I Korintus 4:1-5 | Anti Moody - Pdt. Gerry Atje
anti moody
Renungan Warta, 2 September 2018

Moody. Dalam bahasa pergaulan kita sering mendengar kata itu; Artinya seseorang yang bertindak berdasarkan suasana hati, jika senang atau sedih maka itu berdampak pada tindakan yang dipilihnya. Kalau dipikir-pikir, siapa sih orang yang tidak moody di dunia ini? Orang yang tidak terpengaruh oleh kondisi hatinya ketika ia bertindak? Pembacaan Alkitab kita hari ini bisa membuat kita belajar untuk melawan kecenderungan moody, yaitu: tetap melakukan apa yang memang harus kita lakukan dengan sikap yang baik – ditengah keluarga, ditengah jemaat atau di dalam aktivitas keseharian kita.

Rasul Paulus bisa saja memilih menjadi orang yang moody ketika ia mengetahui bahwa apa yang telah diperjuangkannya di dalam kehidupan persekutuan jemaat di Korintus ternyata tidak berjalan dengan baik: ada perpecahan dan perselisihan di tengah jemaat yang berujung pada saling menghakimi satu dan yang lain dengan saling menyombongkan diri (pasal 1-4).

Beberapa hal ini yang dilakukan oleh Rasul Paulus untuk melawan sikap moody dalam pembacaan Alkitab kita:

- Mengingat bahwa kita ini hanya hamba dan pelayan, bukan tuan – ayat 1-2.
Artinya semua yang kita lakukan tujuannya adalah semata-mata hanya untuk kemuliaan tuan kita yaitu Tuhan.

- Saling mempercayai satu dengan yang lainnya – ayat 2.
Saya kepikiran apakah rasul Paulus mencari-cari tahu siapa orang yang membuat perpecahan di tengah jemaat Korintus? Alih-alih bersikap demikian, Rasul Paulus dengan tegas menunjukkan kepercayaannya kepada sesama rekan pelayanan di tengah jemaat.

- Membuang tindakan yang sia-sia – ayat 5.
Daripada berputar di tengah pusaran saling menghakimi adalah lebih baik untuk mencari solusi dari setiap persoalan yang ada sehingga tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah ketika hadirnya persoalan justru menjadikan kita semua bertumbuh ke arah yang lebih baik.(GA)

Asalkan Allah dipermuliakan, kita tidak peduli dengan siapa yang melakukannya. (Fransiskus de Sales)

I Korintus 4:1-5 | Anti Moody

anti moody
Renungan Warta, 2 September 2018

Moody. Dalam bahasa pergaulan kita sering mendengar kata itu; Artinya seseorang yang bertindak berdasarkan suasana hati, jika senang atau sedih maka itu berdampak pada tindakan yang dipilihnya. Kalau dipikir-pikir, siapa sih orang yang tidak moody di dunia ini? Orang yang tidak terpengaruh oleh kondisi hatinya ketika ia bertindak? Pembacaan Alkitab kita hari ini bisa membuat kita belajar untuk melawan kecenderungan moody, yaitu: tetap melakukan apa yang memang harus kita lakukan dengan sikap yang baik – ditengah keluarga, ditengah jemaat atau di dalam aktivitas keseharian kita.

Rasul Paulus bisa saja memilih menjadi orang yang moody ketika ia mengetahui bahwa apa yang telah diperjuangkannya di dalam kehidupan persekutuan jemaat di Korintus ternyata tidak berjalan dengan baik: ada perpecahan dan perselisihan di tengah jemaat yang berujung pada saling menghakimi satu dan yang lain dengan saling menyombongkan diri (pasal 1-4).

Beberapa hal ini yang dilakukan oleh Rasul Paulus untuk melawan sikap moody dalam pembacaan Alkitab kita:

- Mengingat bahwa kita ini hanya hamba dan pelayan, bukan tuan – ayat 1-2.
Artinya semua yang kita lakukan tujuannya adalah semata-mata hanya untuk kemuliaan tuan kita yaitu Tuhan.

- Saling mempercayai satu dengan yang lainnya – ayat 2.
Saya kepikiran apakah rasul Paulus mencari-cari tahu siapa orang yang membuat perpecahan di tengah jemaat Korintus? Alih-alih bersikap demikian, Rasul Paulus dengan tegas menunjukkan kepercayaannya kepada sesama rekan pelayanan di tengah jemaat.

- Membuang tindakan yang sia-sia – ayat 5.
Daripada berputar di tengah pusaran saling menghakimi adalah lebih baik untuk mencari solusi dari setiap persoalan yang ada sehingga tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah ketika hadirnya persoalan justru menjadikan kita semua bertumbuh ke arah yang lebih baik.(GA)

Asalkan Allah dipermuliakan, kita tidak peduli dengan siapa yang melakukannya. (Fransiskus de Sales)

TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL