Ulangan 11:13-21 | Tefilin - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

tefilin
Renungan Warta, 17 Juni 2018

Apa yang kita lihat dari gambar di samping itu adalah seorang Yahudi yang sedang melakukan ibadah setiap harinya dengan menggunakan tefilin. Tefillin adalah sepasang kotak kulit hitam berisi gulungan perkamen dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya. Tefillin-tangan atau shel-yed dipakai oleh orang Yahudi untuk dililitkan di sekeliling lengan, tangan, dan jari mereka, sedangkan Tefillin-kepala atau shel-rosh diletakkan di atas dahi. Torah meyebutkan Tefillin harus digunakan untuk pelayanan sebagai "tanda" dan "pengingat" bahwa Tuhan membawa anak-anak Israel keluar dari Mesir.

Di dalam pembacaan Alkitab kita tidak ada kata tefilin, karena tefilin adalah istilah yang digunakan orang Yahudi ketika menerjemahkan kata ibrani: טוֹטָפֹ֖ת - tofatot, ke dalam bahasa Aram (Alkitab Peshitta) dan digunakan dalam berbagai tafsir Alkitab Yahudi (Targum), yang muncul dalam teks Alkitab kita hari ini dalam ayat 18 diterjemahkan menjadi, “lambang”.

Maksud saya menunjukkan gambar itu adalah tidakkah kita merasa bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi itu adalah sesuatu yang luar biasa. Bayangkan seorang anak yang kali pertamanya dia melihat hal itu dilakukan dalam ibadah dan kemudian bisa jadi menganggap hal itu “gak keren sama sekali, gak modis, ketingalan zaman”, apalagi ketika itu bisa dilihat oleh orang lain (paling tidak jika saya adalah anak itu, saya mikir begitu). Ketaatan yang menghasilkan keteladanan dari orangtua dan kemudian menjadi jalan hidup yang diikuti bagi anak-anak mereka.

Bagaimana dengan kehidupan keluarga kita hari ini? Apa yang dilakukan bapak dan ibu akan selalu berpengaruh dalam perkembangan kehidupan kami, anak-anakmu. Jangan harap anak cucu kita akan rajin beribadah, hidup rukun, mengucap syukur dalam segala situasi, dll. jika mereka gak punya role-model (panutan) terdekat yang bisa dilihat sehari-hari di rumah. (GA)

Bagi seorang anak, orangtuanya mewakili kehidupan di dunia ini. Dia percaya bahwa cara yang ditunjukkan orang tua mereka dalam mengerjakan segala sesuatu adalah benar dan layak ditiru. (M. Scott Peck)

Ulangan 11:13-21 | Tefilin

tefilin
Renungan Warta, 17 Juni 2018

Apa yang kita lihat dari gambar di samping itu adalah seorang Yahudi yang sedang melakukan ibadah setiap harinya dengan menggunakan tefilin. Tefillin adalah sepasang kotak kulit hitam berisi gulungan perkamen dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya. Tefillin-tangan atau shel-yed dipakai oleh orang Yahudi untuk dililitkan di sekeliling lengan, tangan, dan jari mereka, sedangkan Tefillin-kepala atau shel-rosh diletakkan di atas dahi. Torah meyebutkan Tefillin harus digunakan untuk pelayanan sebagai "tanda" dan "pengingat" bahwa Tuhan membawa anak-anak Israel keluar dari Mesir.

Di dalam pembacaan Alkitab kita tidak ada kata tefilin, karena tefilin adalah istilah yang digunakan orang Yahudi ketika menerjemahkan kata ibrani: טוֹטָפֹ֖ת - tofatot, ke dalam bahasa Aram (Alkitab Peshitta) dan digunakan dalam berbagai tafsir Alkitab Yahudi (Targum), yang muncul dalam teks Alkitab kita hari ini dalam ayat 18 diterjemahkan menjadi, “lambang”.

Maksud saya menunjukkan gambar itu adalah tidakkah kita merasa bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi itu adalah sesuatu yang luar biasa. Bayangkan seorang anak yang kali pertamanya dia melihat hal itu dilakukan dalam ibadah dan kemudian bisa jadi menganggap hal itu “gak keren sama sekali, gak modis, ketingalan zaman”, apalagi ketika itu bisa dilihat oleh orang lain (paling tidak jika saya adalah anak itu, saya mikir begitu). Ketaatan yang menghasilkan keteladanan dari orangtua dan kemudian menjadi jalan hidup yang diikuti bagi anak-anak mereka.

Bagaimana dengan kehidupan keluarga kita hari ini? Apa yang dilakukan bapak dan ibu akan selalu berpengaruh dalam perkembangan kehidupan kami, anak-anakmu. Jangan harap anak cucu kita akan rajin beribadah, hidup rukun, mengucap syukur dalam segala situasi, dll. jika mereka gak punya role-model (panutan) terdekat yang bisa dilihat sehari-hari di rumah. (GA)

Bagi seorang anak, orangtuanya mewakili kehidupan di dunia ini. Dia percaya bahwa cara yang ditunjukkan orang tua mereka dalam mengerjakan segala sesuatu adalah benar dan layak ditiru. (M. Scott Peck)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER