Lukas 10:17-20 | Ikut Serta dalam Tugas Pengutusan dari Tuhan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

ikut serta diutus
Di dalam pembacaan Alkitab kita hari ini kita menemukan kegembiraan ketujuh puluh murid yang pergi diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil. Mungkin lebih mudah bagi kita untuk mengira bahwa Tuhan Yesus tidak sesulit itu untuk menemukan murid sejumlah tujuh-puluh orang dan mereka dengan segera mau menerima pengutusan dari Tuhan Yesus.

Akan tetapi, jika kita melihat ke dalam kronologi (latar belakang) pembacaan Alkitab kita, kita akan menemukan di Lukas 9:57-62 (perikop penghujung batas sebelum kita membaca pengutusan dari Yesus di Lukas 10) terdapat percakapan antara Yesus dengan dua orang yang mau mengikut Tuhan dan dari situ kita bisa merasakan bahwa ternyata tidak semudah itu ikut jalan Tuhan bagi orang-orang yang hidup di Israel saat itu. Atau jika kita mau melihat dari keterangan kitab lain, kita juga bisa menemukan bahwa di dalam Yohanes 6:66 ada banyak orang-orang yang telah mengikut Yesus tapi kemudian mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Jadi logis rasanya apabila kita memperkirakan ketujuh-puluh murid itu mengalami proses yang tidak mudah terlebih dahulu sebelum mereka melaksanakan tugas pengutusan dari Yesus (Lukas 10:1-12). Terlebih ada beberapa tugas di dalam Lukas 10:1-12 itu yang tidak mudah untuk dilakukan, misalnya: sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ (Lukas 10:9).

Dengan membaca perikop kita dalam kerangka latar belakang seperti yang telah kita lihat tadi, maka kita bisa merasakan lebih dalam lagi ketika mereka disebut "kembali dengan gembira" (ayat 17). Seorang penafsir (1) bahkan sampai menyebutkan bahwa ketujuh puluh murid itu kembali dengan sukacita - kegembiraan yang luar biasa seperti seorang anak kecil yang baru menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh orang-tuanya itu memang benar bisa dilakukan oleh mereka (ayat 19: "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu ...") dan bahkan lebih lagi sebab setan-setan juga takluk dihadapan mereka demi nama Tuhan Yesus.


Tidakkah apa yang dialami dan dirasakan oleh para murid yang telah diutus oleh Tuhan Yesus dalam perikop kita hari ini juga bisa kita rasakan dan alami juga di hari ini. Mungkin bukan dengan kemampuan menyembuhkan orang yang sakit atau mengusir setan sebab ada banyak hal yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepada kita sebagai orang percaya yang pada awalnya mungkin kita merasa bahwa itu agak sulit untuk dilakukan.

Setiap hari Minggu atau hari-hari di mana kita ikut dalam persekutuan ibadah selalu diakhiri dengan ucapan pengutusan dan mungkin sewaktu kita mendengarkan khotbahnya lalu kita pulang dengan pengutusan tadi, sambil pulang kita juga sambil mikir, "Apa saya mampu Tuhan?" Akan tetapi kita terus mencoba untuk melakukan apa yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepada kita itu walaupun mungkin disertai dengan perasaan sedikit ragu mampu melakukan itu. Kemudian seiring berjalannya waktu, lambat-laun persis seperti yang dialami oleh ketujuh puluh murid itu, kita pun bisa merasakan sukacita yang besar karena bersama Tuhan yang telah memberikan kuasa kepada kita, kita mampu melakukan perkara-perkara yang awalnya kita anggap tidak mungkin bisa kita lakukan.

Pokok Diskusi
Sharingkan pengalaman bapak dan ibu mengenai apa yang menjadi pokok perenungan kita hari ini: "Pernahkah bapak dan ibu merasakan hal yang sama seperti yang di alami oleh ketujuh puluh murid dalam pembacaan Alkitab kita hari ini?" (GA)

Referensi Bacaan:
http: //biblehub. com/ commentaries/maclaren/luke/10. htm

Lukas 10:17-20 | Ikut Serta dalam Tugas Pengutusan dari Tuhan

ikut serta diutus
Di dalam pembacaan Alkitab kita hari ini kita menemukan kegembiraan ketujuh puluh murid yang pergi diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil. Mungkin lebih mudah bagi kita untuk mengira bahwa Tuhan Yesus tidak sesulit itu untuk menemukan murid sejumlah tujuh-puluh orang dan mereka dengan segera mau menerima pengutusan dari Tuhan Yesus.

Akan tetapi, jika kita melihat ke dalam kronologi (latar belakang) pembacaan Alkitab kita, kita akan menemukan di Lukas 9:57-62 (perikop penghujung batas sebelum kita membaca pengutusan dari Yesus di Lukas 10) terdapat percakapan antara Yesus dengan dua orang yang mau mengikut Tuhan dan dari situ kita bisa merasakan bahwa ternyata tidak semudah itu ikut jalan Tuhan bagi orang-orang yang hidup di Israel saat itu. Atau jika kita mau melihat dari keterangan kitab lain, kita juga bisa menemukan bahwa di dalam Yohanes 6:66 ada banyak orang-orang yang telah mengikut Yesus tapi kemudian mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Jadi logis rasanya apabila kita memperkirakan ketujuh-puluh murid itu mengalami proses yang tidak mudah terlebih dahulu sebelum mereka melaksanakan tugas pengutusan dari Yesus (Lukas 10:1-12). Terlebih ada beberapa tugas di dalam Lukas 10:1-12 itu yang tidak mudah untuk dilakukan, misalnya: sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ (Lukas 10:9).

Dengan membaca perikop kita dalam kerangka latar belakang seperti yang telah kita lihat tadi, maka kita bisa merasakan lebih dalam lagi ketika mereka disebut "kembali dengan gembira" (ayat 17). Seorang penafsir (1) bahkan sampai menyebutkan bahwa ketujuh puluh murid itu kembali dengan sukacita - kegembiraan yang luar biasa seperti seorang anak kecil yang baru menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh orang-tuanya itu memang benar bisa dilakukan oleh mereka (ayat 19: "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu ...") dan bahkan lebih lagi sebab setan-setan juga takluk dihadapan mereka demi nama Tuhan Yesus.


Tidakkah apa yang dialami dan dirasakan oleh para murid yang telah diutus oleh Tuhan Yesus dalam perikop kita hari ini juga bisa kita rasakan dan alami juga di hari ini. Mungkin bukan dengan kemampuan menyembuhkan orang yang sakit atau mengusir setan sebab ada banyak hal yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepada kita sebagai orang percaya yang pada awalnya mungkin kita merasa bahwa itu agak sulit untuk dilakukan.

Setiap hari Minggu atau hari-hari di mana kita ikut dalam persekutuan ibadah selalu diakhiri dengan ucapan pengutusan dan mungkin sewaktu kita mendengarkan khotbahnya lalu kita pulang dengan pengutusan tadi, sambil pulang kita juga sambil mikir, "Apa saya mampu Tuhan?" Akan tetapi kita terus mencoba untuk melakukan apa yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepada kita itu walaupun mungkin disertai dengan perasaan sedikit ragu mampu melakukan itu. Kemudian seiring berjalannya waktu, lambat-laun persis seperti yang dialami oleh ketujuh puluh murid itu, kita pun bisa merasakan sukacita yang besar karena bersama Tuhan yang telah memberikan kuasa kepada kita, kita mampu melakukan perkara-perkara yang awalnya kita anggap tidak mungkin bisa kita lakukan.

Pokok Diskusi
Sharingkan pengalaman bapak dan ibu mengenai apa yang menjadi pokok perenungan kita hari ini: "Pernahkah bapak dan ibu merasakan hal yang sama seperti yang di alami oleh ketujuh puluh murid dalam pembacaan Alkitab kita hari ini?" (GA)

Referensi Bacaan:
http: //biblehub. com/ commentaries/maclaren/luke/10. htm

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER