secara perekonomian, secara psikologis … hingga akhirnya dalam tindakan nyata kita ditengah kehidupan sehari-hari yang pasti terdampak dari semua itu.

Beberapa hari yang lalu dalam kebaktian minggu, saya sudah menyinggung juga betapa rentannya keributan di antara kita terjadi karena masa pandemi ini …

Kita tidak hanya sedang berhadapan dengan virus Corona yang siap menjangkit pada orang yang tidak waspada, tetapi lebih dari itu, kita berhadapan dengan virus Corona yang walaupun kita tidak terpapar oleh virus Corona, tetapi tetap saja dampak virus itu terasa di saat kita di rumah saja sekarang ini.

Hari ini saya mengajak kita untuk mendasarkan kehidupan kita dengan satu ayat saja dari Firman Tuhan

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan (tsarah), kecillah (tsar) kekuatanmu.

(dalam bahasa aslinya ada sedikit bahasa puitisnya karena kata kesesakan dalam bahasa ibraninya adalah tsarah, dan kata kecil dalam bahasa ibraninya adalah tsar. – Tsarah: kesesakan dan Tsar: kecil)

Kondisi yang menyesakkan di masa pandemi ini telah membuat hati kita pun bergumul.

Tawar hati. – tidak bersemangat, putus harapan, hilang keberanian, dan semua yang tidak enak ada di situ.

Dan di ayat Alkitab yang kita baca, dituliskan dampak langsung dari tawar hati adalah kekuatan kita menjadi mengecil, berkurang …

Kita mungkin sudah berjuang sekuat tenaga untuk melawan penyebaran pandemi virus corona dengan mengikuti peraturan PSBB …

Namun apakah kita sudah melawan sekuat tenaga juga kondisi hati yang tawar sedangkan kondisi keseharian yang kita alami memang benar-benar menyesakkan hati?

Wabah Corona yang ditambah dengan tawar hati ini ibarat orang sudah jatuh, masih tertimpa tangganya juga. Dua kali sakitnya. Sudah gak bisa ke mana-mana, di rumah saja dihiasi dengan keributan …

Maka dari itu, hari ini dan seterusnya … mari kita mencari dan menemukan cara agar kita dapat memperkuat hati kita di masa kesesakan seperti ini … agar kita tetap kuat, tetap bertahan hingga akhirnya keadaan negeri kita dipulihkan Tuhan.

Bapak dan ibu sudah menemukan cara memperkuat hati kita di masa kesesakan ini?

Tetap menautkan diri kita dalam peribadahan bersama di semua kegiatan gerejawi adalah salah satunya. Di sini kita mendapatkan kekuatan hati kita. Percaya bahwa Tuhan akan selalu mencukupkan, menolong, menjagai kehidupan keluarga kita.

Dan yang terakhir:
Mengingat bahwa keluarga kita tidak pernah sendirian.

Tengoklah ke kanan kiri tetangga kita, dengarlah kabar dari saudara-saudara kita …

Jadilah orang yang menguatkan hati mereka, tolonglah mereka yang kesusahan,

Karena dari situ juga akan muncul sukacita kita karena kita melihat bahwa Tuhan melakukan sesuatu yang baik bukan hanya bagi keluarga kita tetapi juga melalui keluarga kita, dengan segala keterbatasan kondisi rumah kita hari ini.

Tuhan menguatkan selalu hati kita, Amin.

Post a Comment