Markus 6:35-44 | Empat Langkah Menuju Duabelas Bakul - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Empat Langkah Menuju Duabelas Bakul
Markus 6:35-44

Tahun 1880, ada seorang pelukis di Amerika yang bernama Emmanuel Ningger. Suatu hari Ningger datang ke sebuah took grosir untuk membeli segala kebutuhan pokok untuk hidup keluarganya. Ningger membawa bekal dari rumah, uang sebesar 20 dollar (200 ribu rupiah bila di kurs hari ini).

Semua barang sudah ada di keranjang belanjaan Ningger, lalu dia mendatangi kasir untuk membayar … Kasir menerima uang 20 dollar itu dan memberi uang kembalian kepada Ningger.

Yang terjadi kemudian adalah ternyata si kasir ini tangannya berkeringat. Kemudian dia melihat ada bercak-bercak garis di tangannya sewaktu ia memegang uang 20 dollar yang diberikan oleh Ningger. Dia lalu melaporkan hal itu ke manajernya dan manajernya memanggil seorang polisi yang kemudian mengidentifikasikan bahwa uang 20 dollar itu jelas-jelas adalah uang palsu.Polisi langsung mendatangi rumah Ningger dan menangkap si pemalsu uang itu.

Yang menakjubkan adalah dalam penyelidikan polisi akhirnya mereka mengetahui bahwa cara Ningger memalsukan uang itu dengan cara melukis dengan tanganny sendiri uang 20 dollar ciptaannya itu. Hasilnya luar biasa, sama persis!

Yang paling disayangkan adalah ternyata polisi juga menemukan di ruang kerja Ningger ada tiga buah lukisa yang jika di jual ... harganya tidak kurang dari 5000 dollar (50 juta rupiah).

Ini yang ironis ... Ningger membutuhkan waktu yang sama ketika dia melukis uang palsu 20 dollar itu dengan lukisa seharga 5000 dollar. Waktu sama tapi nilainya berbeda.

Ningger adalah seorang pelukis kualitas 5000 dollar … tapi sayangnya ada sesuatu yang membuat Ningger hanya bisa melihat 20 dollar karyanya yang palsu itu.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini ... Duabelas bakul sisi makanan itulah 5000 dollar yang tidak pernah Ningger bisa lihat dalam kehidupannya. Lalu pertanyaannya adalah di mana sih missing link nya sehingga duabelas bakul “seharga 5000 dollar” itu tidak mampu dilihat oleh Ningger???


Saya mau mengajak kita untuk merenungkan 4 hal dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.

1) ayat 37 ” ... kamu harus memberi mereka makan.”

Langkah yang pertama, menyadari bahawa Tuhan telah memberi setiap kita tanggung jawab.
Apapun itu ... di mana pun kita ada dan berkarya ... di tengah keluarga, jemaat atau masyarakat ... atau dalam kesibukan keseharian kita ... kita semua punya tanggung jawab, Tuhan memberikan peranan kepada kita dalam perjalanan sejarah hidup kita masing-masing.

2) ayat 38 ”Berapa banyak roti yang ada padamu?”

Langkah selanjutnya adalah, mari mengenali apa yang ada dalam hidup kita. Apa yang Tuhan telah berikan di dalam diri kita, keluarga kita, jemaat kita … hidup kita? Sebab dari sanalah kita akan memulai perjalanan kita bersama-sama dengan Tuhan.

Saya jadi ingat film Sister Act ... Whoopi Goldberg … dia dititipin di sebuah biara yang hampir mati. Apa yang dia lakukan di sana? Dia mengenal apa yang Tuhan telah berikan padanya: Dia bisa menyanyi, bisa memimpin Paduan Suara. Dan yang dilakukan oleh dia di film itu adalah sama seperti dalam penceritaan paralel perikop kita, ketika ada seoarang anak kecil yang maju ke depan dan berkata: ”Tuhan, ini yang saya punya: 5 roti dan 2 ikan ... kalau Tuhan mau gunakan ini, silahkan saja ...”

3) ayat 39 “Ia menyuruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok”

Apa artinya? Tuhan meminta kerja sama kita! Untuk bisa memulai karya Tuhan – selalu prinsip kerjasama ini yang diminta oleh Tuhan.

Masih ingat peristiwa perkawinan di Kana? Air yang berubah menjadi anggur – itu pun Tuhan bekerja sama dengan mereka yang diminta-Nya untuk melakukan sebuah karya ”sederhana”: hanya menuangkan air ke gentong ....

Baik dua belas bakul atau pun air yang berubah menjadi anggur … selalu di dahului oleh prinsip kerja sama seperti ini. Ada bagian peranan Tuhan dan ada juga bagian peranan kita.

Tanpa Tuhan kita gak sanggup, tanpa kita ... Tuhan gak mau ...
(lah siapa yang mau ngerjain kalau tak ada kita yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini?? Bagaimana Tuhan bisa berkarya dalam hidup kita kalau kita tak ambil peranan yang diminta oleh Tuhan??)

4) Langkah terakhir, ayat 41 “mengucap berkat”

Langkah terakhir, Tuhan memberikan teladan pada kita untuk memulai segala sesuatunya dengan mengucap berkat. Kita memohon berkat Tuhan, campur tangan Tuhan supaya Tuhan terus berkarya dalam kehidupan kita.

Jadi ingat ada seorang yang berkata: ”Biar makanan di meja makan kita ini cuma nasi dan tempe tahu ... asalkan kita syukuri ini ... jadi daging nih dalam tubuh kita.” (dan sebaliknya .. biarpun ada berlimpah ruah makanan dan minuman ada di meja makan kita ... tapi kekurangan sepotong ucapan syukur ... hmmmm .... )

Memulai dengan sebuah ungkapan syukur untuk dapat melihat 5 roti dan 2 ikan dikurang 5000an orang lebih menjadi sisa 12 bakul penuh.

Sanggupkah kita melihat 12 bakul dengan 5 roti dan 2 ikan yang kita miliki hari ini?
Tuhan memampukan kita. Amin.

Markus 6:35-44 | Empat Langkah Menuju Duabelas Bakul

Empat Langkah Menuju Duabelas Bakul
Markus 6:35-44

Tahun 1880, ada seorang pelukis di Amerika yang bernama Emmanuel Ningger. Suatu hari Ningger datang ke sebuah took grosir untuk membeli segala kebutuhan pokok untuk hidup keluarganya. Ningger membawa bekal dari rumah, uang sebesar 20 dollar (200 ribu rupiah bila di kurs hari ini).

Semua barang sudah ada di keranjang belanjaan Ningger, lalu dia mendatangi kasir untuk membayar … Kasir menerima uang 20 dollar itu dan memberi uang kembalian kepada Ningger.

Yang terjadi kemudian adalah ternyata si kasir ini tangannya berkeringat. Kemudian dia melihat ada bercak-bercak garis di tangannya sewaktu ia memegang uang 20 dollar yang diberikan oleh Ningger. Dia lalu melaporkan hal itu ke manajernya dan manajernya memanggil seorang polisi yang kemudian mengidentifikasikan bahwa uang 20 dollar itu jelas-jelas adalah uang palsu.Polisi langsung mendatangi rumah Ningger dan menangkap si pemalsu uang itu.

Yang menakjubkan adalah dalam penyelidikan polisi akhirnya mereka mengetahui bahwa cara Ningger memalsukan uang itu dengan cara melukis dengan tanganny sendiri uang 20 dollar ciptaannya itu. Hasilnya luar biasa, sama persis!

Yang paling disayangkan adalah ternyata polisi juga menemukan di ruang kerja Ningger ada tiga buah lukisa yang jika di jual ... harganya tidak kurang dari 5000 dollar (50 juta rupiah).

Ini yang ironis ... Ningger membutuhkan waktu yang sama ketika dia melukis uang palsu 20 dollar itu dengan lukisa seharga 5000 dollar. Waktu sama tapi nilainya berbeda.

Ningger adalah seorang pelukis kualitas 5000 dollar … tapi sayangnya ada sesuatu yang membuat Ningger hanya bisa melihat 20 dollar karyanya yang palsu itu.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini ... Duabelas bakul sisi makanan itulah 5000 dollar yang tidak pernah Ningger bisa lihat dalam kehidupannya. Lalu pertanyaannya adalah di mana sih missing link nya sehingga duabelas bakul “seharga 5000 dollar” itu tidak mampu dilihat oleh Ningger???


Saya mau mengajak kita untuk merenungkan 4 hal dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.

1) ayat 37 ” ... kamu harus memberi mereka makan.”

Langkah yang pertama, menyadari bahawa Tuhan telah memberi setiap kita tanggung jawab.
Apapun itu ... di mana pun kita ada dan berkarya ... di tengah keluarga, jemaat atau masyarakat ... atau dalam kesibukan keseharian kita ... kita semua punya tanggung jawab, Tuhan memberikan peranan kepada kita dalam perjalanan sejarah hidup kita masing-masing.

2) ayat 38 ”Berapa banyak roti yang ada padamu?”

Langkah selanjutnya adalah, mari mengenali apa yang ada dalam hidup kita. Apa yang Tuhan telah berikan di dalam diri kita, keluarga kita, jemaat kita … hidup kita? Sebab dari sanalah kita akan memulai perjalanan kita bersama-sama dengan Tuhan.

Saya jadi ingat film Sister Act ... Whoopi Goldberg … dia dititipin di sebuah biara yang hampir mati. Apa yang dia lakukan di sana? Dia mengenal apa yang Tuhan telah berikan padanya: Dia bisa menyanyi, bisa memimpin Paduan Suara. Dan yang dilakukan oleh dia di film itu adalah sama seperti dalam penceritaan paralel perikop kita, ketika ada seoarang anak kecil yang maju ke depan dan berkata: ”Tuhan, ini yang saya punya: 5 roti dan 2 ikan ... kalau Tuhan mau gunakan ini, silahkan saja ...”

3) ayat 39 “Ia menyuruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok”

Apa artinya? Tuhan meminta kerja sama kita! Untuk bisa memulai karya Tuhan – selalu prinsip kerjasama ini yang diminta oleh Tuhan.

Masih ingat peristiwa perkawinan di Kana? Air yang berubah menjadi anggur – itu pun Tuhan bekerja sama dengan mereka yang diminta-Nya untuk melakukan sebuah karya ”sederhana”: hanya menuangkan air ke gentong ....

Baik dua belas bakul atau pun air yang berubah menjadi anggur … selalu di dahului oleh prinsip kerja sama seperti ini. Ada bagian peranan Tuhan dan ada juga bagian peranan kita.

Tanpa Tuhan kita gak sanggup, tanpa kita ... Tuhan gak mau ...
(lah siapa yang mau ngerjain kalau tak ada kita yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia ini?? Bagaimana Tuhan bisa berkarya dalam hidup kita kalau kita tak ambil peranan yang diminta oleh Tuhan??)

4) Langkah terakhir, ayat 41 “mengucap berkat”

Langkah terakhir, Tuhan memberikan teladan pada kita untuk memulai segala sesuatunya dengan mengucap berkat. Kita memohon berkat Tuhan, campur tangan Tuhan supaya Tuhan terus berkarya dalam kehidupan kita.

Jadi ingat ada seorang yang berkata: ”Biar makanan di meja makan kita ini cuma nasi dan tempe tahu ... asalkan kita syukuri ini ... jadi daging nih dalam tubuh kita.” (dan sebaliknya .. biarpun ada berlimpah ruah makanan dan minuman ada di meja makan kita ... tapi kekurangan sepotong ucapan syukur ... hmmmm .... )

Memulai dengan sebuah ungkapan syukur untuk dapat melihat 5 roti dan 2 ikan dikurang 5000an orang lebih menjadi sisa 12 bakul penuh.

Sanggupkah kita melihat 12 bakul dengan 5 roti dan 2 ikan yang kita miliki hari ini?
Tuhan memampukan kita. Amin.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER