Lukas 4:16-21 | Numpang Tanya, GKP Tangerang di Sebelah Mana? - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

bertanya
Renungan Warta, 11 November 2018

Bapak dan ibu pernah mencoba hal ini atau tidak? Di suatu hari Minggu saat bapak dan ibu berangkat ke gereja, sebelum sampai di gereja bertanyalah kepada orang yang ada di lingkungan sekitar gereja (Misalnya di daerah Mandala atau di dekat kantor Kecamatan). “Numpang tanya, GKP Tangerang di sebelah mana ya?” Ini bukan mau mengecek tentang seberapa dikenalnya gereja kita di lingkungan sekitar kita; Akan tetapi, bukankah pengenalan masyarakat sekitar terhadap keberadaan gereja Tuhan (GKP) di Tangerang berbanding lurus dengan tema sinodal kita hari ini: partisipasi gereja dalam masyarakat.

Pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bertemu dengan Yesus yang menyatakan penggenapan Kitab Nabi Yesaya (Luk. 4:18-19, Yes. 61:1-2) dihadapan banyak orang saat mereka beribadah di Nazareth. Namun Yesus ditolak ditempat Ia berasal karena mereka belum melihat karya nyata Yesus di kota Nazareth, seperti yang telah mereka dengar tentangNya di Kapernaum (ayat 23). Padahal kita tahu bahwa Yesus juga berkeliling di Nazareth untuk menyembuhkan banyak orang di sana (Markus 6:5), namun ketidakpercayaan kepada Yesus membuat Yesus tidak bisa melakukan banyak hal lebih di Nazareth sampai akhirnya Yesus ditolak dan keluar dari Nazareth (ayat 30).

Memang tidak mudah untuk membangun kepercayaan ketika seseorang mau mulai mengerjakan sesuatu yang baik di tengah lingkungan masyarakat. Ketika seseorang mulai mengerjakan sesuatu yang baik saja bisa jadi dia tetap ditolak, apalagi ketika seseorang tidak melakukan apa-apa di tengah kebersamaan sebagai gereja dalam kehidupan bermasyarakat.

Kita semua tahu jargon ini, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.” Jika kita mau meminjam jargon itu untuk kehidupan kita sebagai gereja, maka Tuhan sudah memberikan semua yang terbaik bagi kita sebagai orang percaya (gerejaNya), lalu apa dong yang sudah kita lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan melalui kehadiran kita sebagai gerejaNya ditengah masyarakat? (GA)

Kapal yang hanya berada di pantai memang akan selalu aman, tetapi bukan untuk itu sebuah kapal dibuat. (John Shedd)
Sumber gambar: Pixabay

Lukas 4:16-21 | Numpang Tanya, GKP Tangerang di Sebelah Mana?

bertanya
Renungan Warta, 11 November 2018

Bapak dan ibu pernah mencoba hal ini atau tidak? Di suatu hari Minggu saat bapak dan ibu berangkat ke gereja, sebelum sampai di gereja bertanyalah kepada orang yang ada di lingkungan sekitar gereja (Misalnya di daerah Mandala atau di dekat kantor Kecamatan). “Numpang tanya, GKP Tangerang di sebelah mana ya?” Ini bukan mau mengecek tentang seberapa dikenalnya gereja kita di lingkungan sekitar kita; Akan tetapi, bukankah pengenalan masyarakat sekitar terhadap keberadaan gereja Tuhan (GKP) di Tangerang berbanding lurus dengan tema sinodal kita hari ini: partisipasi gereja dalam masyarakat.

Pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bertemu dengan Yesus yang menyatakan penggenapan Kitab Nabi Yesaya (Luk. 4:18-19, Yes. 61:1-2) dihadapan banyak orang saat mereka beribadah di Nazareth. Namun Yesus ditolak ditempat Ia berasal karena mereka belum melihat karya nyata Yesus di kota Nazareth, seperti yang telah mereka dengar tentangNya di Kapernaum (ayat 23). Padahal kita tahu bahwa Yesus juga berkeliling di Nazareth untuk menyembuhkan banyak orang di sana (Markus 6:5), namun ketidakpercayaan kepada Yesus membuat Yesus tidak bisa melakukan banyak hal lebih di Nazareth sampai akhirnya Yesus ditolak dan keluar dari Nazareth (ayat 30).

Memang tidak mudah untuk membangun kepercayaan ketika seseorang mau mulai mengerjakan sesuatu yang baik di tengah lingkungan masyarakat. Ketika seseorang mulai mengerjakan sesuatu yang baik saja bisa jadi dia tetap ditolak, apalagi ketika seseorang tidak melakukan apa-apa di tengah kebersamaan sebagai gereja dalam kehidupan bermasyarakat.

Kita semua tahu jargon ini, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.” Jika kita mau meminjam jargon itu untuk kehidupan kita sebagai gereja, maka Tuhan sudah memberikan semua yang terbaik bagi kita sebagai orang percaya (gerejaNya), lalu apa dong yang sudah kita lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan melalui kehadiran kita sebagai gerejaNya ditengah masyarakat? (GA)

Kapal yang hanya berada di pantai memang akan selalu aman, tetapi bukan untuk itu sebuah kapal dibuat. (John Shedd)
Sumber gambar: Pixabay

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email