Albert Nobel: Raja Dinamit - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

alfred nobel
Alfred Nobel: Raja Dinamit — Kata mereka dia telah meninggal! Pada suatu pagi di tahun 1888, Albert Nobel, penemu dinamit, yang telah mengumpulkan kekayaan dengan memproduksi dan menjual senjata perusak merasa kaget membaca berita kematiannya sendiri di surat kabar.

Sebenarnya yang meninggal adalah saudaranya sendiri, namun seorang wartawan salah sangka dan menulis tentang pengumuman meninggalnya Albert Nobel.


Untuk pertama kalinya Alfred Nobel melihat dirinya menurut pandangan dunia terhadapnya, "Raja Dinamit", tidak lebih dari itu. Tidak dituliskannya usahanya merobohkan pembatasan yang ada antarmanusia dan antargagasan-gagasan. Dia hanya dikenal sebagai "pedagang kematian" dan dia akan dikenang hanya untuk itu saja.

Alfred merasa ngeri.

Dia memutuskan agar dunia mengetahui tujuan hidupnya. Maka dia menulis wasiat terakhirnya dan menyerahkan kekayaannya untuk membuat hadiah yang paling bergengsi: Hadiah Nobel Perdamaian.

Saat ini, dunia sudah melupakan hubungan antara namanya dengan dinamit.
Frank Mihalik S.V.D., 1500 Cerita Bermakna I, 5-6. Gambar dari google.

Albert Nobel: Raja Dinamit

alfred nobel
Alfred Nobel: Raja Dinamit — Kata mereka dia telah meninggal! Pada suatu pagi di tahun 1888, Albert Nobel, penemu dinamit, yang telah mengumpulkan kekayaan dengan memproduksi dan menjual senjata perusak merasa kaget membaca berita kematiannya sendiri di surat kabar.

Sebenarnya yang meninggal adalah saudaranya sendiri, namun seorang wartawan salah sangka dan menulis tentang pengumuman meninggalnya Albert Nobel.


Untuk pertama kalinya Alfred Nobel melihat dirinya menurut pandangan dunia terhadapnya, "Raja Dinamit", tidak lebih dari itu. Tidak dituliskannya usahanya merobohkan pembatasan yang ada antarmanusia dan antargagasan-gagasan. Dia hanya dikenal sebagai "pedagang kematian" dan dia akan dikenang hanya untuk itu saja.

Alfred merasa ngeri.

Dia memutuskan agar dunia mengetahui tujuan hidupnya. Maka dia menulis wasiat terakhirnya dan menyerahkan kekayaannya untuk membuat hadiah yang paling bergengsi: Hadiah Nobel Perdamaian.

Saat ini, dunia sudah melupakan hubungan antara namanya dengan dinamit.
Frank Mihalik S.V.D., 1500 Cerita Bermakna I, 5-6. Gambar dari google.

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email