Matius 26:17-25 | Judas Kiss - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

judas kiss
Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya
26:17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
26:18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
26:22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Judas Kiss — Selalu ya, jika kita ketemu dengan Yudas maka yang ada dalam benak kita adalah pengkhianat. Saya jarang ketemu orang Kristen yang dikasih nama Yudas. Yudas Indra Pratama Atje, atau Yudas Kailola. Gak ada.

Saking terkenal buruknya nama Yudas, sampe ada istilah "Judas Kiss", yang artinya ciuman Yudas, yang artinya seseorang yang pura-pura baik di depan, tapi nusuk dari belakang. Pengkhianat.

Sewaktu saya mempersiapkan renungan ini, saya juga keinget dengan satu istilah yang kita sering ketemu stikernya. Jesus Inside, yang artinya ada Yesus di dalamku, artinya orang baik. Nah, perikop kita kebalikannya. Bukan Yesus di dalam, tetapi Judas Inside. Jadi bagaimana kalau begitu?

Kita tahu ya, persoalan Yudas adalah karena Yudas menjual dan menyerahkan Yesus. Dalam perikop sebelumnya ada keterangan itu. Dengan harga yang murah pula. Hanya 30 keping uang perak dan itu sangat murah.

1 keping perak = 3 dinar uang Romawi
1 dinar = upah buruh sehari
Maka 30 keping perak = 90 dinar

Jika di kurs rupiah misalkan UMR sehari itu katakanlah 100.000,- maka 30 keping perak hanya sebesar 9 juta saja.

Lalu apa motif Yudas menjual Yesus? Ini yang masih terus menerus orang cari tahu lebih lagi.

Dahulu, orang selalu mengaitkan karena Yudas itu bendahara yang "curang", maka pasti Yudas melakukan pengkhianatan itu semata hanya karena tamak, rakus, maruk duit. Biar cuma 9 juta doang diembat juga.

Akan tetapi kan Yudas membuang uang 30 perak itu sewaktu Yesus dihukum salib.

Maka dari itulah banyak orang yang mulai mencari penafsiran baru terhadap Yudas ini yang tidak semata-mata karena motif uang saja. Mungkin ada motif yang lainnya.

Mungkin Yudas menilai Yesus ini terlalu lambat dalam melakukan pergerakan. Sedangkan pengharapan banyak orang Israel adalah mereka melihat Yesus itu sebagai seorang Mesias yang bisa membawa Israel mengalahkan penjajah Romawi.

Yudas melihat Yesus memiliki potensi itu namun terlalu lambat dalam pergerakan, menurut Yudas. Sehingga Yudas memancing Yesus untuk bergerak. Dengan cara? Yudas mengira kalau Yesus terpojok (seperti yang nanti akan terjadi di Taman Getsemani), maka disitulah Yesus mulai menggalang masa untuk melakukan pemberontakan terhadap penjajah Romawi.

Akan tetapi Yudas salah. Semua yang diperkirakannya meleset. Justru Yesus tidak melakukan apa yang dimau oleh Yudas, oleh sebab itulah Yudas berakhir dengan bunuh diri.

Nah, apa yang bisa kita renungkan dari kisah Yudas dengan Yesus ini? Satu hal saja yang mau saya ajak untuk kita renungkan bersama

Kita tidak bisa melarang atau menghindari jika ada orang-orang yang tipe "Judas Inside" ini: pengkhianat, jahat, mau menang sendiri, menghalalkan segala cara, dan lain lain yang gak enak itu.

Mau dihindari bagaimana? Kita akan selalu bertemu dengan yang seperti itu dalam keseharian kita, di mana saja.

Akan tetapi janji Tuhan adalah ini: Orang bisa saja mereka-rekakan apa yang buruk dalam kehidupan kita. Pernah? Tetapi Tuhan sangat ahli dalam membuat rencana yang sama sekali berbeda bahkan ketika rencana jahar dari si tipe "Judas Inside" ini sudah terjadi.

Yesus? Dikhianati, dijual, dihukum salib, mati. Iblis senang dengan hal itu, tetapi siapa yang menyangka Dia merebut senyuman kemenangan iblis itu dengan kebangkitan Kristus.

Kalau di PL, masih ingat dengan pengalaman Yusuf? Dijahati oleh saudara-saudara kandungnya, dilupakan oleh orang yang ditolongnya di penjara. Akan tetapi ...

Selalu tersedia kuasa Tuhan untuk membalikkan keadaan.

Apakah kuasa Tuhan untuk membalikkan keadaan adalah bagian dari kisah kehidupan kita di hari ini juga? Semoga dan Amin.

Matius 26:17-25 | Judas Kiss

judas kiss
Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya
26:17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
26:18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
26:22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Judas Kiss — Selalu ya, jika kita ketemu dengan Yudas maka yang ada dalam benak kita adalah pengkhianat. Saya jarang ketemu orang Kristen yang dikasih nama Yudas. Yudas Indra Pratama Atje, atau Yudas Kailola. Gak ada.

Saking terkenal buruknya nama Yudas, sampe ada istilah "Judas Kiss", yang artinya ciuman Yudas, yang artinya seseorang yang pura-pura baik di depan, tapi nusuk dari belakang. Pengkhianat.

Sewaktu saya mempersiapkan renungan ini, saya juga keinget dengan satu istilah yang kita sering ketemu stikernya. Jesus Inside, yang artinya ada Yesus di dalamku, artinya orang baik. Nah, perikop kita kebalikannya. Bukan Yesus di dalam, tetapi Judas Inside. Jadi bagaimana kalau begitu?

Kita tahu ya, persoalan Yudas adalah karena Yudas menjual dan menyerahkan Yesus. Dalam perikop sebelumnya ada keterangan itu. Dengan harga yang murah pula. Hanya 30 keping uang perak dan itu sangat murah.

1 keping perak = 3 dinar uang Romawi
1 dinar = upah buruh sehari
Maka 30 keping perak = 90 dinar

Jika di kurs rupiah misalkan UMR sehari itu katakanlah 100.000,- maka 30 keping perak hanya sebesar 9 juta saja.

Lalu apa motif Yudas menjual Yesus? Ini yang masih terus menerus orang cari tahu lebih lagi.

Dahulu, orang selalu mengaitkan karena Yudas itu bendahara yang "curang", maka pasti Yudas melakukan pengkhianatan itu semata hanya karena tamak, rakus, maruk duit. Biar cuma 9 juta doang diembat juga.

Akan tetapi kan Yudas membuang uang 30 perak itu sewaktu Yesus dihukum salib.

Maka dari itulah banyak orang yang mulai mencari penafsiran baru terhadap Yudas ini yang tidak semata-mata karena motif uang saja. Mungkin ada motif yang lainnya.

Mungkin Yudas menilai Yesus ini terlalu lambat dalam melakukan pergerakan. Sedangkan pengharapan banyak orang Israel adalah mereka melihat Yesus itu sebagai seorang Mesias yang bisa membawa Israel mengalahkan penjajah Romawi.

Yudas melihat Yesus memiliki potensi itu namun terlalu lambat dalam pergerakan, menurut Yudas. Sehingga Yudas memancing Yesus untuk bergerak. Dengan cara? Yudas mengira kalau Yesus terpojok (seperti yang nanti akan terjadi di Taman Getsemani), maka disitulah Yesus mulai menggalang masa untuk melakukan pemberontakan terhadap penjajah Romawi.

Akan tetapi Yudas salah. Semua yang diperkirakannya meleset. Justru Yesus tidak melakukan apa yang dimau oleh Yudas, oleh sebab itulah Yudas berakhir dengan bunuh diri.

Nah, apa yang bisa kita renungkan dari kisah Yudas dengan Yesus ini? Satu hal saja yang mau saya ajak untuk kita renungkan bersama

Kita tidak bisa melarang atau menghindari jika ada orang-orang yang tipe "Judas Inside" ini: pengkhianat, jahat, mau menang sendiri, menghalalkan segala cara, dan lain lain yang gak enak itu.

Mau dihindari bagaimana? Kita akan selalu bertemu dengan yang seperti itu dalam keseharian kita, di mana saja.

Akan tetapi janji Tuhan adalah ini: Orang bisa saja mereka-rekakan apa yang buruk dalam kehidupan kita. Pernah? Tetapi Tuhan sangat ahli dalam membuat rencana yang sama sekali berbeda bahkan ketika rencana jahar dari si tipe "Judas Inside" ini sudah terjadi.

Yesus? Dikhianati, dijual, dihukum salib, mati. Iblis senang dengan hal itu, tetapi siapa yang menyangka Dia merebut senyuman kemenangan iblis itu dengan kebangkitan Kristus.

Kalau di PL, masih ingat dengan pengalaman Yusuf? Dijahati oleh saudara-saudara kandungnya, dilupakan oleh orang yang ditolongnya di penjara. Akan tetapi ...

Selalu tersedia kuasa Tuhan untuk membalikkan keadaan.

Apakah kuasa Tuhan untuk membalikkan keadaan adalah bagian dari kisah kehidupan kita di hari ini juga? Semoga dan Amin.

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email