Markus 9:38-41 | Iman pada Kuasa Nama Yesus, KW 3 - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

topeng iman
Renungan Warta, 30 September 2018

Kita sering bertemu dengan orang-orang yang menawarkan produk di bus kota. Katakanlah misalnya ada orang yang sedang berjualan salak atau jeruk di bus kota. Beberapa orang terpikat dan pernah membeli, termasuk saya. Akan tetapi pernahkah suatu kali kita menjadi kecewa karena ternyata kualitas produk yang didemonstrasikan dengan produk yang kita beli tidak terlalu sama baiknya? Yang kita cobain rasanya manis, yang kita beli ternyata kebanyakan yang asemnya.

Dalam perikop kita hari ini kita bertemu dengan Yohanes yang berharap Yesus menegur seseorang yang bukan pengikut Yesus menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan. Mungkin, ketakutan yang ada dalam pikiran Yohanes mirip dengan ketakutan orang yang pernah membeli suatu produk yang akhirnya kecewa karena tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Akan tetapi, seperti biasa kita bertemu dengan respons Yesus yang tidak sesuai harapan Yohanes. Alih-alih menyepakati pikiran Yohanes di ayat 38, Yesus justru memperbolehkan hal itu terjadi: seorang yang bukan pengikut Yesus pun boleh mengusir setan di dalam nama Yesus (ayat 39-40).

Yesus juga menerangkan bahwa ketika mukjizat terjadi melalui kuasa namaNya, seketika itu juga terbukti bahwa orang tersebut memiliki iman kepada Yesus (ayat 39). Sebab jika tidak memiliki iman kepada Yesus, yang terjadi adalah seperti anak-anak Skewa di Kisah Para Rasul 19:13-20, maksud hati mengusir setan eh malah dikerjain sama setannya – Iman pada Kuasa Yesus, tapi imannya KW 3 (gak original).

Orang Kristen hampir selalu berpikiran sempit seperti Yohanes di perikop kita hari ini, mereka berpikir bahwa Yesus itu hanya untuk diri mereka atau kelompok mereka sendiri saja. Padahal karya Yesus adalah bagi semua orang di dunia ini. Masalahnya, mereka percaya atau tidak dengan kuasa dan karya yang telah dilakukan oleh Kristus bagi hidup mereka? (GA)

Jika Yesus Kristus bukan Allah sejati, bagaimanakah Dia dapat menolong kita? Jika Yesus Kristus bukan manusia sejati, bagaimanakah Dia dapat menolong kita? - Dietrich Bonhoeffer

Markus 9:38-41 | Iman pada Kuasa Nama Yesus, KW 3

topeng iman
Renungan Warta, 30 September 2018

Kita sering bertemu dengan orang-orang yang menawarkan produk di bus kota. Katakanlah misalnya ada orang yang sedang berjualan salak atau jeruk di bus kota. Beberapa orang terpikat dan pernah membeli, termasuk saya. Akan tetapi pernahkah suatu kali kita menjadi kecewa karena ternyata kualitas produk yang didemonstrasikan dengan produk yang kita beli tidak terlalu sama baiknya? Yang kita cobain rasanya manis, yang kita beli ternyata kebanyakan yang asemnya.

Dalam perikop kita hari ini kita bertemu dengan Yohanes yang berharap Yesus menegur seseorang yang bukan pengikut Yesus menggunakan nama Yesus untuk mengusir setan. Mungkin, ketakutan yang ada dalam pikiran Yohanes mirip dengan ketakutan orang yang pernah membeli suatu produk yang akhirnya kecewa karena tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Akan tetapi, seperti biasa kita bertemu dengan respons Yesus yang tidak sesuai harapan Yohanes. Alih-alih menyepakati pikiran Yohanes di ayat 38, Yesus justru memperbolehkan hal itu terjadi: seorang yang bukan pengikut Yesus pun boleh mengusir setan di dalam nama Yesus (ayat 39-40).

Yesus juga menerangkan bahwa ketika mukjizat terjadi melalui kuasa namaNya, seketika itu juga terbukti bahwa orang tersebut memiliki iman kepada Yesus (ayat 39). Sebab jika tidak memiliki iman kepada Yesus, yang terjadi adalah seperti anak-anak Skewa di Kisah Para Rasul 19:13-20, maksud hati mengusir setan eh malah dikerjain sama setannya – Iman pada Kuasa Yesus, tapi imannya KW 3 (gak original).

Orang Kristen hampir selalu berpikiran sempit seperti Yohanes di perikop kita hari ini, mereka berpikir bahwa Yesus itu hanya untuk diri mereka atau kelompok mereka sendiri saja. Padahal karya Yesus adalah bagi semua orang di dunia ini. Masalahnya, mereka percaya atau tidak dengan kuasa dan karya yang telah dilakukan oleh Kristus bagi hidup mereka? (GA)

Jika Yesus Kristus bukan Allah sejati, bagaimanakah Dia dapat menolong kita? Jika Yesus Kristus bukan manusia sejati, bagaimanakah Dia dapat menolong kita? - Dietrich Bonhoeffer

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER