Ibrani 10:1-10 | Sepadan

menanti anugerah
Tata Kebaktian Keluarga
1-2 April 2020

Sepadan
Ibrani 10:1-10

Persiapan Ibadah
• Saat Teduh

PANGGILAN BERIBADAH

Ayah:
Mari kita datang kepada TUHAN yang setia menjagai kehidupan keluarga kita

Ibu:
Mari kita beribadah kepadaNya dan bersyukur atas penyertaaan dan berkatNya yang selalu baru setiap hari

Anak-anak dan Kakek-Nenek:
Tidak lupa kita juga datang kepadaNya untuk memohon pemulihan bagi bangsa ini dan seluruh dunia dari pandemi virus Corona

Semua:
Tuhan pulihkanlah negeri kami, Tuhan pulihkanlah bumi ini.

PUJIAN – Allah Peduli

Banyak Perkara Yang Tak Dapat Kumengerti
Mengapakah Harus Terjadi Di Dalam Kehidupan Ini
Satu Perkara Yang Kusimpan Dalam Hati
Tiada Satu Pun 'Kan Terjadi Tanpa Allah Peduli

Allah Mengerti Allah Peduli
Segala Persoalan Yang Kita Hadapi
Tak Akan Pernah Dibiarkannya Kubergumul Sendiri
S'bab Allah Mengerti

PENEGUHAN KEBAKTIAN

Ayah:
Kebaktian kita pada malam ini boleh terjadi karena kita percaya bahwa TUHAN lah yang menjadi Sumber Keselamatan kita melalui Yesus Kristus, PuteraNya yang tunggal, dan yang selalu menyertai kehidupan kita dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus.

Semua:
Amin.

DOA SYUKUR

PUJIAN PERSIAPAN FIRMAN

Bapa surgawi ajarku mengenal Betapa dalamnya kasihMu
Bapa surgawi buatku mengerti Betapa kasihMu padaku

Semua yang terjadi di dalam hidupku Ajarku menyadari Kau slalu sertaku
Bri hatiku slalu bersyukur padaMu Karena rencanaMU indah bagiku

PELAYANAN FIRMAN
• Doa
• Renungan
• Saat Teduh

PERSEMBAHAN SYUKUR

• Nas Persembahan
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

• Pujian Persembahan

Sungguh kubangga Bapa Punya Allah seperti Engkau
Sungguh kubangga Yesus Akan sgala pengorbananMu
Tak ingin aku hidup Lepas dari kasihMu
KasihMu menyelamatkan Dan briku pengharapan

Kini kupersembahkan apa yang aku miliki
Memang tiada berarti bila dibanding dengan kasihMu
Namun kuingin membri dengan sukacita di hati
Karna kutahu ini menyenangkan hatiMu

DOA SYAFAAT
(Doa syafaat bisa langsung dipimpin oleh Ayah atau bisa dilakukan secara berantai, ayah, ibu, anak, kakek dan nenek)

PUJIAN PENGUTUSAN – Apa yang Kau Alami Kini

Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti
Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu

Tuhanmu tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti
Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan b'ri

Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia
Saatnya kan tiba nanti kau lihat pelangi kasihNya

BERKAT

Ayah:
Ingatlah bahwa kasih Tuhan tiada pernah berkesudahan, selalu baru setiap hari dan begitu besar setia Tuhan kepada kita. Mari kita lanjutkan hidup kita dan menerima berkat Tuhan:

“Tuhanlah penjagamu, matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga engkau dari segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin."

J : Amin, Amin, Amin.


Sepadan — Dua kali hari Minggu kita tidak bertemu di gedung gereja untuk bersekutu dan beribadah bersama-sama. Sebagai gantinya, kita beribadah dari rumah sejak beberapa minggu yang lalu hingga beberapa minggu ke depan.

Bosan.

Bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, belajar dari rumah telah membuat kita merasa bosan berada di rumah sepanjang pagi-siang-malam.

Bapak, ibu dan anak-anak pasti merasakan kebosanan yang sama kan?

Kalau hanya tiga hari di rumah, walaupun tidak keluar-keluar dari rumah, kita pasti senang. Tapi sekarang … sudah berhari-hari-hari (saking banyak harinya) kita sudah ada di rumah dan kita tidak sedang liburan di rumah saja. Tetap seperti biasa, hanya tidak keluar dari rumah.

Kalau kita berpikir ke sana, bener sih rasanya akan berujung pada kebosanan di rumah.

Akan tetapi, sepadan kah apa yang kita lakukan hari ini dengan apa yang akan kita dapatkan di kemudian hari? Jawaban dari pertanyaan itu akan membuat kita bisa melawan rasa bosan yang menyelimuti hati dan pikiran kita sekarang.

Pertanyaan tentang sepadan atau tidak sepadan menjadi latar belakang pembacaan Alkitab kita hari ini.

Ayat 4
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau domba jantan menghapuskan dosa.

Dalam Perjanjian Lama kita tahu bahwa darah adalah nyawa (Imamat 17:14, Ibrani 9:22) dan Korban Tebusan dari penyembelihan hewan dalam ibadah Yahudi di PL adalah untuk menebus dosa manusia.

Pertanyaannya? Sepadankah itu?

Manusia yang berdosa (dan upah dosa adalah maut) ditebus oleh darah (nyawa) dari hewan?

Perikop kita hari ini menjawab hal itu: tidak sepadan (ayat 4).

Ayat 5
tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku.

Tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib menjadi Korban Tebusan yang Agung bagi keselamatan jiwa manusia. Itulah yang menjadi kehendak Allah (ayat 7-9).

Hasil dari apa yang telah diperjuangkan Allah di dalam Kristus adalah … kita.

Umat percaya yang telah dikuduskanNya melalui korban yang sempurna, satu kali untuk selamanya.

Menarik untuk kita lihat arti kata kudus adalah dipisahkan, disucikan, dibersihkan.

Saya kok jadi kepikiran Sosial Distancing atau bahkan Lock Down adalah pengudusan juga ya. Kita dipisahkan terlebih dahulu, supaya pandemi virus Corona bisa kita lawan bersama-sama dan dunia kembali dipulihkan.

Untuk sekarang ini, di tengah situasi pandemi virus corona yang terus mewabah, gerak langkah bersama kita dalam memisahkan diri terlebih dahulu dari kerumunan massa …

Mungkin ini adalah jalan dari Tuhan agar kita semua memiliki satu pengalaman bersama tentang bagaimana Tuhan menguduskan seluruh umat manusia dari wabah penyakit.

Dan kita ikut berperan dalam proses pengudusan dari Tuhan bagi umat manusia sekarang.

Jadi, masihkah kita bosan untuk bekerja di rumah, beribadah di rumah, belajar di rumah?

Bertahanlah. Keselamatan yang dari Tuhan akan segera datang.

Post a Comment