Kisah Para Rasul 16:16-34 | Cobalah untuk Setia - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Cobalah Untuk Setia

Pembukaan

Itu lagu tahun berapa ya? Yang saya inget cuma pas di kalimat: “cobalah untuk setia” nya aja. Lagu milik Krisdayanti, yang sepertinya dinyanyikan sewaktu masih hidup berkeluarga dengan Anang. Sekarang? Tak ada lagi setia di dalam kehidupan dua artis kita yang sudah bercerai itu (dan sudah menikah dengan pasangannya masing-masing itu).

Memang, yang namanya setia itu susah ya untuk diperjuangkan … Saya kemarin baru nonton film terbaru Raditya Dika yang judulnya “Cinta Brontosaurus”, juga membahas tentang kesetian, dengan satu masalah: Cinta ternyata bisa kadaluarsa, katanya (endingnya sih film itu keren kok).

Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, apa yang akan bapak dan ibu lakukan dan pikirkan bila bapak dan ibu menjadi Rasul Paulusnya?

Ayat 19:
Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.

Apa yang salah? Di mana yang salah? Apa yang saya lakukan itu benar, mengapa saya dipersalahkan? Tuhan gimana sih kok gak bisa lihat siapa yang benar dan siapa yang salah?

Pikiran-pikiran seperti itu anehnya sama sekali tidak terbersit dalam benak Tim Pembawa Kabar Baik yang dinakhkodai oleh Rasul Paulus ketika apa yang mereka lakukan yang adalah sesuatu yang benar, “menyembuhkan seseorang yang kerasukan roh jahat” (ayat 16), dipandang sebagai sesuatu yang salah (ayat 19).

Bahkan ketika perbuatan yang benar itu justru membawa mereka pada siksaan (ayat 23) dan penjara (ayat 24) …

Anehnya, cinta mereka kepada Dia, tidak menjadi kadaluarsa, dan lalu berlaku tidak setia. Justru sebaliknya, “mereka tetap berdoa dan memuji Allah” (ayat 24).

Menderita karena cinta yang ditunjukkan oleh perbuatan (ayat 18) dan mereka tetap setia; Itu hebat, karena banyak orang di masa kini yang mungkin tidak sekuat itu: daripada menderita terus, lebih baik menjadi sama saja dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan.

Tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan bersama ketika kita hari ini mungkin sama seperti Rasul Paulus dahulu yang menderita karena tindakan cinta, yaitu ….  Ayat 26 dan ayat 27-36.

mari kita bahas satu per satu.

1. Ayat 26
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Apa yang terjadi? 
Saya kira ini akan selalu berulang dengan cara yang Tuhan kehendaki bagi kita masing-masing. Tuhan tidak tinggal diam, tetapi menyatakan kuasa-Nya untuk membela orang-orang yang setia dan mengasihi-Nya.

2. Ayat 27-34

Apa yang terjadi? 
Kehidupan kita dengan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya itu ternyata adalah salah satu cara Tuhan untuk semakin memperkenalkan diri kepada kita. Dan seringkali ketika kita semakin mengenal Tuhan melalui peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, bahkan yang buruk sekalipun … Itu menjadi sumber Kesaksian kita akan kebaikan dan kuasa Tuhan yang tentunya sangat bisa pula membawa berkat bagi kehidupan orang lain yang ada di sekitar kita.

Pokok Diskusi:
Pernah punya pengalaman untuk memperjuangkan kesetiaan dan berakhir manis? Itulah kesaksian kita melalui apa yang pernah kita alami. Ada yang mau share?

Kisah Para Rasul 16:16-34 | Cobalah untuk Setia


Cobalah Untuk Setia

Pembukaan

Itu lagu tahun berapa ya? Yang saya inget cuma pas di kalimat: “cobalah untuk setia” nya aja. Lagu milik Krisdayanti, yang sepertinya dinyanyikan sewaktu masih hidup berkeluarga dengan Anang. Sekarang? Tak ada lagi setia di dalam kehidupan dua artis kita yang sudah bercerai itu (dan sudah menikah dengan pasangannya masing-masing itu).

Memang, yang namanya setia itu susah ya untuk diperjuangkan … Saya kemarin baru nonton film terbaru Raditya Dika yang judulnya “Cinta Brontosaurus”, juga membahas tentang kesetian, dengan satu masalah: Cinta ternyata bisa kadaluarsa, katanya (endingnya sih film itu keren kok).

Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, apa yang akan bapak dan ibu lakukan dan pikirkan bila bapak dan ibu menjadi Rasul Paulusnya?

Ayat 19:
Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.

Apa yang salah? Di mana yang salah? Apa yang saya lakukan itu benar, mengapa saya dipersalahkan? Tuhan gimana sih kok gak bisa lihat siapa yang benar dan siapa yang salah?

Pikiran-pikiran seperti itu anehnya sama sekali tidak terbersit dalam benak Tim Pembawa Kabar Baik yang dinakhkodai oleh Rasul Paulus ketika apa yang mereka lakukan yang adalah sesuatu yang benar, “menyembuhkan seseorang yang kerasukan roh jahat” (ayat 16), dipandang sebagai sesuatu yang salah (ayat 19).

Bahkan ketika perbuatan yang benar itu justru membawa mereka pada siksaan (ayat 23) dan penjara (ayat 24) …

Anehnya, cinta mereka kepada Dia, tidak menjadi kadaluarsa, dan lalu berlaku tidak setia. Justru sebaliknya, “mereka tetap berdoa dan memuji Allah” (ayat 24).

Menderita karena cinta yang ditunjukkan oleh perbuatan (ayat 18) dan mereka tetap setia; Itu hebat, karena banyak orang di masa kini yang mungkin tidak sekuat itu: daripada menderita terus, lebih baik menjadi sama saja dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan.

Tetapi ada satu hal yang perlu kita perhatikan bersama ketika kita hari ini mungkin sama seperti Rasul Paulus dahulu yang menderita karena tindakan cinta, yaitu ….  Ayat 26 dan ayat 27-36.

mari kita bahas satu per satu.

1. Ayat 26
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Apa yang terjadi? 
Saya kira ini akan selalu berulang dengan cara yang Tuhan kehendaki bagi kita masing-masing. Tuhan tidak tinggal diam, tetapi menyatakan kuasa-Nya untuk membela orang-orang yang setia dan mengasihi-Nya.

2. Ayat 27-34

Apa yang terjadi? 
Kehidupan kita dengan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya itu ternyata adalah salah satu cara Tuhan untuk semakin memperkenalkan diri kepada kita. Dan seringkali ketika kita semakin mengenal Tuhan melalui peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, bahkan yang buruk sekalipun … Itu menjadi sumber Kesaksian kita akan kebaikan dan kuasa Tuhan yang tentunya sangat bisa pula membawa berkat bagi kehidupan orang lain yang ada di sekitar kita.

Pokok Diskusi:
Pernah punya pengalaman untuk memperjuangkan kesetiaan dan berakhir manis? Itulah kesaksian kita melalui apa yang pernah kita alami. Ada yang mau share?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER