Efesus 5:1-21 | Hidup sebagai Anak-anak Terang

Efesus 5:1-21

Tata Kebaktian Rumah Tangga, 25-26 Maret 2020

Hidup sebagai Anak Terang
Efesus 5:1-21

Persiapan Ibadah
• Saat Teduh

PANGGILAN BERIBADAH

Ayah:
Mari kita datang kepada TUHAN yang setia menjagai kehidupan keluarga kita

Ibu:
Mari kita beribadah kepadaNya dan bersyukur atas penyertaaan dan berkatNya yang selalu baru setiap hari

Anak-anak dan Kakek-Nenek:
Tidak lupa kita juga datang kepadaNya untuk memohon pemulihan bagi bangsa ini dan seluruh dunia dari pandemi virus Corona

Semua:
Tuhan pulihkanlah negeri kami, Tuhan pulihkanlah bumi ini.

PUJIAN – Tuhan Pulihkan

Kami umatMu rendahkan diri sujud dan berdoa, mencari wajahMu Berbalik dari jalan kami yang jahat. Oleh anug'rahMu, ampunilah Oleh anug'rahMu, pulihkanlah

Tuhan pulihkan, Bapa pulihkan. Kembalikan bangsa kami kepadaMu Tuhan pulihkan. Ampunilah bangsa kami Dan pulihkan kembali neg'ri kami

PENEGUHAN KEBAKTIAN

Ayah:
Kebaktian kita pada malam ini boleh terjadi karena kita percaya bahwa TUHAN lah yang menjadi Sumber Keselamatan kita melalui Yesus Kristus, PuteraNya yang tunggal, dan yang selalu menyertai kehidupan kita dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus.

Semua:
Amin.

DOA SYUKUR

PUJIAN PERSIAPAN FIRMAN

Bagaikan bejana siap dibentuk. Demikian hidupku di tanganMu Dengan urapan kuasa RohMu ku dibaharui selalu Jadikan ku alat dalam rumahMu inilah hidupku di tanganMu Bentuklan sturut kehendakMu pakailah sesuai rencanaMu Ku mau sperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu Dalam segnap jalanku, memuliakan namaMu

PELAYANAN FIRMAN
• Doa
• Renungan

Hidup sebagai anak-anak terang
5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

• Saat Teduh

PERSEMBAHAN SYUKUR

• Nas Persembahan
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

• Pujian Persembahan

Betapa hatiku berterima kasih Yesus. Kau mengasihiku, Kau memilikiku Hanya ini Tuhan persembahanku, segenap hidupku jiwa dan ragaku Sebab tak kumiliki harta kekayaan yang cukup berarti tuk ku persembahkan Hanya ini Tuhan permohonanku. Terimalah Tuhan persembahanku Pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku.

DOA SYAFAAT
(Doa syafaat bisa langsung dipimpin oleh Ayah atau bisa dilakukan secara berantai, ayah, ibu, anak, kakek dan nenek)

PUJIAN PENGUTUSAN - PKJ 138 Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara

1. SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara. Di kala suka, di saat gelap. KasihMu, Allahku, tidak berubah, ‘Kaulah Pelindung abadi tetap.

Reff: SetiaMu Tuhanku, mengharu hatiku, setiap pagi bertambah jelas. Yang ‘ku perlukan tetap ‘Kau berikan, sehingga akupun puas lelas.

3. DamaiMu ‘Kau beri, dan pengampunan dan rasa kuatir pun hilang lenyap, kar’na ‘ku tahu pada masa mendatang: Tuhan temanku di t’rang dan gelap. Reff:

BERKAT

Ayah:
Ingatlah bahwa kasih Tuhan tiada pernah berkesudahan, selalu baru setiap hari dan begitu besar setia Tuhan kepada kita. Mari kita lanjutkan hidup kita dan menerima berkat Tuhan:

“Tuhanlah penjagamu, matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga engkau dari segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin."

J : Amin, Amin, Amin.

Hidup sebagai Anak Terang — Hari-hari belakangan ini serasa dunia terbalik karena upaya kita bersama dalam memulihkan diri dan bangsa dari pandemi virus Corona.

Bagaimana tidak terbalik?

Yang biasanya kita mengajak orang untuk beribadah bersama-sama di gedung gereja, untuk saat ini justru kita mendorong semua agar beribadah di rumah.

Yang biasanya kita mengingatkan anak-anak untuk semangat pergi ke sekolah, hari ini malah kita sebagai orang tua yang berusaha menjelaskan kenapa harus berlajar di rumah terlebih dahulu.

Yang biasanya kita disibukkan dengan keseharian pekerjaan masing-masing, kini beberapa ruas jalan sudah mulai sepi … bekerja di kantor dialihkan sementara waktu untuk bekerja dari rumah.


Semuanya itu kita lakukan demi satu tujuan bersama: menyetop penyebaran virus Corona hingga tepat pada waktunya nanti, negeri ini mengalami pemulihan.

Oleh sebab itu membaca perikop kita hari ini, lagi-lagi, semoga kita tidak membenturkan keimanan kita kepada Tuhan dengan langkah bersama yang kita ambil sebagai bangsa untuk melakukan social distancing, yang salah satunya dengan cara “bekerja-belajar-beribadah di rumah saja”, untuk saat ini.

Rasul Paulus dalam perikop kita hari ini dengan tegas meminta kepada jemaat di Efesus untuk menjadi “penurut-penurut Allah” (ayat 1). Dalam konteks pada waktu itu, menjadi penurut Allah artinya adalah tidak turut ambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan (ayat 11), melainkan melakukan tindakan-tindakan yang baik seturut dengan apa yang telah diteladankan melalui Yesus sehingga kehidupan orang percaya menerangi kegelapan dan mengubahkan yang gelap menjadi terang.

Bila Rasul Paulus hidup di zaman sekarang, tepat di hari ini ketika kita bersama sedang bergumul dalam melawan penyebaran pandemi Corona, menurut bapak dan ibu, apa yang akan TUHAN katakan melalui Rasul Paulus dalam menyikapi situasi sekarang ini untuk kita hidup sebagai anak-anak terang?


Kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya, saya akan menjawab sosial distancing yang sedang kita lakukan sekarang inilah yang justru harus dilakukan oleh setiap kita sebagai orang percaya dalam perjuangan kita untuk “menerangi”, memulihkan bangsa ini.

Di media sosial sudah banyak hal yang kita lihat dalam membuka kesadaran kita bahwa yang kita lakukan sekarang ini (yaitu melakukan social distancing) adalah sikap yang harus diambil demi pemulihan bersama.

melawan pandemi corona
Bertahanlah sebentar lagi dalam menerangi dunia melalui cara yang tidak biasa seperti yang kita lakukan sekarang ini: bekerja-belajar-beribadah di rumah saja. Sehingga bangsa kita, bumi kita boleh dipulihkan kembali oleh TUHAN, penyelamat kita.

Tuhan menolong dan menguatkan kita.

Post a Comment