Lukas 2:1-7 | Memberi Tempat untuk Yesus - Pdt. Gerry Atje
Memberi Tempat untuk Yesus


Saya agak heran dengan kebiasaan banyak orang, saya termasuk di dalamnya, mungkin juga bapak dan ibu termasuk di dalamnya juga ... Biasanya kalau menjelang dan sekitar hari Natal, selalu ada tayangan-tayangan di televisi, entah itu sinetron, film atau apalah gitu ya yang diulang-ulang ... dari tahun ke tahun filmnya ya dia lagi - dia lagi ... Salah satu yang saya maksud adalah filmnya "Merry Christmas Mr. Bean" ... Ada beberapa scene nya yang saya selalu ingat ... "Mr. Bean dan pacarnya tukeran kado di hari Natal", lalu "Mr. Bean mimpin nyanyian di taman kota" ... Dan ada satu yang ini akan selalu saya favoritkan untuk ditonton berulang-ulang ...


Yups!
Adegan Mr. Bean yang memberi tempat bagi bayi Yesus yan lahir di kandang dan kemudian dipindahkan ke kamar yang mewah ... di sebuah toko mainan anak. Walau kita tahu bahwa cerita itu diulang-ulang terus tiap tahun ... Masih aja ditontong itu film Mr. Bean dan masih ktawa juga kalau kita nontonnya kan ...

Ide scene Mr. Bean yang di atas itu sebenarnya sederhana,

Ayat 6-7:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Kenapa Allah yang mewujud dalam rupa manusia hrus lahir di kandang hewan? Ya mbok di tempat yang bagusan dikit napa ya? Di Rumah Sakit Bersalin kek ... Di Hotel yang bagus kek ... Atau lahir di Istana Raja kek ...

Tapi tidak.
Justru tempat yang paling pertama untuk menyatakan kehadiran-Nya di tengah dunia ini adalah sebuah kandang yang hina.

"Karena tidak ada tempat"

Tapi ... Kenapa Dia mau melakukan itu semua?
Seharusnya, tidak sulit bagi-Nya untuk memerintahkan para malaikat menyediakan tempat yang sangat layak waktu itu. Tidak sulit itu. Tapi Dia justru membiarkan diri-Nya hadir di dalam dunia sebaga manusia justru di tempat yang paling hina.

Dan itulah Kabar Baik dari peristiwa Natal.
Bayangkan ... Ada berapa banyak orang, dari dulu hingga hari ini mungkin, yang dia tidak berani menghampiri dan menjumpai Tuhan ... karena menganggap dirinya, dia itu adalah seorang yang hina.
Merasa diri sangat berdosa dengan apa yang telah terjadi di masa lalu.
Merasa diri sangat tidak layak karena selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Dan kemudian menghakimi dirinya sendiri bahwa Tuhan pasti tidak mau lagi berjumpa dengan-Nya.
Salah besar!
Yesus lahir di kandang hina, supaya orang-orang yang merasa dirinya adalah seorang yang hina, seseorang yang menganggap dirinya sehina itu, dapat menjumpai Yesus.

Jika Yesus dahulu lahir di Istana Raja, para gembala mungkin akan berpikir ribuan kali untuk datang menghampiri-Nya ... Coba saja bapak dan ibu sekali-kali coba datang ke Istana Negara, ribet gak masuknya ... Ada seorang teman yang beberapa tahun yang lalu dia di undang ke Istana Negara, tapi akhirnya ditolak masuk karena ... Karena dia pake celana Jins.

Jika Yesus lahir di Istana Raja, tidak sulit bagi para Majus untuk datang dan menghampiri Yesus di sana ... Tapi untuk para gembala?

Yesus lahir di kandang hina 
agar Dia bisa dijumpai oleh siapa saja.

Dan satu lagi,
yang jauh lebih penting adalah ...
Kandang, tanpa Yesus, akan selalu menjadi hanya sebuah kandang yang dianggap hina. Akan tetapi ketika Yesus lahir di sana, yang ada bukan lagi kehinaan, melainkan kemuliaan.

Di masa kini, gak ada lagi kandang di tempat lahir-Nya itu. Yang ada adalah gereja ... Nativity Church.
Kehinaan yang diubahkan menjadi kemuliaan.

Hari ini,
Yesus gak butuh kandang ...
(tapi jelas Dia akan sagat berterima kasih kepada saudara-saudara kita yang sejak kemarin sudah berlelah untuk membuat kandang yang mengingatkan kepada kita bahwa 2000 tahun yang lalu Yesus Tuhan, lahir di sebuah tempat yang hina untuk kita)

Dia butuh tempat yang lain ... di dalam bagian dari hidup kita, diri kita. Supaya Dia bisa melakukannya sekali lagi: Mengubah kehinaan menjadi kemuliaan dalam kehidupan kita.

Adakah tempat bagi Yesus agar hari ini Dia bisa hadir - terlahir di tengah dunia kita, hidup kita? Semoga semua beban, pergumulan, kepenatan dalam hidup kita yang sudah sumpek ini ... tidak membuat kita melupakan untuk memberikan satu tempat untuk Yesus hadir dan lahir dan berkarya, menunjukkan sekali lagi ... mengubah kehinaan menjadi kemuliaan di dalam kehidupan kita.

Satu lagu untuk menutup renungan kita ...

Lukas 2:1-7 | Memberi Tempat untuk Yesus

Memberi Tempat untuk Yesus


Saya agak heran dengan kebiasaan banyak orang, saya termasuk di dalamnya, mungkin juga bapak dan ibu termasuk di dalamnya juga ... Biasanya kalau menjelang dan sekitar hari Natal, selalu ada tayangan-tayangan di televisi, entah itu sinetron, film atau apalah gitu ya yang diulang-ulang ... dari tahun ke tahun filmnya ya dia lagi - dia lagi ... Salah satu yang saya maksud adalah filmnya "Merry Christmas Mr. Bean" ... Ada beberapa scene nya yang saya selalu ingat ... "Mr. Bean dan pacarnya tukeran kado di hari Natal", lalu "Mr. Bean mimpin nyanyian di taman kota" ... Dan ada satu yang ini akan selalu saya favoritkan untuk ditonton berulang-ulang ...


Yups!
Adegan Mr. Bean yang memberi tempat bagi bayi Yesus yan lahir di kandang dan kemudian dipindahkan ke kamar yang mewah ... di sebuah toko mainan anak. Walau kita tahu bahwa cerita itu diulang-ulang terus tiap tahun ... Masih aja ditontong itu film Mr. Bean dan masih ktawa juga kalau kita nontonnya kan ...

Ide scene Mr. Bean yang di atas itu sebenarnya sederhana,

Ayat 6-7:
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Kenapa Allah yang mewujud dalam rupa manusia hrus lahir di kandang hewan? Ya mbok di tempat yang bagusan dikit napa ya? Di Rumah Sakit Bersalin kek ... Di Hotel yang bagus kek ... Atau lahir di Istana Raja kek ...

Tapi tidak.
Justru tempat yang paling pertama untuk menyatakan kehadiran-Nya di tengah dunia ini adalah sebuah kandang yang hina.

"Karena tidak ada tempat"

Tapi ... Kenapa Dia mau melakukan itu semua?
Seharusnya, tidak sulit bagi-Nya untuk memerintahkan para malaikat menyediakan tempat yang sangat layak waktu itu. Tidak sulit itu. Tapi Dia justru membiarkan diri-Nya hadir di dalam dunia sebaga manusia justru di tempat yang paling hina.

Dan itulah Kabar Baik dari peristiwa Natal.
Bayangkan ... Ada berapa banyak orang, dari dulu hingga hari ini mungkin, yang dia tidak berani menghampiri dan menjumpai Tuhan ... karena menganggap dirinya, dia itu adalah seorang yang hina.
Merasa diri sangat berdosa dengan apa yang telah terjadi di masa lalu.
Merasa diri sangat tidak layak karena selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Dan kemudian menghakimi dirinya sendiri bahwa Tuhan pasti tidak mau lagi berjumpa dengan-Nya.
Salah besar!
Yesus lahir di kandang hina, supaya orang-orang yang merasa dirinya adalah seorang yang hina, seseorang yang menganggap dirinya sehina itu, dapat menjumpai Yesus.

Jika Yesus dahulu lahir di Istana Raja, para gembala mungkin akan berpikir ribuan kali untuk datang menghampiri-Nya ... Coba saja bapak dan ibu sekali-kali coba datang ke Istana Negara, ribet gak masuknya ... Ada seorang teman yang beberapa tahun yang lalu dia di undang ke Istana Negara, tapi akhirnya ditolak masuk karena ... Karena dia pake celana Jins.

Jika Yesus lahir di Istana Raja, tidak sulit bagi para Majus untuk datang dan menghampiri Yesus di sana ... Tapi untuk para gembala?

Yesus lahir di kandang hina 
agar Dia bisa dijumpai oleh siapa saja.

Dan satu lagi,
yang jauh lebih penting adalah ...
Kandang, tanpa Yesus, akan selalu menjadi hanya sebuah kandang yang dianggap hina. Akan tetapi ketika Yesus lahir di sana, yang ada bukan lagi kehinaan, melainkan kemuliaan.

Di masa kini, gak ada lagi kandang di tempat lahir-Nya itu. Yang ada adalah gereja ... Nativity Church.
Kehinaan yang diubahkan menjadi kemuliaan.

Hari ini,
Yesus gak butuh kandang ...
(tapi jelas Dia akan sagat berterima kasih kepada saudara-saudara kita yang sejak kemarin sudah berlelah untuk membuat kandang yang mengingatkan kepada kita bahwa 2000 tahun yang lalu Yesus Tuhan, lahir di sebuah tempat yang hina untuk kita)

Dia butuh tempat yang lain ... di dalam bagian dari hidup kita, diri kita. Supaya Dia bisa melakukannya sekali lagi: Mengubah kehinaan menjadi kemuliaan dalam kehidupan kita.

Adakah tempat bagi Yesus agar hari ini Dia bisa hadir - terlahir di tengah dunia kita, hidup kita? Semoga semua beban, pergumulan, kepenatan dalam hidup kita yang sudah sumpek ini ... tidak membuat kita melupakan untuk memberikan satu tempat untuk Yesus hadir dan lahir dan berkarya, menunjukkan sekali lagi ... mengubah kehinaan menjadi kemuliaan di dalam kehidupan kita.

Satu lagu untuk menutup renungan kita ...

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL