Bilangan 6:22-27 | Tahun Sial? - Pdt. Gerry Atje
Tahun Sial?
Bilangan 6:22-27


Selamat Tahun Baru!
Tahun 2013. Kata orang, angka 13 itu adalah angka sial.
Beberapa gedung tinggi dn juga hotel berbintang, baik di dalam dan di luar negeri .. masih ada aja tuh yang tidak memiliki lantai 13 atau kamar no 13. Biasanya dilompatin, dari 12 langsung ke 14 ... Atau disiasatinya dengan menuliskan angka 12a dan 12b sebagai pengganti angka 13. Bahkan ketakutan akan angka 13 ini jug sudah memiliki nama sebutan phobianya sendiri, "Trikaidekaphobia" - takut angka 13.

Entah dari mana keyakinan macam ini berasal.
Ada yang bilang itu adalah kisah mistis bangsa Babilonia Kuno yang menyatakan bahwa angka 13 adalah angka berdaya magis satanik. Ada yang bilang pula peng-haram-an angka 13 itu dimulai dari kisah bangsa Mesir ... wah macam-macam lah asal usulnya.

Nah, kalau sudah begini bisa berabe nih. Apalagi buat yang ngerasa tahun 2012 kemarin adalah "tahun ancur" ... sekarang ketemu "tahun sial".

Di kisah yang lain, menurut orang Cina, tahun 2013 adalah tahun "Naga Air". Nah yang ini juga gak kalah menakutkannya, sebab saya baca bahwa kemungkinan bencana yang disebabkan oleh air, di tahun ini makin meningkat: banjir, tsunami ... makin banyak. Juga dikatakan bahwa berhati-hatilah buat kita-kita yang memiliki bisnis usaha di seputar air: transportasi air, pariwista ... bahkan cat air katanya ... ). Makin tambah runyam tahun 2013 ini. Apalagi buat orang yang tinggal di Tanjung Priok. Mengerikan.

Akan tetapi bersyukurlah karena kita adalah orang percaya yang sama sekali tidak melandaskan iman kita terhadap hal-hal yang seperti itu (kecuali kalau masih ada orang percaya yang masih pula percaya yang begitu-begituan ... selamat takut dan bingung saja).

Firman Tuhan yang kita baca hari ini jelas sekali mengatakan bahwa apa yng disediakan oleh Tuhan kepada kita adalah ... Berkat. Makanya saya senang banget waktu ada orang yang bilang: "Saya mah gak mencari rezeki, tapi saya itu menjemput rezeki". Itu Alkitabiah banget. 

Mari kita lihat Alkitab kita:
Bilangan 6:22-27
TUHAN berfirman kepada Musa:
"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Waktu pertama kali saya baca teks kita hari ini, saya mengira akan menemukan kata "Kiranya ...." dalam perikop kita. Kan kalau rumusan berkat dari Pendeta kan sering ada yang begitu tuh ... "Kiranya Tuhan memberkati engkau ...." ... Tapi ternyata, di dalam perikop kita sekarang, Tuhan berkata gak pake kata "Kiranya ..." tetapi langsung: "Tuhan memberkati, menyinari, menghadapkan ..."

Beda dong pastinya rasanya kalau ada kata "Kiranya ..." dengan tanpa pake kata itu dan langsung berkata "Tuhan memberkati engkau ..." Itu artinya Tuhan sudah menyediakan dan memberikan kepada kita.

Dalam perikop kita hari ini ada tiga hal yang Tuhan sudah siap sediakan dan berikan untuk kita:

(1) Ayat 24: PERLINDUNGAN.

Dalam bahasa aslinya, kata melindungi, bahasa Ibraninya: Shamar.
Arti harafiahnya ternyata bukan hanya sekedar dilindungi, tetapi juga mencakup dijagai, diperhatikan, dipelihara, dipedulikan ... dan ini yang keren ... dirawat. Bayangkan, Tuhan merawat kita. Saya dirawat mama saya yang suster aja sudah senang bukan kepalang.

Kalau bapak dan ibu mau memilih, mana yang akan bapak dan ibu pilih? dirawat / dipelihara / dipedulikan / ... ?? Kalau saya, milih semuanya. Dan memang kita tak perlu memilih sebab Tuhan sudah siap memberikan itu semua kepada setiap kita: Shamar.

(2) Ayat 25: DIBERI KASIH KARUNIA

Dalam bahasa aslinya, Ibrani: Khawnan.
Arti harafiahnya pun ternyata bukan hanya sekedar diberi kasih karunia, tapi juga mencakup disayang, diselamatkan, diberikan bantuan.

Sama, kita gak usah milih salah satunya. Sebab Tuhan memberikan semuanya itu pada kita: Khawnan.

(3) Ayat 26: DIBERI DAMAI SEJAHTERA

Nah yang ini bahasa aslinya sudah populer: Shalom.
Arti harafiahnya ... bukan hanya sekedar damai, sejahtera ... tetapi juga mencakup ketenangan, kepuasaan, kecukupan, keselamatan dan sukacita.

Dan sekali lagi, gak perlu milih salah satu, Tuhan sudah siap berikan itu semua pada kita: Shalom.

Jadi apa alasan kita untuk kita takut menghadapi hari baru di tahun yang baru ini? Memang pergumulan tidak akan bertambah mudah jalannya. Sebaliknya, makin terjal. Persoalan pun pasti akan semakin kompleks ... Harga-harga pun pasti akan terus naik, sedangkan pendapatan belum tentu naik.

Ada cerita tentang seorang anak yang beres-beres kamarnya. Dirapikan kamarnya itu dan dia mau dekor ulang kamarnya itu ... Lalu papanya datang: "gmana? udah selesai beresin kamarnya" ... Anak itu bilang: "udah pah, nih dah keringetan semua aku ... tinggal satu nih yang susah banget. Mindahin lemari pakaianku ke pojokan sebelah sana. Udah pake semua tenaga juga tapi tetap aja gak bisa ..." 

Lalu papa berkata: "memang kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu nak?" ... Anak menjawab: "Udah papa .. nih dah keringetan semua nih" ...

Papa tersenyum, lalu berkata: "Belum. Kamu belum mengerahkan semua kekuatanmu nak. Kamu belum minta bantuan ke papa untuk menolongmu mindahin lemarimu ini kan? Yuk kita pindahin sama-sama ..."

Prinsip yang sama berlaku:
Untuk menghalau ketakutan - kelelahan - kekuatiran kita menghadapi semua yang akan terjadi di depan sana ... Ingat bahwa kita tidak pernah melewati hari-hari kita ini sendirian. Ada seorang Sahabat di sana yang siap meneguhkan hatiku, menyemangatiku dan bersedia turun tangan menolong kehidupanku. 

Bilangan 6:22-27 | Tahun Sial?

Tahun Sial?
Bilangan 6:22-27


Selamat Tahun Baru!
Tahun 2013. Kata orang, angka 13 itu adalah angka sial.
Beberapa gedung tinggi dn juga hotel berbintang, baik di dalam dan di luar negeri .. masih ada aja tuh yang tidak memiliki lantai 13 atau kamar no 13. Biasanya dilompatin, dari 12 langsung ke 14 ... Atau disiasatinya dengan menuliskan angka 12a dan 12b sebagai pengganti angka 13. Bahkan ketakutan akan angka 13 ini jug sudah memiliki nama sebutan phobianya sendiri, "Trikaidekaphobia" - takut angka 13.

Entah dari mana keyakinan macam ini berasal.
Ada yang bilang itu adalah kisah mistis bangsa Babilonia Kuno yang menyatakan bahwa angka 13 adalah angka berdaya magis satanik. Ada yang bilang pula peng-haram-an angka 13 itu dimulai dari kisah bangsa Mesir ... wah macam-macam lah asal usulnya.

Nah, kalau sudah begini bisa berabe nih. Apalagi buat yang ngerasa tahun 2012 kemarin adalah "tahun ancur" ... sekarang ketemu "tahun sial".

Di kisah yang lain, menurut orang Cina, tahun 2013 adalah tahun "Naga Air". Nah yang ini juga gak kalah menakutkannya, sebab saya baca bahwa kemungkinan bencana yang disebabkan oleh air, di tahun ini makin meningkat: banjir, tsunami ... makin banyak. Juga dikatakan bahwa berhati-hatilah buat kita-kita yang memiliki bisnis usaha di seputar air: transportasi air, pariwista ... bahkan cat air katanya ... ). Makin tambah runyam tahun 2013 ini. Apalagi buat orang yang tinggal di Tanjung Priok. Mengerikan.

Akan tetapi bersyukurlah karena kita adalah orang percaya yang sama sekali tidak melandaskan iman kita terhadap hal-hal yang seperti itu (kecuali kalau masih ada orang percaya yang masih pula percaya yang begitu-begituan ... selamat takut dan bingung saja).

Firman Tuhan yang kita baca hari ini jelas sekali mengatakan bahwa apa yng disediakan oleh Tuhan kepada kita adalah ... Berkat. Makanya saya senang banget waktu ada orang yang bilang: "Saya mah gak mencari rezeki, tapi saya itu menjemput rezeki". Itu Alkitabiah banget. 

Mari kita lihat Alkitab kita:
Bilangan 6:22-27
TUHAN berfirman kepada Musa:
"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."
Waktu pertama kali saya baca teks kita hari ini, saya mengira akan menemukan kata "Kiranya ...." dalam perikop kita. Kan kalau rumusan berkat dari Pendeta kan sering ada yang begitu tuh ... "Kiranya Tuhan memberkati engkau ...." ... Tapi ternyata, di dalam perikop kita sekarang, Tuhan berkata gak pake kata "Kiranya ..." tetapi langsung: "Tuhan memberkati, menyinari, menghadapkan ..."

Beda dong pastinya rasanya kalau ada kata "Kiranya ..." dengan tanpa pake kata itu dan langsung berkata "Tuhan memberkati engkau ..." Itu artinya Tuhan sudah menyediakan dan memberikan kepada kita.

Dalam perikop kita hari ini ada tiga hal yang Tuhan sudah siap sediakan dan berikan untuk kita:

(1) Ayat 24: PERLINDUNGAN.

Dalam bahasa aslinya, kata melindungi, bahasa Ibraninya: Shamar.
Arti harafiahnya ternyata bukan hanya sekedar dilindungi, tetapi juga mencakup dijagai, diperhatikan, dipelihara, dipedulikan ... dan ini yang keren ... dirawat. Bayangkan, Tuhan merawat kita. Saya dirawat mama saya yang suster aja sudah senang bukan kepalang.

Kalau bapak dan ibu mau memilih, mana yang akan bapak dan ibu pilih? dirawat / dipelihara / dipedulikan / ... ?? Kalau saya, milih semuanya. Dan memang kita tak perlu memilih sebab Tuhan sudah siap memberikan itu semua kepada setiap kita: Shamar.

(2) Ayat 25: DIBERI KASIH KARUNIA

Dalam bahasa aslinya, Ibrani: Khawnan.
Arti harafiahnya pun ternyata bukan hanya sekedar diberi kasih karunia, tapi juga mencakup disayang, diselamatkan, diberikan bantuan.

Sama, kita gak usah milih salah satunya. Sebab Tuhan memberikan semuanya itu pada kita: Khawnan.

(3) Ayat 26: DIBERI DAMAI SEJAHTERA

Nah yang ini bahasa aslinya sudah populer: Shalom.
Arti harafiahnya ... bukan hanya sekedar damai, sejahtera ... tetapi juga mencakup ketenangan, kepuasaan, kecukupan, keselamatan dan sukacita.

Dan sekali lagi, gak perlu milih salah satu, Tuhan sudah siap berikan itu semua pada kita: Shalom.

Jadi apa alasan kita untuk kita takut menghadapi hari baru di tahun yang baru ini? Memang pergumulan tidak akan bertambah mudah jalannya. Sebaliknya, makin terjal. Persoalan pun pasti akan semakin kompleks ... Harga-harga pun pasti akan terus naik, sedangkan pendapatan belum tentu naik.

Ada cerita tentang seorang anak yang beres-beres kamarnya. Dirapikan kamarnya itu dan dia mau dekor ulang kamarnya itu ... Lalu papanya datang: "gmana? udah selesai beresin kamarnya" ... Anak itu bilang: "udah pah, nih dah keringetan semua aku ... tinggal satu nih yang susah banget. Mindahin lemari pakaianku ke pojokan sebelah sana. Udah pake semua tenaga juga tapi tetap aja gak bisa ..." 

Lalu papa berkata: "memang kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu nak?" ... Anak menjawab: "Udah papa .. nih dah keringetan semua nih" ...

Papa tersenyum, lalu berkata: "Belum. Kamu belum mengerahkan semua kekuatanmu nak. Kamu belum minta bantuan ke papa untuk menolongmu mindahin lemarimu ini kan? Yuk kita pindahin sama-sama ..."

Prinsip yang sama berlaku:
Untuk menghalau ketakutan - kelelahan - kekuatiran kita menghadapi semua yang akan terjadi di depan sana ... Ingat bahwa kita tidak pernah melewati hari-hari kita ini sendirian. Ada seorang Sahabat di sana yang siap meneguhkan hatiku, menyemangatiku dan bersedia turun tangan menolong kehidupanku. 

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL