Yeremia 29:10-14 | Andai Janji Tuhan seperti Mie Instan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

mie instan
Surat kiriman kepada orang-orang buangan di Babel
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
Andai Janji Tuhan seperti Mie Instan — Syalom bapa dan ibu dan teman-teman muda, masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru.

Bicara tentang tahun yang semakin bertambah, orang akan selalu terobsesi, salah satunya ya, dengan pikiran ‘bagaimana caranya untuk membuat segala sesuatunya itu makin singkat waktunya, makin cepat.

Hampir di semua aspek kehidupan, orang maunya begitu. Cara cepat, bukan berlama-lama.

Baca Juga: Kumpulan Renungan Tahun Baru

Contoh ya:
Dulu itu kalau kita pergi ke Bandung dari Jakarta butuh waktu 5 jam. Muter lewat Cikampek terus ke sononya lagi. Sekarang? Cuma 2 jam. Cipularang.

Dulu, cetak foto itu ribet. Sekarang? Orang mana ada yang cetak foto lagi? Pasti jarang karena simpan saja di hp, gak ribet.

Dulu .. masak mie lama kan, minimal waktu 30 menit lah untuk masak mie. Sekarang? Ada mie yang dijual dalam bentuk gelas’an bu yang tinggal seduh langsung jadi dalam waktu semenit.

Ide yang luarbiasa: Makin cepat makin baik. Instan maka hebat.

Makanya dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, saya yakin sekali orang-orang Israel akan lebih memilih untuk memercayai nubuat yang disampaikan oleh nabi Hanaya (yang dikemudian hari Israel tahu bahwa dia itu nabi palsu) ketimbang apa yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi Yeremia.

Coba bandingkan dua ayat ini dan pilih mana yang lebih enak?
Nabi Hanaya: Yeremia 28:2-3
"Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu. Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.

Nabi Yeremia: Yeremia 29:10
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
Jika bapa dan ibu menjadi orang Israel pada masa itu, milih percaya yang mana? Pasti lebih enak untuk memercayai apa yang dinyatakan oleh Hanaya bukan?

Lebih menggiurkan dengan waktu yang jelas jauh lebih singkat dari pada apa yang dinyatakan oleh Yeremia. Tetapi sayangnya, apa yang disampaikan oleh Hanaya itu bukanlah apa yang dikehendaki Tuhan.

Saya kira ini akan selalu berulang dalam kehidupan kita semua. Kita maunya cepat (dapet kerjaan, dapet calon istri, dll). Akan tapi, kadang Tuhan itu memiliki rencana yang berbeda dengan apa yang kita mau. Kita mau cepat, Dia mau kita sabar.

Saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa saja hari ini ...

(1) Ini ucapan dari seorang kawan saya ...
“Karena kita gak tahu yang mana itu kehendak Tuhan, maka gak ada salahnya berdoa: Semoga kehendakku sejalan dengan kehendak-Mu ya Tuhan.”

Itu akan memastikan seseorang untuk terus berjuang tanpa kehilangan semangatnya untuk sesuatu yang dia percayai. (Woii, jombloers ... jangan nyerah dong menemukan cinta. Hahahahha).

Permasalahannya sekarang menjadi ada di diri kita masing-masing. Apa yang kita percayai yang Tuhan akan berikan kepada diri kita? Perjuangkan itu. Walaupun tampaknya hari ini kita kesulitan, atau gak masuk akal lah mencapai hal itu ...

Percaya dan berbuat sesuatu dengan apa yang kita percayai itu adalah modal paling utama untuk melihat apa yang Tuhan janjikan bagi hidup kita.

Tuhan tidak pernah memberikan makanan langsung untuk satu keluarga burung yang bersarang di atas pohon. Papa dan mama nya yang terbang untuk menemukan makanan yang telah Tuhan sediakan bagi keluarganya itu.

(2) Vox Populi Vox Dei
Itu satu ungkapan Latin yang artinya: Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Jujur, saya gak terlalu sepakat. Alasannya simple, karena belum tentu begitu. Coba kembali ke teks kita hari ini, apakah suara rakyat Israel yang ada di teks kita hari ini adalah sama seperti suara Tuhan? Tidak tuh.

Tugas kita hari ini Cuma dua: Berjuang seperti apa yang kita percayai tentang Janji Tuhan yang akan dinyatakan dalam hidup kita dan ... satu hal yang paling penting, tahu bahwa rancangan Tuhan, bahkan bila yang kita lihat hari ini adalah “halilintar”, tepat pada waktunya akan berubah menjadi “halleluya”.

Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak pasti kepada Tuhan yang sudah pasti. (Corrie ten Boom)

Yeremia 29:10-14 | Andai Janji Tuhan seperti Mie Instan

mie instan
Surat kiriman kepada orang-orang buangan di Babel
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
Andai Janji Tuhan seperti Mie Instan — Syalom bapa dan ibu dan teman-teman muda, masih dalam suasana Natal dan Tahun Baru.

Bicara tentang tahun yang semakin bertambah, orang akan selalu terobsesi, salah satunya ya, dengan pikiran ‘bagaimana caranya untuk membuat segala sesuatunya itu makin singkat waktunya, makin cepat.

Hampir di semua aspek kehidupan, orang maunya begitu. Cara cepat, bukan berlama-lama.

Baca Juga: Kumpulan Renungan Tahun Baru

Contoh ya:
Dulu itu kalau kita pergi ke Bandung dari Jakarta butuh waktu 5 jam. Muter lewat Cikampek terus ke sononya lagi. Sekarang? Cuma 2 jam. Cipularang.

Dulu, cetak foto itu ribet. Sekarang? Orang mana ada yang cetak foto lagi? Pasti jarang karena simpan saja di hp, gak ribet.

Dulu .. masak mie lama kan, minimal waktu 30 menit lah untuk masak mie. Sekarang? Ada mie yang dijual dalam bentuk gelas’an bu yang tinggal seduh langsung jadi dalam waktu semenit.

Ide yang luarbiasa: Makin cepat makin baik. Instan maka hebat.

Makanya dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, saya yakin sekali orang-orang Israel akan lebih memilih untuk memercayai nubuat yang disampaikan oleh nabi Hanaya (yang dikemudian hari Israel tahu bahwa dia itu nabi palsu) ketimbang apa yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi Yeremia.

Coba bandingkan dua ayat ini dan pilih mana yang lebih enak?
Nabi Hanaya: Yeremia 28:2-3
"Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu. Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.

Nabi Yeremia: Yeremia 29:10
Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
Jika bapa dan ibu menjadi orang Israel pada masa itu, milih percaya yang mana? Pasti lebih enak untuk memercayai apa yang dinyatakan oleh Hanaya bukan?

Lebih menggiurkan dengan waktu yang jelas jauh lebih singkat dari pada apa yang dinyatakan oleh Yeremia. Tetapi sayangnya, apa yang disampaikan oleh Hanaya itu bukanlah apa yang dikehendaki Tuhan.

Saya kira ini akan selalu berulang dalam kehidupan kita semua. Kita maunya cepat (dapet kerjaan, dapet calon istri, dll). Akan tapi, kadang Tuhan itu memiliki rencana yang berbeda dengan apa yang kita mau. Kita mau cepat, Dia mau kita sabar.

Saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa saja hari ini ...

(1) Ini ucapan dari seorang kawan saya ...
“Karena kita gak tahu yang mana itu kehendak Tuhan, maka gak ada salahnya berdoa: Semoga kehendakku sejalan dengan kehendak-Mu ya Tuhan.”

Itu akan memastikan seseorang untuk terus berjuang tanpa kehilangan semangatnya untuk sesuatu yang dia percayai. (Woii, jombloers ... jangan nyerah dong menemukan cinta. Hahahahha).

Permasalahannya sekarang menjadi ada di diri kita masing-masing. Apa yang kita percayai yang Tuhan akan berikan kepada diri kita? Perjuangkan itu. Walaupun tampaknya hari ini kita kesulitan, atau gak masuk akal lah mencapai hal itu ...

Percaya dan berbuat sesuatu dengan apa yang kita percayai itu adalah modal paling utama untuk melihat apa yang Tuhan janjikan bagi hidup kita.

Tuhan tidak pernah memberikan makanan langsung untuk satu keluarga burung yang bersarang di atas pohon. Papa dan mama nya yang terbang untuk menemukan makanan yang telah Tuhan sediakan bagi keluarganya itu.

(2) Vox Populi Vox Dei
Itu satu ungkapan Latin yang artinya: Suara rakyat adalah suara Tuhan.

Jujur, saya gak terlalu sepakat. Alasannya simple, karena belum tentu begitu. Coba kembali ke teks kita hari ini, apakah suara rakyat Israel yang ada di teks kita hari ini adalah sama seperti suara Tuhan? Tidak tuh.

Tugas kita hari ini Cuma dua: Berjuang seperti apa yang kita percayai tentang Janji Tuhan yang akan dinyatakan dalam hidup kita dan ... satu hal yang paling penting, tahu bahwa rancangan Tuhan, bahkan bila yang kita lihat hari ini adalah “halilintar”, tepat pada waktunya akan berubah menjadi “halleluya”.

Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak pasti kepada Tuhan yang sudah pasti. (Corrie ten Boom)

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email