Yohanes 21:15-19 | Apakah Engkau Mengasihi Aku? - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Apakah Engkau Mengasihi Aku?
Yohanes 21:15-19

Syalom ... hari ini saya mau mengajak kita untuk mengingat tempoe doeloe. Sewaktu seseorang yang kita kasihi bertanya pada kita, "Apakah engkau mengasihi aku?" Lalu kita pasti bilang, "Oh ya jelas dong mah / pah ... aku sayang banget sama kamu!" Atau mungkin pertanyaan itu diungkapkan sewaktu masih pacaran dulu, lalu ditanya lagi, "Apa buktinya kalau kamu sayang aku?"

Dulu, perasaan sempet ada acara di TV yang orang-orang disuruh berbuat konyol di depan orang banyak 'karena disuruh oleh kekasihnya' untuk membuktikan kesungguhan dia sayang sama kekasihnya itu ... 

Pak ... bu ... pernah memberi bukti yang macam gmana untuk menunjukkan kesungguhan kasih kita pada orang yang kita sayangi? (gak mesti juga harus sama pacar atau suami atau istri lah ... sama anak juga bisa ... dll).

Waktu masih di GKP Kramat, saya ingat ada satu anggota jemaat yang cerita begini: "wah, saya tuh tahu bahwa istri saya sayang benar-benar sama saya, pak, caranya gini ... saya ajak jalan dia bener bener jalan kaki dari rumah ke monas yang jalannya itu jauh itu ... dalam hati saya ... 'ni cewek kalau gak ngeluh saya ajak jalan kaki itu artinya dia beneran sayang dan beneran mau ngertiin saya' ... Eh beneran, dia gak ngeluh diajak jalan kaki sama saya, ya udah jadi deh akhirnya kita pak sampai sekarang ini"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, Yesus pun bertanya hal yang sama kepada murid-Nya - Sahabat-Nya, yaitu Petrus: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Lalu jawab Petrus: "Iya benar, aku mengasihi Engkau, Tuhan." Kemudian Yesus bilang apa lagi? "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Atau dengan kata lain, Yesus mau berkata pada Petrus: "Petrus, bila engkau memang benar-benar mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku!"

Saya sebetulnya bertanya-tanya kenapa ya Tuhan menggambarkan selalu di Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, gambaran yang populer untuk menghubungkan diri-Nya dengan umat pada waktu itu adalah layaknya gembala dengan domba-dombanya??

Kenapa harus digambarkan sebagai hubungan gembala dengan domba? Yang paling terlihat jelas tentu karena Israel amat dekat dengan kegiatan menggembalakan domba, itu salah satu kegiatan keseharian mereka di sana.

Tapi apakah hanya itu saja?
Ternyata tidak hanya itu saja. Kemarin saya melihat beberapa karakteristik dari domba yang menjadi analogi dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.

(1) Domba itu lembut.
Saking lemah lembutnya itu domba, dia hampir selalu dipastikan menjadi sasaran empuk hewan lain yang mau memangsa dirinya. Dan domba gak punya kekuatan apa apa untuk bisa mempertahankan dirinya atau bahkan untuk melawan hingga menang. Domba akan selalu membutuhkan gembala yang bisa menolongnya. 
(2) Domba itu selalu berkelompok.
Jarang ada domba yang hidupnya sendirian saja, kecuali domba yang kesasar.
(3) Ini yang paling mengejutkan saya ... ternyata salah satu karakteristik paling khas dari domba adalah ketika dia sakit, dia gak akan menunjukkan bahwa dirinya sedang sakit. Kenapa? Karena kalau dia menunjukkan bahwa saat itu dia sedang sakit, maka hewan pemangsa yang mengintainya itu akan semakin berani mendekati domba yang sudah lemah lembut ditambah sedang sakit pula, makin tambah lemah saja itu domba.
Jadi ketika Yesus berkata "gembalakanlah domba-dombaKu" sebagai bukti dari pertanyaan "Apakah engkau mengasihi Aku?" Yesus sedang berbicara tentang satu tugas mulia yaitu "Menjaga Kelangsungan Sebuah Kehidupan Bersama."
Siapa penjaga domba milik-Nya? Dia dan kita, alat perpanjangan tangan-Nya itu.
Kita semua dipercaya oleh-Nya untuk menjadi gembala,
- Bapak ibu pulang ke rumah ... di situlah satu contoh bapak dan ibu sedang menjadi gembala.
- teman teman muda dalam pergaulan keseharian teman teman muda ... di situlah tugas teman teman sebagai gembala.
- Datang ke gereja, kita pun diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi gembala yang menjaga kawanan domba milik-Nya.

Hari ini kita akan melihat tiga orang ibunda terkasih kita yang mau menjawab sama seperti Petrus menjawab ketika Tuhan bertanya padanya: "Apakah engkau mengasihi Aku?"

Sebuah lagu pujian yang dipersembahkan oleh PS Jemaat akan menghantarkan kita untuk merenungkan jawaban dari pertanyaan Yesus kepada kita hari ini:

Apakah engkau sungguh mengasihi Tuhan?
Jawablah itu dihadapan-Nya
Tuhan yang mahatahu, isi hatimu
Benarkah engkau, benarkah engkau ... Mengasihi-Nya?

Reff:
Bukan sekedar ucapan yang keluar dari bibir
tapi lain di dalam hati
Di hadapan manusia boleh kau bersandiwara
tapi jangan kepada Tuhan

Mengakulah kepada Tuhan ...
Kasihilah .. kasihilah sepenuh hati mu.
Ketika Tuhan hari ini bertanya pada setiap kita:
"Apakah engkau mengasihi Aku?" ... Apa yang menjadi jawaban kita?

Gembalakanlah kawanan domba milik Tuhan.


Yohanes 21:15-19 | Apakah Engkau Mengasihi Aku?

Apakah Engkau Mengasihi Aku?
Yohanes 21:15-19

Syalom ... hari ini saya mau mengajak kita untuk mengingat tempoe doeloe. Sewaktu seseorang yang kita kasihi bertanya pada kita, "Apakah engkau mengasihi aku?" Lalu kita pasti bilang, "Oh ya jelas dong mah / pah ... aku sayang banget sama kamu!" Atau mungkin pertanyaan itu diungkapkan sewaktu masih pacaran dulu, lalu ditanya lagi, "Apa buktinya kalau kamu sayang aku?"

Dulu, perasaan sempet ada acara di TV yang orang-orang disuruh berbuat konyol di depan orang banyak 'karena disuruh oleh kekasihnya' untuk membuktikan kesungguhan dia sayang sama kekasihnya itu ... 

Pak ... bu ... pernah memberi bukti yang macam gmana untuk menunjukkan kesungguhan kasih kita pada orang yang kita sayangi? (gak mesti juga harus sama pacar atau suami atau istri lah ... sama anak juga bisa ... dll).

Waktu masih di GKP Kramat, saya ingat ada satu anggota jemaat yang cerita begini: "wah, saya tuh tahu bahwa istri saya sayang benar-benar sama saya, pak, caranya gini ... saya ajak jalan dia bener bener jalan kaki dari rumah ke monas yang jalannya itu jauh itu ... dalam hati saya ... 'ni cewek kalau gak ngeluh saya ajak jalan kaki itu artinya dia beneran sayang dan beneran mau ngertiin saya' ... Eh beneran, dia gak ngeluh diajak jalan kaki sama saya, ya udah jadi deh akhirnya kita pak sampai sekarang ini"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, Yesus pun bertanya hal yang sama kepada murid-Nya - Sahabat-Nya, yaitu Petrus: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Lalu jawab Petrus: "Iya benar, aku mengasihi Engkau, Tuhan." Kemudian Yesus bilang apa lagi? "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Atau dengan kata lain, Yesus mau berkata pada Petrus: "Petrus, bila engkau memang benar-benar mengasihi Aku, gembalakanlah domba-domba-Ku!"

Saya sebetulnya bertanya-tanya kenapa ya Tuhan menggambarkan selalu di Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, gambaran yang populer untuk menghubungkan diri-Nya dengan umat pada waktu itu adalah layaknya gembala dengan domba-dombanya??

Kenapa harus digambarkan sebagai hubungan gembala dengan domba? Yang paling terlihat jelas tentu karena Israel amat dekat dengan kegiatan menggembalakan domba, itu salah satu kegiatan keseharian mereka di sana.

Tapi apakah hanya itu saja?
Ternyata tidak hanya itu saja. Kemarin saya melihat beberapa karakteristik dari domba yang menjadi analogi dalam hubungannya dengan kehidupan manusia.

(1) Domba itu lembut.
Saking lemah lembutnya itu domba, dia hampir selalu dipastikan menjadi sasaran empuk hewan lain yang mau memangsa dirinya. Dan domba gak punya kekuatan apa apa untuk bisa mempertahankan dirinya atau bahkan untuk melawan hingga menang. Domba akan selalu membutuhkan gembala yang bisa menolongnya. 
(2) Domba itu selalu berkelompok.
Jarang ada domba yang hidupnya sendirian saja, kecuali domba yang kesasar.
(3) Ini yang paling mengejutkan saya ... ternyata salah satu karakteristik paling khas dari domba adalah ketika dia sakit, dia gak akan menunjukkan bahwa dirinya sedang sakit. Kenapa? Karena kalau dia menunjukkan bahwa saat itu dia sedang sakit, maka hewan pemangsa yang mengintainya itu akan semakin berani mendekati domba yang sudah lemah lembut ditambah sedang sakit pula, makin tambah lemah saja itu domba.
Jadi ketika Yesus berkata "gembalakanlah domba-dombaKu" sebagai bukti dari pertanyaan "Apakah engkau mengasihi Aku?" Yesus sedang berbicara tentang satu tugas mulia yaitu "Menjaga Kelangsungan Sebuah Kehidupan Bersama."
Siapa penjaga domba milik-Nya? Dia dan kita, alat perpanjangan tangan-Nya itu.
Kita semua dipercaya oleh-Nya untuk menjadi gembala,
- Bapak ibu pulang ke rumah ... di situlah satu contoh bapak dan ibu sedang menjadi gembala.
- teman teman muda dalam pergaulan keseharian teman teman muda ... di situlah tugas teman teman sebagai gembala.
- Datang ke gereja, kita pun diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi gembala yang menjaga kawanan domba milik-Nya.

Hari ini kita akan melihat tiga orang ibunda terkasih kita yang mau menjawab sama seperti Petrus menjawab ketika Tuhan bertanya padanya: "Apakah engkau mengasihi Aku?"

Sebuah lagu pujian yang dipersembahkan oleh PS Jemaat akan menghantarkan kita untuk merenungkan jawaban dari pertanyaan Yesus kepada kita hari ini:

Apakah engkau sungguh mengasihi Tuhan?
Jawablah itu dihadapan-Nya
Tuhan yang mahatahu, isi hatimu
Benarkah engkau, benarkah engkau ... Mengasihi-Nya?

Reff:
Bukan sekedar ucapan yang keluar dari bibir
tapi lain di dalam hati
Di hadapan manusia boleh kau bersandiwara
tapi jangan kepada Tuhan

Mengakulah kepada Tuhan ...
Kasihilah .. kasihilah sepenuh hati mu.
Ketika Tuhan hari ini bertanya pada setiap kita:
"Apakah engkau mengasihi Aku?" ... Apa yang menjadi jawaban kita?

Gembalakanlah kawanan domba milik Tuhan.


Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER