Yehezkiel 34:1-10 | Kita Angkat Tangan, Tuhan Turun Tangan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Renungan Warta, 22 April 2018
Kita Angkat Tangan, Tuhan Turun Tangan
Yehezkiel 34:1-10

Sama seperti seseorang yang kesulitan menerima berkat Tuhan dengan tangan yang masih terkepal, demikian pula halnya Tuhan sulit turun tangan kepada seseorang yang belum angkat tangan. Ironis memang, banyak orang yang merasa dirinya sekuat dan setangguh itu sampai suatu ketika pergumulan yang tidak masuk akalnya datang dan memaksanya untuk ... angkat tangan - menyerah. Tangan yang terkepal kuat (simbol kekuatan diri sendiri) perlahan terbuka pada pergerakan Tuhan bagi dirinya.

Ini sudah menjadi pergumulan dari masa ke masa. Dahulu, Israel pun sering begitu. Perikop kita menggambarkan tentang “kekuatan para gembala Israel” yang ternyata justru membawa Israel pada kehancuran. Mereka pikir mereka kuat, tangguh, ... imam (dan umat) pilihan Allah, akan tetapi ternyata justru merekalah yang dihardik oleh Tuhan karena tindakan mereka yang salah (ayat 2-4) yang berujung pada penderitaan Israel (ayat 5-6). Sekarang, coba tempatkan diri kita sebagai orang Israel yang ada di zaman itu ... Mau lari ke mana kita setelah tahu bahwa kekuatan diri sendiri tidak sanggup membuat kita bertahan dan lari kepada Tuhan dengan datang pada “para wakil-Nya” pun tidak menentramkan jiwa?

Seringkali Tuhan memang seakan membiarkan seseorang bertindak sampai habis tenaga lebih dulu sebelum akhirnya Dia turun tangan. Supaya seseorang bisa belajar dibalik kesusahan yang teramat sangat, kekuatan terbesar miliknya itu Tuhan. Ada tangan Tuhan yang selalu siap sedia menolong kita dan dari situ kita menjadi semakin mengenali betapa kasihnya Dia kepada kita yang rapuh ini. (GA)

Yehezkiel 34:1-10 | Kita Angkat Tangan, Tuhan Turun Tangan


Renungan Warta, 22 April 2018
Kita Angkat Tangan, Tuhan Turun Tangan
Yehezkiel 34:1-10

Sama seperti seseorang yang kesulitan menerima berkat Tuhan dengan tangan yang masih terkepal, demikian pula halnya Tuhan sulit turun tangan kepada seseorang yang belum angkat tangan. Ironis memang, banyak orang yang merasa dirinya sekuat dan setangguh itu sampai suatu ketika pergumulan yang tidak masuk akalnya datang dan memaksanya untuk ... angkat tangan - menyerah. Tangan yang terkepal kuat (simbol kekuatan diri sendiri) perlahan terbuka pada pergerakan Tuhan bagi dirinya.

Ini sudah menjadi pergumulan dari masa ke masa. Dahulu, Israel pun sering begitu. Perikop kita menggambarkan tentang “kekuatan para gembala Israel” yang ternyata justru membawa Israel pada kehancuran. Mereka pikir mereka kuat, tangguh, ... imam (dan umat) pilihan Allah, akan tetapi ternyata justru merekalah yang dihardik oleh Tuhan karena tindakan mereka yang salah (ayat 2-4) yang berujung pada penderitaan Israel (ayat 5-6). Sekarang, coba tempatkan diri kita sebagai orang Israel yang ada di zaman itu ... Mau lari ke mana kita setelah tahu bahwa kekuatan diri sendiri tidak sanggup membuat kita bertahan dan lari kepada Tuhan dengan datang pada “para wakil-Nya” pun tidak menentramkan jiwa?

Seringkali Tuhan memang seakan membiarkan seseorang bertindak sampai habis tenaga lebih dulu sebelum akhirnya Dia turun tangan. Supaya seseorang bisa belajar dibalik kesusahan yang teramat sangat, kekuatan terbesar miliknya itu Tuhan. Ada tangan Tuhan yang selalu siap sedia menolong kita dan dari situ kita menjadi semakin mengenali betapa kasihnya Dia kepada kita yang rapuh ini. (GA)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER