Kisah Para Rasul 5:26-42 | Aku Cinta Dia - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Kisah Para Rasul 5:26-42 | Aku Cinta Dia

Aku Cinta Dia
Kisah Para Rasul 5:26-42

Love Graphics

Piala Dunia!!! Semua orang terkena demam piala dunia! Bahkan ibu-ibu yang biasanya pada gak suka bola - karena biasanya ibu-ibu bingung kenapa satu bola direbutin sama 22 orang (pake diwasitin dan dihakimin segala lagi) - eh sekarang malah ikut juga kesenengan nonton bola dan teriak gol! gol! gol!

Jagoan bapak dan ibu masih ada di babak semifinal kah?

Ngomong-ngomong soal bola, Piala Dunia ... kemarin di salah satu tabloid olahraga ada seseorang yang menuliskan sebuah opini yang mengatakan bahwa: sepakbola modern itu sudah seperti agama! Sepakbola = Agama Rakyat! Wah ... kalau menurut saya ini menarik! Kok bisa-bisanya dia sampai bilang bahwa sepakbila itu sudah mirip dengan agama?!?!

Menurut dia, dalam sepakbila modern macam sekarang, kita pun bisa menemukan semacam 'liturgi - tata cara religiusnya!': ada prosesi masuk, ada simbol-simbol: bendera, lagu kebangsaan, kostum, tempat-tempat khusus, pemain - pelatih - penonton, ada salam-salamannya juga ...

Bahkan, katanya ... stadion-stadion di Eropa itu sudah dianggap sebagai 'Katedral' - 'Gedung Gereja'! Kita pasti inget dong kebiasaan saudara-saudara kita di Inggris ... sehari setelah Natal ... apa yang mereka rayakan? Boxing Day! dan apa yang mereka lakukan? Mereka datang ke lapangan bola, stadion, mereka nonton bola!! Di Jerman, orang-orang sono menyebut stadion itu sebagai "Heiliger Raisen", yang artinya: lapangan rumput yang sakral!!! Wuih .. ngeriiii !!!

Lebih jauh lagi ... orang-orang di sekitar sepak bola pun memiliki kemiripan dengan agama, katanya!
  • Para panitia pertandingan hadir seperti layaknya imam-imam yang mengawasi jalannya peribadahan
  • Para pemain dan pelatih digambarkan sebagai 'orang suci', 'juruselamat' ... 'mesias'nya
  • Para penonton, fans ... digambarkan sebagai orang-orang berimannya
Dan tentu saja mereka akan melakukan semua yang terbaik untuk menunjukkan rasa cintanya kepada tim kebanggaannya itu, terhadap bangsanya! Coba saja lihat bagaimana mereka bela-belain datang ke Afrika Selatan dari seluruh penjuru dunia, bela-belain niup Vuvuzuela 1,5 jam tak henti selama pertandingan berlangsung ...

Rasa cinta dan sayang terhadap sesuatu yang dia banggakan, dia percaya dan membuat dia mau melakukan apa saja yang terbaik yang bisa dia lakukan untuk melihat ... kalau di sepakbola ya melihat tim kesayangannya itu menang ... Hal yang sama juga terjadi dalam pembacaan Alkitab kita hari ini!!
Saking cintanya Petrus dan rasul-rasul itu kepada Tuhan Yesus, mereka rela mengabarkan Kabar Baik Tuhan supaya orang-orang lain juga mengenal dan menjadi percaya, dimenangkan dalam iman kepada Yesus Tuhan ...

Kalau mau diibaratkan dalam sepakbola ... dua rasul ini seperti 2 orang fans Jerman yang datang nonton bareng di tempat tongkrongannya fans Inggris dan mereka teriak go Jerman, go Jerman go!!! ... Dan repotnya lagi kan Jerman ternyata menang lawan Inggris ... ya gmana gak kesel dah tuh fans sepakbola Inggris yang dikenal sebagai Hooligans itu ...

Hari ini ada dua hal yang mau menjadi pokok renungan kita:

Yang pertama,
Dari 2 rasul itu kita bisa belajar tentang keberanian untuk mengungkapkan rasa cinta kita kepada Tuhan .. atau apabila mau diperluas lagi ... untuk mengungkapkan rasa cinta kita kepada Tuhan di tengah kehidupan keluarga, jemaat dan hidup bermasyarakat kita hari ini ... Kepada anak, suami atau isri .. Berani untuk mengungkapkan cinta kita itu melalui tindakan-tindakan nyata.

Ada sesuatu pasti yang bisa kita lakukan untuk menyatakan rasa cinta kita itu dalam tindakan nyata ... Saya punya satu cerita ...
Ada sepasang muda-mudi yang sedang menjalin hubungan pacaran, dan karena yang laki-laki tugas kerja di luar daerah, jadilah mereka menjalin hubungan LDR (pacaran jarak jauh - long distance relationship) ... si cowoknya ini kirim surat terus ngabarin ke perempuannya: "sayang yang aku lakukan ini untuk kita lo .. untuk masa depan kita ..."
Setahun .. dua tahun ... tiga tahun ... mereka gak ketemu ... Akhirnya sang lelaki harus menerima kenyataan pahit ketika dia berjumpa kembali dengan kekasihnya itu ... Ternyata kekasih hatinya itu telah menikah ... bisa tebak dengan siapa? Dengan mas-mas yang selalu mengantarkan surat ke rumahnya itu ....
* hadeuuuhhhh ini cerita saya baca dimana ya?? ...

Tapi kadang-kadang ya itu dia .. kita terjebak dengan pikiran-pikiran yang besar-besar dan sayangnya kita melupakan hal-hal yang kecil-kecil yang justru sebenarnya itu adalah hal yang penting banget!! Kehadiran! Aku ada untuk kamu!

Yang terakhir,
Di sisi yang lain, ada tokoh Gamaliel yang mengingatkan kepada kita semua bahwa kita harus berhati-hati selalu ... jangan sampai tindakan-tindakan kita yang mau mengungkapkan rasa cinta kita itu justru jatuh ke dalam tindakan yang justru 'melawan' Tuhan!

"Oh ini kan saya lakukan untuk ngedidik anak kita!!"
padahal mah anak udah bengep bonyok gitu kena hajar ...

Minggu depan kita mau menghadiri undangan Tuhan dalam Perjamuan Kudus-Nya ... hayulah kita semakin memperbaharui diri kita dan menunjukkan rasa sayang kita kepada Tuhan yang telah lebih dahulu menunjukkan sayang-Nya kepada kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER