1 Timotius 4:1-16 | Langka - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

pemuda gereja
Renungan Warta, 11 Agustus 2019

Apakah menemukan anak muda Kristen yang militan dalam pelayanan gereja hari ini sudah menjadi suatu kelangkaan? Di kebaktian Minggu kali ini, cobalah tengok kanan-kiri depan-belakang bapak dan ibu, hitunglah berapa kaum muda yang hadir di dalam kebaktian hari ini?

Atau sekali-sekali tengoklah ke dalam kebaktian kaum muda kita yang diadakan setiap dua minggu sekali (Sabtu kedua dan Sabtu keempat) setiap bulannya, berapa jumlah pemuda kita yang hadir dalam ibadah tersebut?

Bung Karno pernah berkata, "Berikanlah aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia". Aduh bung, menemukan 10 pemuda (bagi kami, di gereja) seringkali itu bukan perkara yang mudah lho.

Makanya kita patut heran dan sekaligus salut dengan apa yang dilakukan oleh Timotius dalam pembacaan Alkitab kita hari ini. Salah satu tafsir menyebutkan bahwa Timotius telah ambil bagian dalam pelayanan bersama rasul Paulus (1 Korintus 16:11) sejak usia Timotius 15 atau 16 atau 17 tahun (Expositor's Greek Testament).

Di saat orang muda seusianya di masa kini hanya disibukkan oleh kegiatan hariannya yang berupa sekolah, gaul, pacaran, atau bahkan sudah mulai bekerja, tokh dengan usia yang sama (teenager) Timotius tetap juga masih dapat melakukan sesuatu dalam pelayanan bagi Tuhan.

Jadi ada apa sebenarnya dengan kehidupan anak-anak muda Kristen yang marak terjadi di mana-mana di masa kini? Apa yang bisa kita lakukan dalam menjangkau kaum muda gereja?

Paling tidak dalam pembacaan Alkitab kita hari ini rasul Paulus menunjukkan salah satu caranya bagi kita sekalian untuk menjangkau kaum muda, yaitu: selalu menjadi teman seperjalanan yang menopang dan yang menjadi teladan dan juga memberikan arahan-arahan yang baik seturut firman Tuhan. (GA)

Menjadi dewasa memang adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Jauh lebih mudah melompatinya dan beralih dari masa kanak-kanak ke masa kanak-kanak yang lain. (F. Scott Fitzgerald)

1 Timotius 4:1-16 | Langka

pemuda gereja
Renungan Warta, 11 Agustus 2019

Apakah menemukan anak muda Kristen yang militan dalam pelayanan gereja hari ini sudah menjadi suatu kelangkaan? Di kebaktian Minggu kali ini, cobalah tengok kanan-kiri depan-belakang bapak dan ibu, hitunglah berapa kaum muda yang hadir di dalam kebaktian hari ini?

Atau sekali-sekali tengoklah ke dalam kebaktian kaum muda kita yang diadakan setiap dua minggu sekali (Sabtu kedua dan Sabtu keempat) setiap bulannya, berapa jumlah pemuda kita yang hadir dalam ibadah tersebut?

Bung Karno pernah berkata, "Berikanlah aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia". Aduh bung, menemukan 10 pemuda (bagi kami, di gereja) seringkali itu bukan perkara yang mudah lho.

Makanya kita patut heran dan sekaligus salut dengan apa yang dilakukan oleh Timotius dalam pembacaan Alkitab kita hari ini. Salah satu tafsir menyebutkan bahwa Timotius telah ambil bagian dalam pelayanan bersama rasul Paulus (1 Korintus 16:11) sejak usia Timotius 15 atau 16 atau 17 tahun (Expositor's Greek Testament).

Di saat orang muda seusianya di masa kini hanya disibukkan oleh kegiatan hariannya yang berupa sekolah, gaul, pacaran, atau bahkan sudah mulai bekerja, tokh dengan usia yang sama (teenager) Timotius tetap juga masih dapat melakukan sesuatu dalam pelayanan bagi Tuhan.

Jadi ada apa sebenarnya dengan kehidupan anak-anak muda Kristen yang marak terjadi di mana-mana di masa kini? Apa yang bisa kita lakukan dalam menjangkau kaum muda gereja?

Paling tidak dalam pembacaan Alkitab kita hari ini rasul Paulus menunjukkan salah satu caranya bagi kita sekalian untuk menjangkau kaum muda, yaitu: selalu menjadi teman seperjalanan yang menopang dan yang menjadi teladan dan juga memberikan arahan-arahan yang baik seturut firman Tuhan. (GA)

Menjadi dewasa memang adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Jauh lebih mudah melompatinya dan beralih dari masa kanak-kanak ke masa kanak-kanak yang lain. (F. Scott Fitzgerald)

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email