Yohanes 21:20-23 | Itu Bukan Urusan Kamu! - Pdt. Gerry Atje
Itu Bukan Urusan Kamu!
Yohanes 21:20-23


Wow .. tema kita minggu ini hebat juga yah: "Itu Bukan Urusan Kamu!"
Saya agak kaget sih dengan tema kita hari ini, karena biasanya kalau kita ngomong "itu bukan urusan kamu!" kesan yang kita dapat itu, biasanya gak enak.

Akan tetapi hari ini kita mau melihat bahwa ternyata ada sisi Alkitabiahnya perkataan "Itu bukan urusan kamu!"

Ada satu cerita ...
Ada seorang bapak yang sudah bertahun-tahun nabung untuk bisa bertemu dengan Paus di Italia. Sebelum berangkat ke Italia, bapak ini mampir dulu ke tukang cukur mau potong rambut biar keliatan lebih rapi ... Dan terciptalah obrolan antara tukang cukur dan pelanggan barunya itu ...

"Oh .. jadi bapak mau ke Italia yah ... ngomong-ngomong, mau naik pesawat apa ni pak ke Italianya??" Tanya si tukang cukur.

"Saya naik Italian Airlines." Jawab si bapak.
"Jangan! Jangan naik Italian Airlines ... pelayanan mereka buruk terhadap penumpang pak! Anda pasti gak akan suka naik pesawat itu." Komentar si tukang cukur.

"Lalu ... mau ngapain nih bapak ke Italia??" Lanjutnya bertanya.
"Saya mau ketemu sama Paus." Jawab bapak itu singkat.

"Hah .... mau ketemu sama Paus?? Mang bapak ini siapa? Bapak kan bukan orang penting!" si tukang cukur kembali berkomentar.


Tiga bulan kemudian ...

Bapak ini pulang dari perjalanannya di Italia dan ia mampir lagi ke tempat tukang cukur yang kemarin mencukur rambutnya itu.

"Halo pak .. apa kabar??? Gmana Italianya??" Tanya si tukang cukur yang mengenali pelanggannya itu.

"Saya terbang ke Italia naik Italian Airlines dan pelayanan mereka ternyata sangat memuaskan. Lalu saya juga ketemu dengan Paus, bahkan sempat berjabat tangan pula dengan Paus dan kami ngobrol sebentar ..." Jawab si bapak.

"Wowww ... bapak sempat ngobrol sama Paus?? Hebat bener pak! Terus, apa kata Paus ke bapak???" tanya si tukang cukur bersemangat.

"Oh .. Paus waktu itu ngeliatin saya dan ngomong ke saya gini: Potongan rambut kamu jelek sekali, mangnya kamu potong rambut di mana??"

Tukang cukur: "$%$*^*&%&$^%$$#%^$%##"

Kalau dikaitkan dengan tema kita hari ini, maka apa yang mau bapak itu katakan tadi sebenarnya adalah: "Urusin dulu nih potongan rambut saya yang kamu cukur, malah komentar macem-macem yang enggak-enggak - Itu Bukan Urusan Kamu!"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, perkataan "Itu bukan urusan kamu" diucapkan oleh Yesus kepada Petrus ... Pertanyaan pentingnya adalah apa yang sebetulnya terjadi sehingga Yesus berkata kepada Petrus: "Itu bukan urusanmu!"

Ayat 19
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
Tuhan memberitahukan kepada Petrus tentang jalan hidupnya yang akan digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan! Bahkan kematian Petrus pun digunakan oleh Tuhan sebagai alat bagi kemuliaan nama Tuhan!!

Yang menjadi persoalan adalah ketika Petrus dalam ayat 21 bertanya:
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
"Oke Tuhan, tadi itu jalan hidup saya .. Lalu bagaimana dengan dia ini???"

Nah, dalam kerangka Petrus ngorek-ngorek datanya Tuhan itulah Yesus pun kemudian menjawab: "Itu bukan urusanmu!" ayat 22.
Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
Apakah mungkin saat ini Tuhan juga berkata kepada kita: "Itu bukan urusan kamu!" ?? Sangat mungkin!

Contoh kecil:
Nge-gosip! - Ngomongin orang lain - komentarin jalan hidup orang lain. Padahal belum tentu kita tahu persoalan yang sebenarnya!

Lihat ayat 23:
Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
Sudah tersebar, tapi salah info, gak tahu yang sebenarnya kata-kata Yesus tuh apa.
Syukur kalau beritanya baik, lah kalau beritanya itu sudah ngehakimin jelek dan ternyata salah, gmana???

Itu yang pertama ...

Yang terakhir.
Setiap kita pasti diberikan kepercayaan sama Tuhan untuk berkarya bagi Dia ditempat di mana Tuhan menaruh kita saat ini. Satu kepercayaan yang sangat khusus untuk kita kerjakan dan urus. Dan kalau kita melalaikan panggilan khusus dari Tuhan itu, maka bisa jadi gak akan ada orang lain yang bisa menggantikan diri kita dalam melaksanakan tugas panggilan pelayanan seperti yang Tuhan nyatakan dalam diri dan kehidupan kita ...

Misalkan ...

Pernahkah kita berpikir bahwa seorang Glenn Fredly adalah bukan seorang penyanyi??
Di dunia ini .. satu-satunya orang, Glenn Fredly, ya cuma dia itu ... di dunia ini satu-satunya orang .. ibu ... ya ibu cuma satu .. bapak cuma satu ... saya juga cuma satu di dunia ini kan ...

Itu artinya: hanya ibu yang bisa melakukan apa yang Tuhan percayakan kepada ibu untuk mengurus apa yang menjadi urusan ibu dari Tuhan. Jadi guru: ya hanya ibu yang punya sentuhan khas ketika mengajar di sekolah .. yang lain punya kekhasannya sendiri juga ... Jadi penyanyi: banyak penyanyi, tapi yang punya suara Glenn ya cuma Glenn doangan kan.

Merespon pernyataan Yesus: Itu bukan urusanmu! Apakah kita sudah menyadari sepeuhnya apa yang menjadi urusan kita - tugas kita, tanggung-jawab kita, kepercayaan yang sudah Tuhan berikan kepada kita di tengah hidup berkeluarga, berkarya dan bekerja, bermasyarakat dan berjemaat??

Semoga kita gak lalai dalam menjawab kepercayaan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Yohanes 21:20-23 | Itu Bukan Urusan Kamu!

Itu Bukan Urusan Kamu!
Yohanes 21:20-23


Wow .. tema kita minggu ini hebat juga yah: "Itu Bukan Urusan Kamu!"
Saya agak kaget sih dengan tema kita hari ini, karena biasanya kalau kita ngomong "itu bukan urusan kamu!" kesan yang kita dapat itu, biasanya gak enak.

Akan tetapi hari ini kita mau melihat bahwa ternyata ada sisi Alkitabiahnya perkataan "Itu bukan urusan kamu!"

Ada satu cerita ...
Ada seorang bapak yang sudah bertahun-tahun nabung untuk bisa bertemu dengan Paus di Italia. Sebelum berangkat ke Italia, bapak ini mampir dulu ke tukang cukur mau potong rambut biar keliatan lebih rapi ... Dan terciptalah obrolan antara tukang cukur dan pelanggan barunya itu ...

"Oh .. jadi bapak mau ke Italia yah ... ngomong-ngomong, mau naik pesawat apa ni pak ke Italianya??" Tanya si tukang cukur.

"Saya naik Italian Airlines." Jawab si bapak.
"Jangan! Jangan naik Italian Airlines ... pelayanan mereka buruk terhadap penumpang pak! Anda pasti gak akan suka naik pesawat itu." Komentar si tukang cukur.

"Lalu ... mau ngapain nih bapak ke Italia??" Lanjutnya bertanya.
"Saya mau ketemu sama Paus." Jawab bapak itu singkat.

"Hah .... mau ketemu sama Paus?? Mang bapak ini siapa? Bapak kan bukan orang penting!" si tukang cukur kembali berkomentar.


Tiga bulan kemudian ...

Bapak ini pulang dari perjalanannya di Italia dan ia mampir lagi ke tempat tukang cukur yang kemarin mencukur rambutnya itu.

"Halo pak .. apa kabar??? Gmana Italianya??" Tanya si tukang cukur yang mengenali pelanggannya itu.

"Saya terbang ke Italia naik Italian Airlines dan pelayanan mereka ternyata sangat memuaskan. Lalu saya juga ketemu dengan Paus, bahkan sempat berjabat tangan pula dengan Paus dan kami ngobrol sebentar ..." Jawab si bapak.

"Wowww ... bapak sempat ngobrol sama Paus?? Hebat bener pak! Terus, apa kata Paus ke bapak???" tanya si tukang cukur bersemangat.

"Oh .. Paus waktu itu ngeliatin saya dan ngomong ke saya gini: Potongan rambut kamu jelek sekali, mangnya kamu potong rambut di mana??"

Tukang cukur: "$%$*^*&%&$^%$$#%^$%##"

Kalau dikaitkan dengan tema kita hari ini, maka apa yang mau bapak itu katakan tadi sebenarnya adalah: "Urusin dulu nih potongan rambut saya yang kamu cukur, malah komentar macem-macem yang enggak-enggak - Itu Bukan Urusan Kamu!"

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, perkataan "Itu bukan urusan kamu" diucapkan oleh Yesus kepada Petrus ... Pertanyaan pentingnya adalah apa yang sebetulnya terjadi sehingga Yesus berkata kepada Petrus: "Itu bukan urusanmu!"

Ayat 19
Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
Tuhan memberitahukan kepada Petrus tentang jalan hidupnya yang akan digunakan untuk kemuliaan nama Tuhan! Bahkan kematian Petrus pun digunakan oleh Tuhan sebagai alat bagi kemuliaan nama Tuhan!!

Yang menjadi persoalan adalah ketika Petrus dalam ayat 21 bertanya:
Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
"Oke Tuhan, tadi itu jalan hidup saya .. Lalu bagaimana dengan dia ini???"

Nah, dalam kerangka Petrus ngorek-ngorek datanya Tuhan itulah Yesus pun kemudian menjawab: "Itu bukan urusanmu!" ayat 22.
Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
Apakah mungkin saat ini Tuhan juga berkata kepada kita: "Itu bukan urusan kamu!" ?? Sangat mungkin!

Contoh kecil:
Nge-gosip! - Ngomongin orang lain - komentarin jalan hidup orang lain. Padahal belum tentu kita tahu persoalan yang sebenarnya!

Lihat ayat 23:
Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
Sudah tersebar, tapi salah info, gak tahu yang sebenarnya kata-kata Yesus tuh apa.
Syukur kalau beritanya baik, lah kalau beritanya itu sudah ngehakimin jelek dan ternyata salah, gmana???

Itu yang pertama ...

Yang terakhir.
Setiap kita pasti diberikan kepercayaan sama Tuhan untuk berkarya bagi Dia ditempat di mana Tuhan menaruh kita saat ini. Satu kepercayaan yang sangat khusus untuk kita kerjakan dan urus. Dan kalau kita melalaikan panggilan khusus dari Tuhan itu, maka bisa jadi gak akan ada orang lain yang bisa menggantikan diri kita dalam melaksanakan tugas panggilan pelayanan seperti yang Tuhan nyatakan dalam diri dan kehidupan kita ...

Misalkan ...

Pernahkah kita berpikir bahwa seorang Glenn Fredly adalah bukan seorang penyanyi??
Di dunia ini .. satu-satunya orang, Glenn Fredly, ya cuma dia itu ... di dunia ini satu-satunya orang .. ibu ... ya ibu cuma satu .. bapak cuma satu ... saya juga cuma satu di dunia ini kan ...

Itu artinya: hanya ibu yang bisa melakukan apa yang Tuhan percayakan kepada ibu untuk mengurus apa yang menjadi urusan ibu dari Tuhan. Jadi guru: ya hanya ibu yang punya sentuhan khas ketika mengajar di sekolah .. yang lain punya kekhasannya sendiri juga ... Jadi penyanyi: banyak penyanyi, tapi yang punya suara Glenn ya cuma Glenn doangan kan.

Merespon pernyataan Yesus: Itu bukan urusanmu! Apakah kita sudah menyadari sepeuhnya apa yang menjadi urusan kita - tugas kita, tanggung-jawab kita, kepercayaan yang sudah Tuhan berikan kepada kita di tengah hidup berkeluarga, berkarya dan bekerja, bermasyarakat dan berjemaat??

Semoga kita gak lalai dalam menjawab kepercayaan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email