Yohanes 20:19-23 | Takut Berkali-kali, Ditenangkan Berkali-kali

damai sejahtera bagimu
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Takut Berkali-kali, Ditenangkan Berkali-kali — Syalom bapak dan ibu semuanya. Minggu ini adalah Minggu ke 5 sejak kali pertamanya kita memulai ibadah dari rumah pada Minggu 22 Maret 2020 yang lalu.

Semua rasa sudah campur aduk di pikiran kita pastinya.

Jangankan untuk memikirkan 16 hari ke depan masa PSBB di Tangerang, memikirkan besok bagaimana saja bagi beberapa orang, sudah bingung.

Tapi hari ini saya tidak mau mengajak kita untuk mengorek kembali ketakutan, kekuatiran yang rasanya masing-masing kita sudah paham betul akan hal itu.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan tentang damai sejahtera yang dikatakan oleh Kristus dalam perikop kita hari ini yang menepis ketakutan dari para murid pada waktu itu.

Bapak dan ibu heran gak sih sewaktu tadi kita membaca perikop kita hari ini, Yesus mengucapkan 2x "damai sejahtera bagimu".

Soalnya saya cukup heran pada awalnya tentang hal itu, karena ini seperti ada orang yang 2x mengucapkan salam, misalnya: syalom aleikhem, assalam mualaikum (dan ini benar lho, di salah satu terjemahan lama, kata Yunani: eirene humin (damai sejahtera bagimu) diterjemahkan menjadi assalam mualaikum).

Kenapa harus dua kali?

Bukan karena para murid gak dengerkan ucapan Yesus itu. Mereka mendengar Yesus mengucapkan salam: Damai sejahtera bagimu.

Boleh kita lihat ayat Alkitab paralelnya?

Lukas 24:37
Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Tu han tu han tu han tu han tu

Itu dia jawabannya.

Karena ketika Yesus muncul tiba-tiba di tengah ruangan yang terkunci, di dalam diri para murid bertambah satu lagi ketakutan (seperti yang disebut dalam Lukas 24:37).

Jadi ada dua ketakutan yang dihadapi para murid:

1. Ayat 19, takut pada orang Yahudi.

Ini mah ketakutan lama karena Yesus dan pengikut-pengikutNya memang dianggap sebagai "biang masalah" di kehidupan masyarakat Yahudi pada saat itu. Di tambah lagi dengan kejadian wafatnya Yesus dan kabar tentang hilangnya Yesus yang jenasahnya telah dikubur ... Ini makin membuat takut para murid karena bisa dianggap mereka yang mencuri jasad Yesus.

2. Takut karena mengira yang ada di depan mereka pada saat itu bukanlah Tuhan, tetapi hantu.

Dari situ saya mau mengajak kita untuk merenungkan satu hal saja.

Takut berkali-kali, ditengangkan berkali-kali.

Bukankah hal itu yang selalu dilakukan oleh Tuhan bagi kita?

Dengan caraNya yang melampaui akal kita, Tuhan menghalau ketakutan-kekuatiran kita.

Di masa-masa sulit seperti sekarang ini, biarlah persekutan di tengah-tengah keluarga kita masing-masing membuat kita semakin menyadari bahwa Tuhan itu hadir dalam keseharian kehidupan kita.

Biarkan Tuhan sendiri, dengan caraNya yang melampaui akal itu, menyatakan damai sejahtera di tengah kehidupan keseharian kita.

Berkaca dari perjalanan Gereja Tuhan di GKP jemaat Tangerang yang baru saja merayakan 24 tahun hari kemandirian jemaat (Sabtu, 18 April 2020, kemarin).

Semoga perjalanan sejarah umat Tuhan menjadi kekuatan tersendiri bagi kehidupan kita semua, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.

Di dalam segala keterbatasan kita, Tuhanlah yang telah menyediakan dan mencukupkan kita.
Di dalam segala pergumulan-pergumulan kita, Tuhanlah yang setia menunjukkan jawaban dan pemulihan bagi kita.

Tuhan yang sama, yang telah menyertai kehidupan kita sedari dahulu, Dia pula yang akan selalu menjagai dan menyertai dan mencukupkan kehidupan kita di masa-masa sulit seperti ini.

Tuhan menolong kita, Amin.

Post a Comment