Keluaran 17:8-16 | Aku Disertai - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

aku disertai
Aku Disertai — Umumnya ketika kita membaca kalimat tentang kehidupan yang disertai, maka kita akan memikirkan terutama mengenai Tuhan yang menyertai kita. Ini tidak salah, tapi tidak boleh juga kita melupakan bahwa seringkali kuasa penyertaan Tuhan itu seiring sejalan dengan cara Tuhan dalam menghadirkan orang-orang yang ada di sekitar kita untuk menyertai kehidupan kita. Melalui kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita dan menyertai kita, kuasa penyertaan Tuhan seringkali terjadi di dalam kehidupan kita melalui kehidupan mereka.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bertemu dengan satu bangsa yang jauh lebih berpengalaman hidup di padang gurun ketimbang bangsa Israel, yang baru saja keluar dari tanah Mesir. Bangsa itu adalah Amalek. Banyak penafsir mengaitkan keberadaan bangsa yang paling pertama ada di muka bumi ini (lht. Bil. 24:20), yaitu sebagai keturunan dari Esau (bdk. Kejadian 36:12).


Apapun itu, dari sini kita mengetahui bahwa meski dikatakan bahwa, “Israel mengalahkan Amalek dengan pedang” (ay. 13), secara keahlian, pengalaman dan jumlah prajurit yang siap berperang, seharusnya Amalek memang jauh melebihi kemampuan bangsa Israel saat itu. Mungkin itulah sebabnya Musa sebelumnya menyuruh Yosua untuk memilih orang Israel yang dianggap bisa ikut dalam peperangan, karena memang tidak banyak orang Israel yang siap perang saat itu. (ayat 9, baca: Ellicott's Commentary for English Readers di http://biblehub.com/commentaries/exodus/17-9.htm).

Musa menangkap ketakutan yang dirasakan oleh bangsa Israel dalam menghadapi pasukan Amalek, tetapi Musa tetap mengetahui bahwa penyertaan Allah itu selalu ada (ay. 11, 14-16). Menariknya di sini, kuasa penyertaan Allah-lah yang membuat Israel mengalahkan Amalek dalam perang, yang hadir penyertaan yang dilakukan Yosua dan Hur (beberapa penafsir menyebutkan Hur ini adalah suami dari Miriam atau ipar dari Musa dan Harun, bdk. Keluaran 17:11-13). Kembali pada kehidupan sehari-hari kita. Bukankah adalah suatu kebenaran bahwa acapkali karya penyertaan Allah itu lebih sering dinyatakan melalui kehadiran orang-orang yang ada di sekitar kita? Bukankah seringkali, penyertaan Allah itu hadir nyata melalui kehadiran mereka?

Untuk didiskusikan:
Ceritakanlah pengalaman bapak dan ibu dalam mengalami kuasa penyertaan Allah melalui kehadiran orang-orang yang ada di sekitar bapak dan ibu. (GA)
Sumber gambar: Pixabay

Ketika Anda berada di tempat yang sulit, sadarilah bahwa Allah telah menempatkan Anda di tempat itu, atau mengizinkan Anda untuk berada di sana, dengan alasan yang mungkin hanya diketahui oleh Allah sendiri. Allah yang sama yang telah membimbing Anda masuk, akan membimbing Anda keluar. (Robert J. Morgan, The Red Sea Rules, 19)

Keluaran 17:8-16 | Aku Disertai

aku disertai
Aku Disertai — Umumnya ketika kita membaca kalimat tentang kehidupan yang disertai, maka kita akan memikirkan terutama mengenai Tuhan yang menyertai kita. Ini tidak salah, tapi tidak boleh juga kita melupakan bahwa seringkali kuasa penyertaan Tuhan itu seiring sejalan dengan cara Tuhan dalam menghadirkan orang-orang yang ada di sekitar kita untuk menyertai kehidupan kita. Melalui kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita dan menyertai kita, kuasa penyertaan Tuhan seringkali terjadi di dalam kehidupan kita melalui kehidupan mereka.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bertemu dengan satu bangsa yang jauh lebih berpengalaman hidup di padang gurun ketimbang bangsa Israel, yang baru saja keluar dari tanah Mesir. Bangsa itu adalah Amalek. Banyak penafsir mengaitkan keberadaan bangsa yang paling pertama ada di muka bumi ini (lht. Bil. 24:20), yaitu sebagai keturunan dari Esau (bdk. Kejadian 36:12).


Apapun itu, dari sini kita mengetahui bahwa meski dikatakan bahwa, “Israel mengalahkan Amalek dengan pedang” (ay. 13), secara keahlian, pengalaman dan jumlah prajurit yang siap berperang, seharusnya Amalek memang jauh melebihi kemampuan bangsa Israel saat itu. Mungkin itulah sebabnya Musa sebelumnya menyuruh Yosua untuk memilih orang Israel yang dianggap bisa ikut dalam peperangan, karena memang tidak banyak orang Israel yang siap perang saat itu. (ayat 9, baca: Ellicott's Commentary for English Readers di http://biblehub.com/commentaries/exodus/17-9.htm).

Musa menangkap ketakutan yang dirasakan oleh bangsa Israel dalam menghadapi pasukan Amalek, tetapi Musa tetap mengetahui bahwa penyertaan Allah itu selalu ada (ay. 11, 14-16). Menariknya di sini, kuasa penyertaan Allah-lah yang membuat Israel mengalahkan Amalek dalam perang, yang hadir penyertaan yang dilakukan Yosua dan Hur (beberapa penafsir menyebutkan Hur ini adalah suami dari Miriam atau ipar dari Musa dan Harun, bdk. Keluaran 17:11-13). Kembali pada kehidupan sehari-hari kita. Bukankah adalah suatu kebenaran bahwa acapkali karya penyertaan Allah itu lebih sering dinyatakan melalui kehadiran orang-orang yang ada di sekitar kita? Bukankah seringkali, penyertaan Allah itu hadir nyata melalui kehadiran mereka?

Untuk didiskusikan:
Ceritakanlah pengalaman bapak dan ibu dalam mengalami kuasa penyertaan Allah melalui kehadiran orang-orang yang ada di sekitar bapak dan ibu. (GA)
Sumber gambar: Pixabay

Ketika Anda berada di tempat yang sulit, sadarilah bahwa Allah telah menempatkan Anda di tempat itu, atau mengizinkan Anda untuk berada di sana, dengan alasan yang mungkin hanya diketahui oleh Allah sendiri. Allah yang sama yang telah membimbing Anda masuk, akan membimbing Anda keluar. (Robert J. Morgan, The Red Sea Rules, 19)

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email