Filipi 4:2-9 | Masa Tua: Masa Tetap Berpikir Positif

Filipi 4:2-9

Masa Tua: Masa Tetap Berpikir Positif — Apakah memang sedemikian sulitnya bagi kaum lansia untuk tetap berpikir positif terhadap kehidupannya yang sudah memasuki masa usia indah ini?

Saya mendapatkan sebuah puisi yang baik sekali dalam menggambarkan jawaban dari pertanyaan itu.

Puisi Kaum Sepuh

Aku memang sudah tua; Tapi aku punya semangat muda
Walau hidup tak sendiri; Tapi aku selalu mandiri
Aku memang sudah tua; Tapi aku berusaha berguna
Walau usia telah lewat senja; Tapi diriku masih bermakna
Aku memang sudah tua; Tapi aku selalu olah raga
Walau kulitku mulai keriput; Tapi langkahku tak seperti siput
Aku memang sudah tua; Tapi aku selalu berupaya
Walau aku tak berpangkat; Tapi aku tetap terhormat
Aku memang sudah tua; Tapi aku senang bekerja
Walau aku tak berdasi; Tapi hidupku tetap berfungsi
Aku memang sudah tua; Tapi aku senang membaca
Walau mataku mulai rabun; Tapi aku tidak pikun
Aku memang sudah tua; Tapi aku senang berwisata
Walau perjalanan jauuuh kutempuh; Tapi aku tak pernah mengeluh
Aku memang sudah tua; Tapi aku senang latih suara
Walau suaraku tak merdu lagi; Tapi aku selalu semangat menyanyi
Aku memang sudah tua; Tapi aku slalu berdoa
Walau rambutku tlah memutih; Tapi ibadahku tak pernah letih
(Sumber: kissparry.com - Puisi Kaum Sepuh)

Meskipun di masa usia indah kita bisa jadi dengan mudah menemukan keadaan yang membuat kita bisa berpikir negatif tentang diri kita (misalnya dalam puisi tadi: kondisi fisik yang mulai menurun, dll), akan tetapi selalu ada cara agar kita bisa memandang kehidupan di masa usia indah ini dengan se-positif itu.
Filipi 4:2-9
Nasihat-nasihat terakhir
4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Jemaat di Filipi terdiri dari orang-orang Kristen bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 16:33b), orang -orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen (Kisah Para Rasul 16:13). Mengutip situs bible.org, tujuan rasul Paulus menuliskan surat Filipi adalah sebagai berikut:

Pertama, jelas bahwa Paulus ingin gereja mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya dalam penjara (1:12-26) dan rencananya kalau dibebaskan (2:23-24). Kedua, kelihatannya ada perpecahan dalam gereja sehingga Paulus mendorong kerendahan hati agar ada kesatuan (2:1-18; 4:2-3).

Ketiga, Paulus menulis untuk menghilangkan pengajaran yang negatif dan akibat dari pengajar sesat tertentu (3:2-3). Keempat, Paulus menulis untuk menyuruh Timotius ke gereja untuk melaporkan kesehatan dan rencana tentang Efaproditus (2:19-30). Kelima, Paulus juga menulis untuk berterima kasih pada gereja untuk perhatianya dan pemberian mereka (4:10-20).

Perenungan kita hari ini ada dalam konteks nasihat-nasihat terakhir rasul Paulus (judul perikop Filipi 4:2-9) kepada anggota jemaat (dan para pelayan) di Filipi. Dalam menghadapi situasi yang terjadi ditengah jemaat, terutama ketika terjadi perpecahan (seperti yang tergambar dalam Filipi 4:2, ada ketidaksehati-sepikir-an dalam pelayanan), maka rasul Paulus menuliskan ayat 8-9 yang menjadi perenungan kita hari ini.

Memfokuskan pada pikiran-pikiran yang pada akhirnya membuat kehidupan jemaat bertumbuh – berkembang (bukan malah jadi ribut setiap hari) dengan semua pengajaran tentang iman Kristen yang benar (bukan yang menyesatkan) dan semakin rindu (bukan malah jadi malas beribadah karena ketemu dengan orang yang selalu ribut) untuk melayani Kristus dalam kehidupan keseharian mereka, adalah tujuan utama dari Filipi 4:8-9.

RELEVANSI

1. Sama seperti jemaat di Filipi yang seringkali tergoda pada pemikiran-pemikiran yang pada akhirnya membawa kehidupan jemaat tidak berkembang seturut dengan kehendak Tuhan, setiap kita pun sebagai kaum lansia seringkali tergoda oleh pemikiran-pemikiran yang pada akhirnya membuat kita yang sudah ada di masa usia indah ini menjadi kehilangan keindahan masa usia lanjut ini.

2. Kita perlu memilah dan memilih pikiran-pikiran yang akan kita hidupi dalam menapaki masa usia indah ini. Memfokuskan pada pikiran yang dari situ membuat setiap kita benar-benar dapat menemukan keindahan yang sejati di masa usia indah ini, adalah kerinduan setiap kita.

PERTANYAAN PENDALAMAN

Menurut bapak dan ibu, sebesar apa peran persekutuan kaum lansia (di ibadah kategorial kaum lansia) dapat menolong setiap kita untuk mencapai tujuan dari Filipi 4:8-9 (menjadi Persekutuan yang mengembangkan pemikiran positif)? Pikiran positif seperti apa yang harus kita kembangkan di masa usia indah ini dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita? (GA)

Post a Comment