Yesaya 43:1-7 | Hidup Tak Semudah Cocote Motivator - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

hidup tak semudah cocote motivator
Renungan Warta, 13 Januari 2019

Saya selalu percaya bahwa perkataan positif-membangun selalu sulit untuk diaminkan oleh banyak orang ketika pergumulan berat menghampiri hidup mereka.

Perkataan yang menguatkan, menghibur, memotivasi untuk terus maju, bukanlah perkataan yang mudah diterima ketika seseorang berada di jalan yang sukar.

Salah-salah, maksud hati mau menguatkan atau menghibur, nantinya malah seperti meme yang sudah sering kita temukan di google: Hidup tak semudah cocote (perkataan) Merry Riana (atau dahulu ada Mario Teguh).

Menggampangkan hidup, tak semudah realita.

Termasuk juga, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh pendeta sekalipun: Hidup tak semudah cocote pendeta Gerry (atau pendeta manapun juga yang berusaha untuk terus membangun kehidupan kita semua).

Jangan tanya kenapa, karena memang susah untuk percaya bahwa setiap kita bisa membangun puing-puing kehidupan kita kembali dari pergumulan berat yang meruntuhkan bangunan kehidupan kita.

Israel dalam pembacaan Alkitab kita ya apa gak sulit untuk menerima Firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesaya kepada mereka yang duduk termangu memandang Yerusalem yang hancur lebur dan kini mereka menjadi budak di negeri pembuangan (Bnd. Yesaya 39:5-6).

Dan sekarang, Tuhan berkata dalam perikop kita hari ini kepada mereka yang berada di dalam pembuangan: Aku telah menebus, Aku telah memanggil, Aku akan menyertai, Aku akan menghimpun dst ...

Semua janji yang hari itu belum dilihat sama sekali oleh bangsa Israel karena yang mereka lihat hari itu adalah mereka masih saja tetap ada di negeri pembuangan.

Pemahaman kita terhadap janji Tuhan seringkali dikacaukan dengan kenyataan bahwa janji yang kita terima dari manusia ternyata tidak ditepati oleh manusia yang memberikan janji tersebut.

Hidup memang tidak akan pernah menjadi mudah sama sekali, namun janji Tuhan sedari dahulu kala juga sudah pasti bukanlah janji palsu dari pemberi pengharapan palsu. (GA)
Sumber gambar: Google

Kebanyakan orang mempercayai keraguan mereka dan meragukan kepercayaan mereka; Beri makan imanmu dan lihatlah keraguanmu mati kelaparan. (John L. Mason, Mustahil Menjadi Mungkin, 19)

Yesaya 43:1-7 | Hidup Tak Semudah Cocote Motivator

hidup tak semudah cocote motivator
Renungan Warta, 13 Januari 2019

Saya selalu percaya bahwa perkataan positif-membangun selalu sulit untuk diaminkan oleh banyak orang ketika pergumulan berat menghampiri hidup mereka.

Perkataan yang menguatkan, menghibur, memotivasi untuk terus maju, bukanlah perkataan yang mudah diterima ketika seseorang berada di jalan yang sukar.

Salah-salah, maksud hati mau menguatkan atau menghibur, nantinya malah seperti meme yang sudah sering kita temukan di google: Hidup tak semudah cocote (perkataan) Merry Riana (atau dahulu ada Mario Teguh).

Menggampangkan hidup, tak semudah realita.

Termasuk juga, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh pendeta sekalipun: Hidup tak semudah cocote pendeta Gerry (atau pendeta manapun juga yang berusaha untuk terus membangun kehidupan kita semua).

Jangan tanya kenapa, karena memang susah untuk percaya bahwa setiap kita bisa membangun puing-puing kehidupan kita kembali dari pergumulan berat yang meruntuhkan bangunan kehidupan kita.

Israel dalam pembacaan Alkitab kita ya apa gak sulit untuk menerima Firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesaya kepada mereka yang duduk termangu memandang Yerusalem yang hancur lebur dan kini mereka menjadi budak di negeri pembuangan (Bnd. Yesaya 39:5-6).

Dan sekarang, Tuhan berkata dalam perikop kita hari ini kepada mereka yang berada di dalam pembuangan: Aku telah menebus, Aku telah memanggil, Aku akan menyertai, Aku akan menghimpun dst ...

Semua janji yang hari itu belum dilihat sama sekali oleh bangsa Israel karena yang mereka lihat hari itu adalah mereka masih saja tetap ada di negeri pembuangan.

Pemahaman kita terhadap janji Tuhan seringkali dikacaukan dengan kenyataan bahwa janji yang kita terima dari manusia ternyata tidak ditepati oleh manusia yang memberikan janji tersebut.

Hidup memang tidak akan pernah menjadi mudah sama sekali, namun janji Tuhan sedari dahulu kala juga sudah pasti bukanlah janji palsu dari pemberi pengharapan palsu. (GA)
Sumber gambar: Google

Kebanyakan orang mempercayai keraguan mereka dan meragukan kepercayaan mereka; Beri makan imanmu dan lihatlah keraguanmu mati kelaparan. (John L. Mason, Mustahil Menjadi Mungkin, 19)

Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email