1 Petrus 5:7 | Berserah Bukan Pasrah - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

berserah bukan pasrah
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

PENGANTAR

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata khawatir sebagai suatu kata sifat yang artinya takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.

Selama kita masih ada, rasanya akan selalu saja muncul perasaan khawatir tentang banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Pergumulan yang terjadi, jawaban dari Tuhan yang kita rasa belum kita temukan biasanya menjadi penyebab seseorang menjadi khawatir.

Terlebih, sebagai kaum lansia, kita juga memiliki kekhawatiran tersendiri dalam menghadapi masa usia indah kita ini, misalnya seperti apa yang tergambar dalam nyanyian Pelengkap Kidung Jemaat 248 (terutama bagian refreinnya) dibawah ini:

1. Ya Tuhan, Engkau perlindunganku. Sejak masa mudaku, Engkaulah harapanku. Sejak dari kandungan, padaMu ‘ku bertopang. (Reff:)
2. Ya Tuhan, Engkau perlindunganku. Engkau s’lalu kupuji, bersyukur tiap hari, kar’na karyaMu Tuhan yang adil dan ajaib. (Reff:)
3. Ya Tuhan, Engkau t’lah mengajarku sejak masa kecilku hingga masa tuaku, supaya ‘ku b’ritakan kuasaMu ya Tuhan. (Reff:)

Refrein: Jangan ‘ku terbuang pada masa tuaku, Tuhan jangan Kau tinggalkan ‘pabila habis dayaku, agar aku tak dicemooh, agar aku tak dibenci, kar’na hanya Tuhanlah perlindunganku.

PENJELASAN TEKS

Bahan pembacaan Alkitab kita hari ini ditujukan oleh Rasul Petrus kepada orang-orang percaya yang ada di perantauan (di luar Israel, lih. 1 Petrus 1:1-2). Menyadari bahwa teks yang kita baca hari ini adalah ditujukan kepada para perantauan di luar Israel, membuat kita bisa memahami mengapa mereka mengalami banyak pergumulan yang membuat mereka khawatir.

Pergumulan yang datang bukan hanya karena mereka berbeda dengan masyarakat di sekitar mereka (yang bukan orang percaya, misalnya di 1 Petrus 1:6). Tetapi juga pergumulan yang disebabkan karena di dalam kehidupan sesama orang percaya pun ada suasana yang tidak nyaman terjadi di antara mereka (misalnya: 1 Petrus 4:9, 5:2-3, 5).

Tuhan melalui Rasul Petrus, menyikapi semua pergumulan yang dihadapi oleh jemaat Kristen pada waktu itu salah satunya dengan mengingatkan jemaat untuk “Menyerahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Menarik untuk kita cermati bersama, kata yang diterjemahkan menjadi “kuatir” berasal dari kata benda Yunani (1): merimnan – μέριμναν. Kata kerja (2) dari merimnan adalah merimnao – μεριμνάω. Salah satu arti kata merimnao adalah membagi pikiran. Saat seseorang khawatir, yang sedang dilakukan oleh orang tersebut sebenarnya dia sedang membagi pikirannya ke banyak cabang sehingga fokusnya tidak lagi hanya kepada Tuhan. Itulah sebabnya 1 Petrus 5:7 menegaskan agar setiap orang percaya menyerahkan “semua pikirannya yang terbagi-bagi itu” hanya kepada Tuhan saja.

(1) https://biblehub.com/text/1_peter/5-7.htm
(2) https://biblehub.com/greek/3309.htm

RELEVANSI

Saat kekhawatiran muncul di dalam kehidupan kita, setiap kita harus memilih jalan mana yang akan kita ambil untuk menghadapi rasa khawatir itu. Dua jalan, berserah atau pasrah, umumnya menjadi pilihan yang harus kita tentukan dalam menghadapi kekhawatiran.

Saya membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pasrah (3) nampaknya tidak terlalu berbeda jauh artinya dengan kata berserah.

pasrah/pas•rah/ v menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kepada takdir dengan hati yang tabah; ia -- kepada apa yang akan diputuskan oleh pengadilan;
berpasrah/ber•pas•rah/ v berserah (diri): ~ diri kepada Tuhan sambil berdoa agar terhindar dari malapetaka;
memasrahkan/me•mas•rah•kan/ v menyerahkan: pengungsi itu ~ nasibnya kepada negara yang menampung mereka;
kepasrahan/ke•pas•rah•an/ n perihal pasrah

Namun, satu hal yang perlu kita garis bawahi, kata pasrah memang terkesan agak pasif. Berpikiran negatif, cenderung tidak mau berbuat apa-apa dan menyerah dalam terus mengupayakan perubahan di kehidupan kita ini (kalau dalam bahasa iman saudara kita yang lain dikatakan: “ini mah sudah takdir”). Maaf, apabila keluarga kita hari ini kurang harmonis, kita gak boleh pasrah. Kita harus berjuang untuk mengubah keadaan. Begitu kan ya.

Sedangkan kata berserah kepada Tuhan lebih positif daripada sekedar “menyerah kepada keadaan”. Berserah berarti turut dan mengikuti kehendak Tuhan dalam hidupnya, percaya dan menyerahkan diri pada rencana dan pimpinan Tuhan, berpikiran positif/optimis. Mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya.

(3) https://kbbi.web.id/pasrah

PERTANYAAN PENDALAMAN

- Diskusikanlah kekhawatiran seperti apa saja yang umumnya kita hadapi sebagai kaum lansia.
- Sharingkanlah hal-hal seperti apa saja yang bisa membuat kita melawan dan mengalahkan kekhawatiran itu.

Kekuatiran tidak pernah melenyapkan kesedihan dari hari esok, ini hanya merampas rasa sukacita dari hari ini. (Leo Buscaglia)

1 Petrus 5:7 | Berserah Bukan Pasrah

berserah bukan pasrah
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

PENGANTAR

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata khawatir sebagai suatu kata sifat yang artinya takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.

Selama kita masih ada, rasanya akan selalu saja muncul perasaan khawatir tentang banyak hal yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Pergumulan yang terjadi, jawaban dari Tuhan yang kita rasa belum kita temukan biasanya menjadi penyebab seseorang menjadi khawatir.

Terlebih, sebagai kaum lansia, kita juga memiliki kekhawatiran tersendiri dalam menghadapi masa usia indah kita ini, misalnya seperti apa yang tergambar dalam nyanyian Pelengkap Kidung Jemaat 248 (terutama bagian refreinnya) dibawah ini:

1. Ya Tuhan, Engkau perlindunganku. Sejak masa mudaku, Engkaulah harapanku. Sejak dari kandungan, padaMu ‘ku bertopang. (Reff:)
2. Ya Tuhan, Engkau perlindunganku. Engkau s’lalu kupuji, bersyukur tiap hari, kar’na karyaMu Tuhan yang adil dan ajaib. (Reff:)
3. Ya Tuhan, Engkau t’lah mengajarku sejak masa kecilku hingga masa tuaku, supaya ‘ku b’ritakan kuasaMu ya Tuhan. (Reff:)

Refrein: Jangan ‘ku terbuang pada masa tuaku, Tuhan jangan Kau tinggalkan ‘pabila habis dayaku, agar aku tak dicemooh, agar aku tak dibenci, kar’na hanya Tuhanlah perlindunganku.

PENJELASAN TEKS

Bahan pembacaan Alkitab kita hari ini ditujukan oleh Rasul Petrus kepada orang-orang percaya yang ada di perantauan (di luar Israel, lih. 1 Petrus 1:1-2). Menyadari bahwa teks yang kita baca hari ini adalah ditujukan kepada para perantauan di luar Israel, membuat kita bisa memahami mengapa mereka mengalami banyak pergumulan yang membuat mereka khawatir.

Pergumulan yang datang bukan hanya karena mereka berbeda dengan masyarakat di sekitar mereka (yang bukan orang percaya, misalnya di 1 Petrus 1:6). Tetapi juga pergumulan yang disebabkan karena di dalam kehidupan sesama orang percaya pun ada suasana yang tidak nyaman terjadi di antara mereka (misalnya: 1 Petrus 4:9, 5:2-3, 5).

Tuhan melalui Rasul Petrus, menyikapi semua pergumulan yang dihadapi oleh jemaat Kristen pada waktu itu salah satunya dengan mengingatkan jemaat untuk “Menyerahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Menarik untuk kita cermati bersama, kata yang diterjemahkan menjadi “kuatir” berasal dari kata benda Yunani (1): merimnan – μέριμναν. Kata kerja (2) dari merimnan adalah merimnao – μεριμνάω. Salah satu arti kata merimnao adalah membagi pikiran. Saat seseorang khawatir, yang sedang dilakukan oleh orang tersebut sebenarnya dia sedang membagi pikirannya ke banyak cabang sehingga fokusnya tidak lagi hanya kepada Tuhan. Itulah sebabnya 1 Petrus 5:7 menegaskan agar setiap orang percaya menyerahkan “semua pikirannya yang terbagi-bagi itu” hanya kepada Tuhan saja.

(1) https://biblehub.com/text/1_peter/5-7.htm
(2) https://biblehub.com/greek/3309.htm

RELEVANSI

Saat kekhawatiran muncul di dalam kehidupan kita, setiap kita harus memilih jalan mana yang akan kita ambil untuk menghadapi rasa khawatir itu. Dua jalan, berserah atau pasrah, umumnya menjadi pilihan yang harus kita tentukan dalam menghadapi kekhawatiran.

Saya membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pasrah (3) nampaknya tidak terlalu berbeda jauh artinya dengan kata berserah.

pasrah/pas•rah/ v menyerah(kan) sepenuhnya: marilah kita -- kepada takdir dengan hati yang tabah; ia -- kepada apa yang akan diputuskan oleh pengadilan;
berpasrah/ber•pas•rah/ v berserah (diri): ~ diri kepada Tuhan sambil berdoa agar terhindar dari malapetaka;
memasrahkan/me•mas•rah•kan/ v menyerahkan: pengungsi itu ~ nasibnya kepada negara yang menampung mereka;
kepasrahan/ke•pas•rah•an/ n perihal pasrah

Namun, satu hal yang perlu kita garis bawahi, kata pasrah memang terkesan agak pasif. Berpikiran negatif, cenderung tidak mau berbuat apa-apa dan menyerah dalam terus mengupayakan perubahan di kehidupan kita ini (kalau dalam bahasa iman saudara kita yang lain dikatakan: “ini mah sudah takdir”). Maaf, apabila keluarga kita hari ini kurang harmonis, kita gak boleh pasrah. Kita harus berjuang untuk mengubah keadaan. Begitu kan ya.

Sedangkan kata berserah kepada Tuhan lebih positif daripada sekedar “menyerah kepada keadaan”. Berserah berarti turut dan mengikuti kehendak Tuhan dalam hidupnya, percaya dan menyerahkan diri pada rencana dan pimpinan Tuhan, berpikiran positif/optimis. Mempunyai semangat hidup yang tinggi, dan yakin akan pemeliharaan Tuhan atas hidupnya.

(3) https://kbbi.web.id/pasrah

PERTANYAAN PENDALAMAN

- Diskusikanlah kekhawatiran seperti apa saja yang umumnya kita hadapi sebagai kaum lansia.
- Sharingkanlah hal-hal seperti apa saja yang bisa membuat kita melawan dan mengalahkan kekhawatiran itu.

Kekuatiran tidak pernah melenyapkan kesedihan dari hari esok, ini hanya merampas rasa sukacita dari hari ini. (Leo Buscaglia)

Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email