1 Yohanes 3:1-10 | Dikenal oleh Tuhan - Pdt. Gerry Atje
Dikenal Oleh Tuhan
1 Yohanes 3:1-10

I. Pembukaan

Ada sebuah cerita tentang seorang perempuan muda yang karena kecerobohannya ketika menyeberang jalan, perempuan muda itu tertabrak mobil yang melaju ugal-ugalan di jalan. Koma lah perempuan itu di rumah sakit. Dalam keadaan koma diceritakan bahwa perempuan itu berjumpa dengan Tuhan: “Tuhan, aku terlalu muda untuk mati, jangan biarkan aku mati di usia muda seperti ini Tuhan.” Lalu Tuhan berkata: “Oke, kalau begitu usiamu ku perpanjang 15 tahun lagi.” …. “Yah kok Cuma 15 tahun sih Tuhan? Tapi udah deh, gak pa pa, yang penting aku gak mau mati sekarang.” Perempuan muda itupun akhirnya sembuh dari keadaan koma nya.

Tahu bahwa umurnya diperpanjang 15 tahun, perempuan muda ini pun berniat melakukan banyak hal yang selama ini dia ingin lakukan: operasi plastik, supaya hidungnya gak pesek lagi; lebih banyak tindikan lagi (di hidung, di lidah); tattoo-an … pokoknya banyak deh, sampai pangling orang kalau ngeliat dia.

Suatu hari, kecerobohannya berulang … nyebrang jalan tapi gak tengok kanan kiri, di tabrak lagi lah dia … koma lagi. Di surga: “Tuhan, gimana sih … katanya aku diperpanjang hidupnya 15 tahun lagi, tapi kok ini belum ada setahun sudah mau mati lagi sih aku??” …. Tuhan bingung: “Eh, kamu siapa ya?” … “Wah Tuhan parah nih gak ngenalin! Ini aku, yang waktu itu Tuhan bilang mau diperpanjang lagi hidupku 15 tahun lagi” …. Tuhan: “Wahhhhh … maaf, Aku gak ngenalin tampilan baru mu yang sekarang ini.
 
II. Penjelasan & Penerapan

Cerita tadi tentu bukan kisah nyata tentu, hanya ilustrasi saja.
Tuhan pasti mengenal setiap kita. Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini bahkan ketika “dunia tidak mengenal kita, karena dunia tidak mengenal Dia (yang datang dari Surga untuk menebus dosa kita).” Dia mengenal kita.

Rasul Yohanes menjelaskan hal itu kepada kita, bahwa hubungan kita dengan Allah kita sebegitu dekatnya sehingga kita dapat memanggil-Nya: Bapa, dan kita adalah “anak-anak-Nya”. Jika Allah adalah Bapa kita dan kita adalah ‘anak-anak-Nya’, tentu Dia mengenal apa yang menjadi kebutuhan anak-anak-Nya.

Kebutuhan kita yang paling utama di hadapan Bapa kita adalah … ayat 4: setiap kita berdosa. Dan Bapa menyediakan Jalan Terbaik bagi kita untuk bisa memandang diri kita yang sebenarnya: bahwa kita adalah anak-anak yang begitu dikasihi-Nya dan telah ditebus supaya di dalam Dia tidak ada lagi kuasa dosa (maut: kebinasaan kekal – ayat 5)

Alkitab kita merupakan “surat cinta-Nya” kepada kita yang membutuhkan Jalan Selamat.
Rasul Yohanes dalam perikop kita hari ini membimbing kita untuk menuliskan ‘surat balasan untuk Tuhan’ yang telah ‘menyatakan cinta-Nya’ kepada kita. Inilah pokok isi surat yang dibimbing oleh Rasul Yohanes untuk kita kirimkan kepada Tuhan:

(1) Bersyukurlah karena meskipun dunia tidak mengenal kita, tetapi Allah Bapa kita mengenal siapa kita. – ayat 1 –
“Apa! Kamu anak-anak Allah? Memang Allah kawin sama siapa bisa punya anak kamu!?”  ….
Ah, itulah ketidaktahuan dunia tentang siapa diri kita yang sebenarnya dihadapan Tuhan.

(2)   Bersyukurlah karena Dia telah menebus kita dari kuasa dosa – ayat 5 –
Beberapa hari belakangan ini saya berpikir untuk menggadaikan jam tangan saya. Belum memang, tapi mari membayangkan bila saya telah menggadaikan jam tangan saya di pegadaian: Jam tangan yang biasanya saya pakai di tangan kanan saya untuk menunjukkan waktu, setelah saya gadaikan dia tentu tak akan ada lagi di tangan kanan saya untuk menunjukkan waktu. Jam tangan saya berpindah dari milik saya menjadi bukan milik saya lagi seutuhnya dan tidak lagi ada di tangan kanan saya, melainkan ada di gudang pegadaian!

Tuhan tidak menggadaikan kita. Kita yang ‘menggadaikan diri’ kita menuju kuasa dosa sehingga kita tidak lagi melekat kepada Tuhan.  Dan yang dilakukan oleh Tuhan bagi kita adalah: “menebus harga yang harus dibayar” sebagai tanda pembebasan kita dari kuasa dosa. Ada harga yang telah dibayar oleh Tuhan supaya kita tak lagi ada di “gudang pegadaian” melainkan kembali kepada fungsi asali kita.

(3)  Dan inilah fungsi asali kita sebagai anak-anak Allah:  tidak berbuat dosa lagi – ayat 9 – Berjanjilah untuk memperjuangkan hal itu.

Inilah perjuangan kita bersama sebagai pribadi yang dikenal oleh Tuhan. Dia tahu bahwa kita bergumul dengan dosa-dosa kita, Dia tahu kita ada di “gudang pegadaian” … Bersyukurlah karena kita telah direbut kembali oleh Dia dan mengembalikan fungsi awal kita sebagai anak-anak ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk kebaikan.

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;
setiap orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan mengenal Dia

III. Pokok Diskusi

Kendala apa saja yang seringkali kita jumapi sehingga kita sulit untuk menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah? Bagaimana cara mengatasinya?


----
1 Yohanes 3
3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

1 Yohanes 3:1-10 | Dikenal oleh Tuhan

Dikenal Oleh Tuhan
1 Yohanes 3:1-10

I. Pembukaan

Ada sebuah cerita tentang seorang perempuan muda yang karena kecerobohannya ketika menyeberang jalan, perempuan muda itu tertabrak mobil yang melaju ugal-ugalan di jalan. Koma lah perempuan itu di rumah sakit. Dalam keadaan koma diceritakan bahwa perempuan itu berjumpa dengan Tuhan: “Tuhan, aku terlalu muda untuk mati, jangan biarkan aku mati di usia muda seperti ini Tuhan.” Lalu Tuhan berkata: “Oke, kalau begitu usiamu ku perpanjang 15 tahun lagi.” …. “Yah kok Cuma 15 tahun sih Tuhan? Tapi udah deh, gak pa pa, yang penting aku gak mau mati sekarang.” Perempuan muda itupun akhirnya sembuh dari keadaan koma nya.

Tahu bahwa umurnya diperpanjang 15 tahun, perempuan muda ini pun berniat melakukan banyak hal yang selama ini dia ingin lakukan: operasi plastik, supaya hidungnya gak pesek lagi; lebih banyak tindikan lagi (di hidung, di lidah); tattoo-an … pokoknya banyak deh, sampai pangling orang kalau ngeliat dia.

Suatu hari, kecerobohannya berulang … nyebrang jalan tapi gak tengok kanan kiri, di tabrak lagi lah dia … koma lagi. Di surga: “Tuhan, gimana sih … katanya aku diperpanjang hidupnya 15 tahun lagi, tapi kok ini belum ada setahun sudah mau mati lagi sih aku??” …. Tuhan bingung: “Eh, kamu siapa ya?” … “Wah Tuhan parah nih gak ngenalin! Ini aku, yang waktu itu Tuhan bilang mau diperpanjang lagi hidupku 15 tahun lagi” …. Tuhan: “Wahhhhh … maaf, Aku gak ngenalin tampilan baru mu yang sekarang ini.
 
II. Penjelasan & Penerapan

Cerita tadi tentu bukan kisah nyata tentu, hanya ilustrasi saja.
Tuhan pasti mengenal setiap kita. Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini bahkan ketika “dunia tidak mengenal kita, karena dunia tidak mengenal Dia (yang datang dari Surga untuk menebus dosa kita).” Dia mengenal kita.

Rasul Yohanes menjelaskan hal itu kepada kita, bahwa hubungan kita dengan Allah kita sebegitu dekatnya sehingga kita dapat memanggil-Nya: Bapa, dan kita adalah “anak-anak-Nya”. Jika Allah adalah Bapa kita dan kita adalah ‘anak-anak-Nya’, tentu Dia mengenal apa yang menjadi kebutuhan anak-anak-Nya.

Kebutuhan kita yang paling utama di hadapan Bapa kita adalah … ayat 4: setiap kita berdosa. Dan Bapa menyediakan Jalan Terbaik bagi kita untuk bisa memandang diri kita yang sebenarnya: bahwa kita adalah anak-anak yang begitu dikasihi-Nya dan telah ditebus supaya di dalam Dia tidak ada lagi kuasa dosa (maut: kebinasaan kekal – ayat 5)

Alkitab kita merupakan “surat cinta-Nya” kepada kita yang membutuhkan Jalan Selamat.
Rasul Yohanes dalam perikop kita hari ini membimbing kita untuk menuliskan ‘surat balasan untuk Tuhan’ yang telah ‘menyatakan cinta-Nya’ kepada kita. Inilah pokok isi surat yang dibimbing oleh Rasul Yohanes untuk kita kirimkan kepada Tuhan:

(1) Bersyukurlah karena meskipun dunia tidak mengenal kita, tetapi Allah Bapa kita mengenal siapa kita. – ayat 1 –
“Apa! Kamu anak-anak Allah? Memang Allah kawin sama siapa bisa punya anak kamu!?”  ….
Ah, itulah ketidaktahuan dunia tentang siapa diri kita yang sebenarnya dihadapan Tuhan.

(2)   Bersyukurlah karena Dia telah menebus kita dari kuasa dosa – ayat 5 –
Beberapa hari belakangan ini saya berpikir untuk menggadaikan jam tangan saya. Belum memang, tapi mari membayangkan bila saya telah menggadaikan jam tangan saya di pegadaian: Jam tangan yang biasanya saya pakai di tangan kanan saya untuk menunjukkan waktu, setelah saya gadaikan dia tentu tak akan ada lagi di tangan kanan saya untuk menunjukkan waktu. Jam tangan saya berpindah dari milik saya menjadi bukan milik saya lagi seutuhnya dan tidak lagi ada di tangan kanan saya, melainkan ada di gudang pegadaian!

Tuhan tidak menggadaikan kita. Kita yang ‘menggadaikan diri’ kita menuju kuasa dosa sehingga kita tidak lagi melekat kepada Tuhan.  Dan yang dilakukan oleh Tuhan bagi kita adalah: “menebus harga yang harus dibayar” sebagai tanda pembebasan kita dari kuasa dosa. Ada harga yang telah dibayar oleh Tuhan supaya kita tak lagi ada di “gudang pegadaian” melainkan kembali kepada fungsi asali kita.

(3)  Dan inilah fungsi asali kita sebagai anak-anak Allah:  tidak berbuat dosa lagi – ayat 9 – Berjanjilah untuk memperjuangkan hal itu.

Inilah perjuangan kita bersama sebagai pribadi yang dikenal oleh Tuhan. Dia tahu bahwa kita bergumul dengan dosa-dosa kita, Dia tahu kita ada di “gudang pegadaian” … Bersyukurlah karena kita telah direbut kembali oleh Dia dan mengembalikan fungsi awal kita sebagai anak-anak ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk kebaikan.

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi;
setiap orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan mengenal Dia

III. Pokok Diskusi

Kendala apa saja yang seringkali kita jumapi sehingga kita sulit untuk menjalani kehidupan sebagai anak-anak Allah? Bagaimana cara mengatasinya?


----
1 Yohanes 3
3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL