Ulangan 16:1-20 | Hidup Ini Memang Tidak Adil

Ulangan 16:1-20

Salib Kristus adalah pertemuan antara ketidakadilan manusia dengan kasih Allah yang terbesar untuk menghasilkan keselamatan.

Hidup Ini Memang Tidak Adil — Syalom bapa ibu saudara/i semua. Berbicara tentang keadilan, kalau boleh jujur, faktanya, hidup ini memang tidak adil. Apalagi kita hidup di Indonesia. Makin kentara tidak adilya. Mau bicara apa di Indonesia ini tentang ketidakadilan? Semua ada kasusnya.

- Ketidakadilan hidup beragama? Ah, kita semua sudah tahu ini
- Ketidakadilan hukum? Apalagi ini; Kasus yang lagi jadi trending kan tentang foto ini ya ..

setnov

Setnov. Lucu ya.

Ketidakadilan apalagi yang tidak kita temukan di Indonesia? Semua ada.

Mungkin ini ya, saking seringnya kita melihat ketidakadilan terjadi, akhirnya respon kita sewaktu dengar ada kejadian ketidakadilan lagi ... respon kita menjadi biasa aja.

Ini ibarat orang pacaran:
Minggu 1: Sayang, sabtu besok kita jalan-jalan yuuu. (Ternyata: Yah sayang, aku lembur)
Minggu 2: Sayang, malam minggu nanti kita nonton ya. (Ternyata: Sayang, aku ada tugas keluar minggu ini)
Minggu 3: Sayang, nanti malam aku main ke rumahmu ya. (Ternyata: Yah, hujan sayang)
Minggu 4: ... Mereka putus ... Terbiasa sampai akhirnya eneg.

Baca juga

Faktanya, hidup ini memang tidak adil. Terima aja itu. Saking orang terbiasanya dengan sebuah ketidakadilan.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk melihat apa memang betul kita se-hopeless itu kalau sudah mau bicara tentang keadilan? Ada dua hal yang mau kita renungkan bersama saat ini berdasarkan pembacaan Alkitab kita, Ulangan 16:1-20.
Ulangan 16:1-20
Tiga hari raya utama
16:1 "Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, Allahmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, Allahmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam.
16:2 Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-Nya diam di sana.
16:3 Janganlah engkau makan sesuatu yang beragi besertanya; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi besertanya, yakni roti penderitaan, sebab dengan buru-buru engkau keluar dari tanah Mesir. Maksudnya supaya seumur hidupmu engkau teringat akan hari engkau keluar dari tanah Mesir.
16:4 Janganlah terdapat padamu ragi di seluruh daerahmu, tujuh hari lamanya; dan dari daging hewan yang kausembelih pada waktu petang pada hari pertama, janganlah ada yang bermalam sampai pagi.
16:5 Engkau tidak boleh mempersembahkan korban Paskah di salah satu tempat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
16:6 Tetapi di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, engkau harus mempersembahkan korban Paskah itu pada waktu senja, ketika matahari terbenam, bertepatan dengan saat engkau keluar dari Mesir.
16:7 Engkau harus memasaknya dan memakannya di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu; kemudian paginya engkau harus pulang kembali ke kemahmu.
16:8 Enam hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi dan pada hari yang ketujuh harus ada perkumpulan raya bagi TUHAN, Allahmu; maka janganlah engkau melakukan pekerjaan.
16:9 Tujuh minggu harus kauhitung: pada waktu orang mulai menyabit gandum yang belum dituai, haruslah engkau mulai menghitung tujuh minggu itu.
16:10 Kemudian haruslah engkau merayakan hari raya Tujuh Minggu bagi TUHAN, Allahmu, sekedar persembahan sukarela yang akan kauberikan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
16:11 Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.
16:12 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir, dan haruslah engkau melakukan ketetapan ini dengan setia.
16:13 Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu.
16:14 Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu.
16:15 Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh.
16:16 Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
16:17 tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Pengadilan yang adil
16:18 "Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil.
16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.
16:20 Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Apa itu Adil?


Pertama, banyak orang yang setuju dengan ucapan, "Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu."

Ok, setuju dengan kenyataan pahit itu. Akan tetapi, tambahin lagi dengan fakta ini: "Hidup ini memang tidak adil, jadi terima aja kayak gitu," ditambah kalimat, "Dan saya adalah orang yang berjuang untuk berlaku adil."

Lalu kita bisa bertanya: Adil itu yang kayak gimana sih?

Menjawab pertanyaan itu, saya gak mau ajak kita untuk buka KBBI. Untuk menjawab pertanyaan itu saya ajak kita untuk melihat gambar ini:

keadilan bukan sama rata

Keadilan bukan sama rata.

Itu, kalau dalam bahasa perikop kita ada di ayat 17.

Ulangan 16:17
tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

Sesuai berkat yang diberikan Tuhan padamu. Inilah adil.

Tapi kan banyak orang mungkin malah jadi gak adil ya kalau begitu ukurannya. Tuhan sudah ngasih berkat banyak, orang ngasih sedikit buat Tuhan. Tuhan ngasih lebih banyak lagi berkat padanya, orang ngasihnya ... tetap sedikit. Flat aja, datar aja tuh. Sama aja.

Akhir bulan, "Nih buat persembahan di gereja nanti. Dua ribu." Awal bulan, "Nih buat persembahan di gereja nanti. Masih tetap .. Dua ribu."

Dan bukan cuma itu saja. Ada contoh kejadian yang lebih miris. Sewaktu nganggur, rajin ke gereja. Setelah dapat kerja, makin rajin ke gerejanya? Enggak. Ironis kan. Gak adil.

Banyak orang yang mungkin memang secara tidak sadar melatih diri untuk menjadi orang yang tidak adil sebenarnya. Semoga kita tidak termasuk orang yang tidak adil terhadap kebaikan Tuhan.


Pertemuan Ketidakadilan dan Kasih

Terakhir, karena ini Perjamuan Kudus, seharusnya kita akan selalu mengingat keahlian Tuhan dalam membalikkan keluh kesahnya kita sewaktu kita pikir apa yang terjadi dalam kehidupan kita ini adalah ketidakadilan. Tuhan ini gak adil!

Lalu Tuhan menjawab, "Ya itu memang mungkin tidak adil menurut kamu. Akan tetapi sewaktu kamu ikut dalam perjamuan, itu pun sebenarnya tidak adil. Kamu berkata, "Sekali-kali kami tidak layak ya Tuhan untuk menerima undangan-Mu," ... dan memang kamu tidak layak. Tetapi aku tidak menolak kamu bukan?"

Salib Kristus adalah pertemuan antara ketidakadilan manusia dengan kasih Allah yang terbesar untuk menghasilkan keselamatan.

Mungkin itu yang bisa kita lakukan sewaktu kita bertemu dengan ketidakadilan di dalam kehidupan kita hari ini. Tetap mengasihi, tetap memberi, supaya terjadi perubahan, pemulihan, penyadaran dan akhirnya keselamatan.

Life is not fair, but life is not fair for everyone. That makes life fair. (Anonim)

Post a Comment