Mazmur 19 | Sayang, Jangan Lupa Sate Ya - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

sate
Renungan Warta, 16 September 2018

Perbedaan antara kalimat “Sayang, Jangan Lupa Sate Ya” di saat bapak dan ibu dahulu masih pacaran dengan sekarang saat bapak dan ibu sudah hidup sebagai keluarga adalah ... Dahulu, “sate” yang dimaksud adalah “saat teduh”; Sedangkan sekarang, “sate” yang dimaksud adalah ... ya itulah sate, sate ayam 5 tusuk dan sate kambing 5 tusuk.

Agak miris ya jika kehidupan keluarga di masa kini dikarenakan kesibukan yang super-padat menjadi kehilangan pesona kali pertama kita mengenal pasangan hidup kita. Waktu itu, sesibuk apapun, kita masih menyediakan waktu untuk mengingatkan dia untuk bersaat teduh setiap hari atau makan bareng setiap waktu atau bahkan pergi ke gereja sama-sama. Sekarang?

Daud dalam perikop kita hari ini menarik pengingatan akan kebaikan Tuhan dengan cakupan yang lebih luas daripada apa yang terjadi (seharusnya) di tengah keluarga. Saat orang memandang keindahan semesta, dia diingatkan akan cara Tuhan yang ajaib dalam memelihara kehidupan (ayat 1-7); Saat orang membaca Kitab Suci, dia diingatkan tentang cara Tuhan mendampingi kehidupan orang percaya dari zaman ke zaman (ayat 8-11). Kemudian Daud beralih pada ayat 12-14 yang mana di situ sebenarnya peran keluarga muncul di dalam kehidupan keseharian keluarga kita. Keluarga yang saling menopang dan mengingatkan dalam perjalanan hidup bersama di dalam Tuhan.

Berharap, semua keindahan masa pacaran yang saling mengingatkan di dalam Tuhan akan selalu terjadi di dalam kehidupan keluarga kita. Saling mengingatkan, saling menguatkan dan bersama-sama datang menghadap Tuhan di dalam berbagai kegiatan pelayanan sebagai sesuatu yang selalu tercipta dalam kehidupan keluarga kita. Hari ini, kita semua sedang menulis sejarah hidup keluarga kita. Maka mari, tulislah dengan indah. (GA)

Bagi Adam, taman firdaus adalah rumahnya. Bagi beberapa keturunannya, rumah tangga adalah taman firdausnya. (Hare)

Mazmur 19 | Sayang, Jangan Lupa Sate Ya

sate
Renungan Warta, 16 September 2018

Perbedaan antara kalimat “Sayang, Jangan Lupa Sate Ya” di saat bapak dan ibu dahulu masih pacaran dengan sekarang saat bapak dan ibu sudah hidup sebagai keluarga adalah ... Dahulu, “sate” yang dimaksud adalah “saat teduh”; Sedangkan sekarang, “sate” yang dimaksud adalah ... ya itulah sate, sate ayam 5 tusuk dan sate kambing 5 tusuk.

Agak miris ya jika kehidupan keluarga di masa kini dikarenakan kesibukan yang super-padat menjadi kehilangan pesona kali pertama kita mengenal pasangan hidup kita. Waktu itu, sesibuk apapun, kita masih menyediakan waktu untuk mengingatkan dia untuk bersaat teduh setiap hari atau makan bareng setiap waktu atau bahkan pergi ke gereja sama-sama. Sekarang?

Daud dalam perikop kita hari ini menarik pengingatan akan kebaikan Tuhan dengan cakupan yang lebih luas daripada apa yang terjadi (seharusnya) di tengah keluarga. Saat orang memandang keindahan semesta, dia diingatkan akan cara Tuhan yang ajaib dalam memelihara kehidupan (ayat 1-7); Saat orang membaca Kitab Suci, dia diingatkan tentang cara Tuhan mendampingi kehidupan orang percaya dari zaman ke zaman (ayat 8-11). Kemudian Daud beralih pada ayat 12-14 yang mana di situ sebenarnya peran keluarga muncul di dalam kehidupan keseharian keluarga kita. Keluarga yang saling menopang dan mengingatkan dalam perjalanan hidup bersama di dalam Tuhan.

Berharap, semua keindahan masa pacaran yang saling mengingatkan di dalam Tuhan akan selalu terjadi di dalam kehidupan keluarga kita. Saling mengingatkan, saling menguatkan dan bersama-sama datang menghadap Tuhan di dalam berbagai kegiatan pelayanan sebagai sesuatu yang selalu tercipta dalam kehidupan keluarga kita. Hari ini, kita semua sedang menulis sejarah hidup keluarga kita. Maka mari, tulislah dengan indah. (GA)

Bagi Adam, taman firdaus adalah rumahnya. Bagi beberapa keturunannya, rumah tangga adalah taman firdausnya. (Hare)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER