II Timotius 1:5 | Bukan Tinggal Sejarah

HUT Gereja


Bukan Tinggal Sejarah — Syalom bapak, ibu dan teman-teman muda GKP jemaat Tangerang. Selamat merayakan hari kemandirian Gereja yang ke 24 di hari ini, Sabtu 18 April 2020.

Hari ini di tangerang juga sudah resmi diadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semakin lengkaplah kita untuk ibadah di rumah, kerja dari rumah, belajar dari rumah. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita bisa kembali beraktivitas seperti sedia kalanya. Amin.

Sedih ya dengan keadaan yang kita hadapi sekarang ini, karena sudah cukup lama kita tidak berhimpun sebagai persekutuan umat Tuhan di GKP Tangerang. Kalau saya tidak salah ingat, minggu besok adalah kali keempatnya kita kebaktian minggu secara live streming.

Lima kali hari minggu, berarti lebih dari satu bulan.

Namun saya percaya bahwa selalu ada yang bisa kita maknai ketika hari ini kita merayakan HUT kemandirian ke 24 dengan kondisi seperti sekarang ini: ibadah dari rumah bersama keluarga masing-masing.

Mari kita mengingat masa-masa paling awal terbentuknya gereja Tuhan di Tangerang.

Bukankah memang di mulainya dengan seperti ini: dimulai dari ibadah-ibadah keluarga di rumah masing masing yang kemudian memunculkan kerinduan untuk bersekutu berhimpun sebagai kumpulan orang percaya yang disebut sebagai gereja.

Gereja yang di mulai dari rumah-rumah. Iman keluarga membentuk kehidupan persekutuan orang percaya yang disebut dengan gereja.

Ayat Alkitab yang kita baca hari ini kan juga seperti itu.

Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

II Timotius 1:5
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Garis bawahi kalimat: Iman yang pertama-tama hidup di keluargamu, Timotius, yaitu iman nenek dan iman ibu mu yang membentuk kehidupan imanmu dan pada akhirnya membentuk pula kehidupan iman Gereja Tuhan yang dilayani oleh Timotius.

Di tengah kesedihan kita hari ini karena tidak bisa berhimpun bersama-sama, mungkin inilah saat terbaik bagi kita untuk mengingat bahwa gereja Tuhan dimulai dari yang seperti ini: iman yang terbentuk di tengah keluarga hingga akhirnya rindu untuk bersekutu dengan keluarga-keluarga orang percaya di sebuah persekutuan umat Tuhan.

Jadi seperti kembali ke awal di mana hari ini kita memperkuat kembali kehidupan beriman keluarga-keluarga sebagai fondasi berdirinya gereja Tuhan di GKP Tangerang.

Jika keluarga-keluarga semakin kokoh di dalam iman percayanya kepada Tuhan, maka semakin kuatlah kehadiran Gereja Tuhan di manapun dia berada. Dan sebaliknya, jika keluarga-keluarga nya memble di dalam iman percayanya kepada Tuhan, maka kehadiran gereja Tuhan di manapun dia berada akan ikutan memble juga.

Di masa-masa PSBB seperti ini, mari kita perkuat kembali kehidupan beriman di tengah keluarga kita masing-masing.

Yang terakhir yang ingin saya ajak untuk kembali hayati sebagai keluarga keluarga percaya di GKP Tangerang adalah … jangan biarkan semangat, iman, kerinduan para orang tua kita di masa yang lalu hanya tinggal sejarah yang tidak membekas apa-apa di tengah kehidupan anak-mantu-cucunya di masa sekarang.

Lihatlah kesetiaan, keteladanan, kerinduan yang telah ditunjukkan oleh semua orangtua kita sehingga hari ini kita bisa ada dan menyebut diri kita: kami ini adalah keluarga jemaat GKP Tangerang.

Semoga apa yang telah mereka perjuangkan dahulu, para orang tua kita perjuangkan dahulu, bukan tinggal sejarah yang hanya bisa dikenang. Tetapi sejarah yang terus mau diulangi. Bahkan sejarah yang terus ditumbuh-kembangkan karena semangat itu tetap tercermin di dalam kehidupan kita sebagai keluarga-keluarga orang percaya di masa kini yang berada di dalam kehidupan persekutuan umat Tuhan yaitu GKP Jemaat Tangerang.

Selamat ulang tahun buat kita semua.

Tuhan lah yang menjadi sumber kekuatan kita, dahulu-kini dan selamanya. Amin.

Post a Comment