II Tesalonika 3:1-15 | Nambah Beban - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

pekerjaan atau pelayanan
Renungan Warta, 9 Desember 2018

Nambah Beban — Seringkali orang terjatuh pada pemahaman harus memilih salah satu di antara dua: bekerja atau melayani? Kalau memilih bekerja, melayaninya disingkirkan; Begitu juga sebaliknya. Yang satu dianggap menjadi tambahan beban bagi yang lainnya. Biasanya, di masa kini, kita susahnya minta ampun mengajak saudara/i kita ikut ambil bagian dalam pelayanan (dengan alasan bekerja).

Dalam perikop kita hari ini, yang terjadi malah sebaliknya. Beberapa orang menjadi sedemikian giat dalam pelayanan sehingga mengabaikan bekerja untuk mendapatkan roti (makanan) bukan dari pemberian gratis orang lain melainkan dari jerih-lelahnya bekerja.

Bukan tanpa alasan mereka mengabaikan pekerjaan untuk mencari makan. Alasannya ada dalam perikop sebelumnya, yaitu: 1 Tesalonika 2:2, ada orang yang menganggap bahwa hari Tuhan telah (atau akan segera) tiba. Buat apa bekerja lagi apabila hari Tuhan akan segera tiba, lebih baik fokus dalam pelayanan saja (lih. Ellicott's Commentary for English Readers, Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, Bengel's Gnomen – Tafsir 2 Tes. 3:6) atau bahkan berleha-leha tidak melakukan apa-apa (bekerja tidak, pelayanan juga tidak) karena sebentar lagi Tuhan datang.

Rasul Paulus mengkritik habis-habisan mereka yang mengabaikan bekerja sehingga menjadi beban bagi orang lain. Paulus mencontohkan dirinya sendiri (dan banyak rasul lainnya) yang meskipun giat dalam pelayanan, namun tidak mengabaikan bekerja supaya tidak menjadi beban bagi orang lain (ayat 7-10) – jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan –

Saat menulis renungan ini saya jadi kepikiran, lebih mudah mana dalam memberi penyadaran kepada orang yang tidak mau bekerja tapi mau pelayanan atau kepada orang yang mau bekerja tapi tidak mau pelayanan? Sepertinya lebih mudah menyadarkan orang yang mau pelayanan tapi mengabaikan bekerja daripada menyadarkan orang yang mau bekerja tapi mengabaikan pelayanan. Lebih mudah disadarkan mereka yang mau pelayanan untuk juga bekerja karena bekerja merupakan sebuah pelayanan juga bagi Tuhan. (GA)
Sumber gambar: Pixabay

Kerjakanlah semua kebaikan sebisa Anda, dengan segala cara yang Anda bisa, di semua tempat yang Anda bisa, setiap saat yang Anda bisa, kepada semua orang sebisa Anda, selama mungkin sebisa Anda. (John Wesley)

II Tesalonika 3:1-15 | Nambah Beban

pekerjaan atau pelayanan
Renungan Warta, 9 Desember 2018

Nambah Beban — Seringkali orang terjatuh pada pemahaman harus memilih salah satu di antara dua: bekerja atau melayani? Kalau memilih bekerja, melayaninya disingkirkan; Begitu juga sebaliknya. Yang satu dianggap menjadi tambahan beban bagi yang lainnya. Biasanya, di masa kini, kita susahnya minta ampun mengajak saudara/i kita ikut ambil bagian dalam pelayanan (dengan alasan bekerja).

Dalam perikop kita hari ini, yang terjadi malah sebaliknya. Beberapa orang menjadi sedemikian giat dalam pelayanan sehingga mengabaikan bekerja untuk mendapatkan roti (makanan) bukan dari pemberian gratis orang lain melainkan dari jerih-lelahnya bekerja.

Bukan tanpa alasan mereka mengabaikan pekerjaan untuk mencari makan. Alasannya ada dalam perikop sebelumnya, yaitu: 1 Tesalonika 2:2, ada orang yang menganggap bahwa hari Tuhan telah (atau akan segera) tiba. Buat apa bekerja lagi apabila hari Tuhan akan segera tiba, lebih baik fokus dalam pelayanan saja (lih. Ellicott's Commentary for English Readers, Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary, Bengel's Gnomen – Tafsir 2 Tes. 3:6) atau bahkan berleha-leha tidak melakukan apa-apa (bekerja tidak, pelayanan juga tidak) karena sebentar lagi Tuhan datang.

Rasul Paulus mengkritik habis-habisan mereka yang mengabaikan bekerja sehingga menjadi beban bagi orang lain. Paulus mencontohkan dirinya sendiri (dan banyak rasul lainnya) yang meskipun giat dalam pelayanan, namun tidak mengabaikan bekerja supaya tidak menjadi beban bagi orang lain (ayat 7-10) – jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan –

Saat menulis renungan ini saya jadi kepikiran, lebih mudah mana dalam memberi penyadaran kepada orang yang tidak mau bekerja tapi mau pelayanan atau kepada orang yang mau bekerja tapi tidak mau pelayanan? Sepertinya lebih mudah menyadarkan orang yang mau pelayanan tapi mengabaikan bekerja daripada menyadarkan orang yang mau bekerja tapi mengabaikan pelayanan. Lebih mudah disadarkan mereka yang mau pelayanan untuk juga bekerja karena bekerja merupakan sebuah pelayanan juga bagi Tuhan. (GA)
Sumber gambar: Pixabay

Kerjakanlah semua kebaikan sebisa Anda, dengan segala cara yang Anda bisa, di semua tempat yang Anda bisa, setiap saat yang Anda bisa, kepada semua orang sebisa Anda, selama mungkin sebisa Anda. (John Wesley)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email