Lukas 1:39-45 | Aib Raib, Asa Terasa - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

pohon natal unik gkp tangerang 2018
Renungan Warta, 23 Desember 2018

Aib Raib, Asa Terasa — Tidak mudah bagi kedua orang perempuan dalam pembacaan Alkitab kita hari ini menjalani hari-hari sebelum Natal Pertama (Hari Kelahiran Yesus). Bagi Maria, sebelum bayi yang ada dalam kandungannya itu menjadi anugerah semesta, ia harus bergerak lebih dahulu untuk menghilangkan perasaan “ini adalah aib”. Setidaknya itu yang bisa dipikirkan oleh orang-orang apabila ada seorang perempuan muda yang belum menikah tapi sudah mengandung. Bagi Elizabeth, Lukas 1:25 telah menggambarkan segalanya.


Perjalanan panjang sejauh 187 KM dari Nazareth ke Hebron (ayat 39, tafsir bible.hub dan peta. Bnd. Yosua 21:10-11, tempat Lewi) menjadi jalan yang ditempuh Maria meraih pengharapan untuk menghilangkan rasa aib itu. Menjumpai Elizabeth, sanak saudaranya. Maria mengetahui dari Gabriel bahwa Elizabeth pun mengalami keajaiban dalam kehidupan masa tuanya, yaitu diperkenankan Tuhan untuk mengandung di usia lanjut (ayat 36).

Saya hanya membayangkan dalam perjalanan Maria menuju tempat Elizabeth di Hebron, 187 KM (sekitar 7-10 hari, atau bisa lebih lagi karena Maria sedang mengandung) ... Apa yang akan diterima oleh Maria sewaktu ia datang ke rumah Elisabeth? Apakah Elizabeth mengetahui keadaan Maria? Apakah sama saja seperti orang-orang disekitar Maria saat di Nazareth yang memandang itu adalah aib (apabila mereka tahu keadaan Maria)?

Keajaiban Natal Pertama di mulai dari kebersamaan yang saling meneguhkan, saling menguatkan dan saling menopang satu dengan yang lainnya. Ayat 45: Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

Baca Juga: Kumpulan Renungan Natal

Hari ini, saat (paling tidak) dua atau tiga orang berkumpul dan di sana ada semangat saling menguatkan, saling meneguhkan dan saling menopang satu sama lain; Maka disitulah anugerah Natal terlahir kembali, selalu. (GA)

Kado terindah yang bisa diletakkan di seputar pohon Natal adalah kehadiran sebuah keluarga yang bahagia, yang berangkulan dan mengasihi satu sama lain. (Burton Hillis)

Lukas 1:39-45 | Aib Raib, Asa Terasa

pohon natal unik gkp tangerang 2018
Renungan Warta, 23 Desember 2018

Aib Raib, Asa Terasa — Tidak mudah bagi kedua orang perempuan dalam pembacaan Alkitab kita hari ini menjalani hari-hari sebelum Natal Pertama (Hari Kelahiran Yesus). Bagi Maria, sebelum bayi yang ada dalam kandungannya itu menjadi anugerah semesta, ia harus bergerak lebih dahulu untuk menghilangkan perasaan “ini adalah aib”. Setidaknya itu yang bisa dipikirkan oleh orang-orang apabila ada seorang perempuan muda yang belum menikah tapi sudah mengandung. Bagi Elizabeth, Lukas 1:25 telah menggambarkan segalanya.


Perjalanan panjang sejauh 187 KM dari Nazareth ke Hebron (ayat 39, tafsir bible.hub dan peta. Bnd. Yosua 21:10-11, tempat Lewi) menjadi jalan yang ditempuh Maria meraih pengharapan untuk menghilangkan rasa aib itu. Menjumpai Elizabeth, sanak saudaranya. Maria mengetahui dari Gabriel bahwa Elizabeth pun mengalami keajaiban dalam kehidupan masa tuanya, yaitu diperkenankan Tuhan untuk mengandung di usia lanjut (ayat 36).

Saya hanya membayangkan dalam perjalanan Maria menuju tempat Elizabeth di Hebron, 187 KM (sekitar 7-10 hari, atau bisa lebih lagi karena Maria sedang mengandung) ... Apa yang akan diterima oleh Maria sewaktu ia datang ke rumah Elisabeth? Apakah Elizabeth mengetahui keadaan Maria? Apakah sama saja seperti orang-orang disekitar Maria saat di Nazareth yang memandang itu adalah aib (apabila mereka tahu keadaan Maria)?

Keajaiban Natal Pertama di mulai dari kebersamaan yang saling meneguhkan, saling menguatkan dan saling menopang satu dengan yang lainnya. Ayat 45: Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.

Baca Juga: Kumpulan Renungan Natal

Hari ini, saat (paling tidak) dua atau tiga orang berkumpul dan di sana ada semangat saling menguatkan, saling meneguhkan dan saling menopang satu sama lain; Maka disitulah anugerah Natal terlahir kembali, selalu. (GA)

Kado terindah yang bisa diletakkan di seputar pohon Natal adalah kehadiran sebuah keluarga yang bahagia, yang berangkulan dan mengasihi satu sama lain. (Burton Hillis)

Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email