Roma 5:1-5 | Jawaban

Roma 5:1-5

Kalau kita belum menemukan jawabannya, itu bukan berarti tak ada jawaban.

Jawaban — Seorang guru membawa satu soal untuk diberikan kepada para muridnya. Guru berkata, "Soal ini memang sulit, tetapi jalan dan penyelesaian jawabannya ada. Silahkan dikerjakan."

Semua murid mengambil soal itu, dan benar saja, hampir satu jam mereka semua mengerjakan soal itu, hasilnya tetap nihil. Satu persatu dari murid itu mulai menyerah.

Akan tetapi ada satu murid yang masih saja tetap mengerjakan soal itu dengan bersemangat. Semua kawannya heran melihat dia yang tak jauh beda dengan mereka, telah berkali-kali gagal menemukan jawaban.

Baca juga

Seorang bertanya padanya, "Mengapa kamu masih terus saja semangat mengerjakan soal yang susah itu? Gak bakalan dapatlah kita menjawab soal itu!"

Lalu si murid yang tetap bersemangat itu kemudian menjawab, "Kalau kita belum menemukan jawabannya, itu bukan berarti tak ada jawaban. Guru sudah mengatakan bahwa jawabannya ada, makanya aku masih mencari dan terus berusaha menemukan jalan menuju jawaban dari soal yang sulit ini."

Menyerah karena Sengsara


Menyerah karena sulitnya perkara yang kita hadapi dalam hidup ini adalah satu pilihan yang paling mudah kita ambil. Apalagi setelah mengetahui kita telah berjuang berkali-kali banyaknya untuk terus mencoba dan tetap mencoba ... tetapi, nihil.

Dengan menyerah, maka kita tidak akan bertemu lagi dengan kesulitan yang sejak dulu telah mengeluarkan seluruh daya pikir kita dan kekuatan kita untuk berjuang dan membawa kita kepada jalan sengsara.
Roma 5:1-5
Hasil pembenaran
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Rasul Paulus di dalam Roma 5:1-5 menggunakan kata Yunani, thlipsesin, untuk menyebutkan kesengsaraan (Roma 5:3), yang artinya secara harafiah adalah tekanan bahkan persekusi.

Dari dulu hingga sekarang, rupanya tekanan atau kesengsaraan memang dekat dengan orang percaya dalam memperjuangkan iman mereka. Kini di Indonesia, kita pun seringkali ditekan hingga sengsara sangat untuk dapat menyatakan diri kita sebagai pengikut Kristus (tidak perlu dikasih contoh kan ya?).

Dahulu, orang percaya di Roma pun kurang lebih mengalami hal yang sama, tekanan dari orang-orang di Roma, terlebih Kekaisaran Romawi, yang dahulu menganiaya orang percaya karena iman yang berbeda itu.

Bersukacita karena Sengsara

Kalau kita belum menemukan jawabannya, itu bukan berarti tak ada jawaban.
Tetapi yang aneh adalah karena Rasul Paulus menyatakan justru bahkan dengan situasi sesulit itu, kita sebagai orang percaya harus tetap bermegah – bersukacita (Roma 5:3). Sama seperti seorang murid dalam cerita di awal tadi, yang tetap bersemangat menjalani tugasnya mencari jawaban karena sang Guru sudah menyatakan bahwa jawabannya ada.

Jawaban yang disediakan oleh Tuhan melalui Rasul Paulus kepada kita dalam menghadapi segala kesengsaraan kita terdapat pada satu alur yang sangat menarik untuk kita lihat bersama, ayat 3-5.

Roma 5:3-5
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Kesengsaraan -> Ketekunan -> Tahan Uji -> Pengharapan -> Tidak Kecewa (karena Allah mengasihi kita)

Menurut bapak dan ibu, dari antara 5 hal itu, apa yang paling penting untuk kita lakukan hari ini?

Buat saya, ketekunan.


Ketekunan untuk Menemukan Jawaban

Rasul Paulus kembali menggunakan kata yang baik sekali untuk menggambarkan hal itu, ketekunan: hupomone (Yunani) yang arti harafiahnya lebih dari sekedar bersabar. Hupomone berarti tetap memiliki semangat untuk melakukan sesuatu yang bisa kita perbuat untuk mengalahkan kesengsaraan hidup ini.

Ketika kita menghadapi satu kesengsaraan, maka tetap memiliki hupomone - ketekunan adalah pilihan yang realistis sekaligus imani, bahwa di depan sana, kita tidak akan kecewa.

Saya suka dengan ilustrasi seekor keledai yang terperosok ke dalam lubang dan dia tidak bisa keluar dari sana. Lalu ada orang yang mulai menyekop dan memasukkan tanah ke dalam lubang.

Si keledai bisa berpikir, "ini orang mau membunuhku lebih cepat!"

Atau ... si keledai bisa menggerakkan seluruh kakinya untuk menimbun tanah yang masuk ke dalam lubang itu sehingga pada akhirnya dia bisa naik dan keluar dari lubang (karena tanah yang dibuang oleh orang tadi ke dalam lubang).

Itulah hupomone, itulah jawabannya. Jawaban akan datang kepada setiap kita yang tidak pernah berhenti (tekun -> tahan uji -> berpengharapan) untuk mencari dan menemukannya. Cepat atau lambat.

Bila seseorang mengambi keputusan untuk menjawab suatu persoalan, maka pada langkah awal mungkin ia akan menemukan banyak tantangan, tetapi bila ia tetap tekun dan meneruskan pencariannya, ia menjadi yakin akan menemukan suatu pemecahan.Persoalannya bagi banyak orang adalah bahwa mereka berhenti sebelum mulai. (Thomas A. Edison)

Post a Comment