Florence Chadwick: Sasaran yang Tertutup Kabut - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

florence chadwick
Florence Chadwick: Sasaran yang Tertutup Kabut — Pada suatu pagi berkabut pada bulan Juli 1952, Florence Chadwick mengarungi perairan dingin menuju ke Catalina Island. Tujuannya? Menyeberangi terusan itu ke pantai California.

Airnya dingin membekukan hari itu. Kabut begitu tebal sehingga ia hampir tak dapat melihat perahu-perahu yang menyertai dia. Beberapa kali, senapan ditembakkan untuk menakut-nakuti hiu-hiu yang mendekati dia.

Ia berenang lebih dari limabelas jam sebelum ia meminta untuk diangkat dari air. Pelatihnya berusaha mendorong dia untuk terus berenang karena mereka sudah sangat dekat ke daratan.

florence chadwick dan kapal

Florence bukanlah seseorang yang asing dengan berenang jarak jauh. Ia adalah wanita pertama yang berenang mengarungi terusan Inggris bolak-balik. Akan tetapi hari itu, ia merasa kecil hati. Ketika ia memandang ke depan, yang dapat dilihatnya hanyalah kabut. Florence menyerah hanya satu setengah mil dari sasarannya!


Belakangan, ia berkata, "Saya tidak mencari alasan untuk diri saya sendiri, tetapi bila saya dapat melihat daratan waktu itu, mungkin saya akan berhasil."

Bukan air yang dingin, kelelahan atau ketakutan yang menyebabkan Florence gagal hari itu, melainkan kabut. Dua bilan kemudian, Florence Chadwick berenang menyeberangi terusan Catalina dan mencetak rekor kecepatan baru.

Tetaplah tujukan pandangan pada sasaran dan majulah terus. Kita mungkin jauh lebih dekat untuk mencapai sasaran-sasaran itu daripada yang kita sadari.
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin, (Batam: Gospel Press), hlm. 265 - Gambar dari Google

Florence Chadwick: Sasaran yang Tertutup Kabut

florence chadwick
Florence Chadwick: Sasaran yang Tertutup Kabut — Pada suatu pagi berkabut pada bulan Juli 1952, Florence Chadwick mengarungi perairan dingin menuju ke Catalina Island. Tujuannya? Menyeberangi terusan itu ke pantai California.

Airnya dingin membekukan hari itu. Kabut begitu tebal sehingga ia hampir tak dapat melihat perahu-perahu yang menyertai dia. Beberapa kali, senapan ditembakkan untuk menakut-nakuti hiu-hiu yang mendekati dia.

Ia berenang lebih dari limabelas jam sebelum ia meminta untuk diangkat dari air. Pelatihnya berusaha mendorong dia untuk terus berenang karena mereka sudah sangat dekat ke daratan.

florence chadwick dan kapal

Florence bukanlah seseorang yang asing dengan berenang jarak jauh. Ia adalah wanita pertama yang berenang mengarungi terusan Inggris bolak-balik. Akan tetapi hari itu, ia merasa kecil hati. Ketika ia memandang ke depan, yang dapat dilihatnya hanyalah kabut. Florence menyerah hanya satu setengah mil dari sasarannya!


Belakangan, ia berkata, "Saya tidak mencari alasan untuk diri saya sendiri, tetapi bila saya dapat melihat daratan waktu itu, mungkin saya akan berhasil."

Bukan air yang dingin, kelelahan atau ketakutan yang menyebabkan Florence gagal hari itu, melainkan kabut. Dua bilan kemudian, Florence Chadwick berenang menyeberangi terusan Catalina dan mencetak rekor kecepatan baru.

Tetaplah tujukan pandangan pada sasaran dan majulah terus. Kita mungkin jauh lebih dekat untuk mencapai sasaran-sasaran itu daripada yang kita sadari.
Sumber: Kisah-kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin, (Batam: Gospel Press), hlm. 265 - Gambar dari Google

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email