Lukas 7:36-50 | Kelegaan di dalam Tuhan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Kelegaan di Dalam Tuhan
Lukas 7:36-50


Brian Cavanough pernah menceritakan satu kisah nyata dari negeri Spanyol: adalah seorang bapak yang mencari anaknya yang kabur dari rumah, ternyata anaknya itu telah melakukan sebuah kesalahan yang membuat dia takut ketemu sama bapaknya. Berbulan-bulan lamanya si bapak itu mencari, tapi gak ketemu. Semua cara sudah dilakukan bapak itu untuk mencari anaknya yang menghilang. Akhirnya, si bapak ini menempuh satu cara yang belum pernah dia lakukan selama ini: pasang iklan di koran dan sebarin pamflet-pamflet yang isinya begini:

"Paco tersayang, temui papa di depan menara lonceng dekat plaza pada hari sabtu besok, siang hari. Semua diampuni. Aku menyayangimu, papamu!"

Hari Sabtu siang itu, di depan menara lonceng, berkumpullah 800 orang yang bernama Paco mencari pengampunan. Ternyata ... nama Paco itu adalah nama yang umum di Spanyol, seperti nama Budi atau Wayan di Indonesia lah ...

Kurang lebih 800 orang Paco yang berkumpul di siang hari itu untuk menjumpai ayahnya menggambarkan kepada kita betapa banyaknya orang yang terbeban karena kesalahan yang pernah mereka lakukan!

Tuhan Yeus sendiri berkata kepada setiap kita:
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat ... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Kelegaan yang seperti itulah yang dicari oleh 800 orang Paco dalam cerita kita tadi dan juga ... hal itu pula yang dicari oleh seorang perempuan yang tidak kita ketahui namanya dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.

Lukas hanya menyebutkan perempuan itu sebagai:
"Seorang perempuan yang TERKENAL sebagai ORANG BERDOSA!" (ayat 37)

Sudahkah kita membayangkan beban berat macam apa yang ditanggung oleh si perempuan itu dengan 'label' yang dia terima dari masyarakat waktu itu? Mengetahui keberadaan diri kita yang sudah berbuat dosa saja pasti sudah berat ... Apalagi ditambah dengan kata "TERKENAL" -> semua orang tahu! ... Sungguh beban yang teramat berat ... sehingga air mata yang keluar dari perempuan tadi cukup untuk membasuh kaki Yesus!

Hari ini ada dua hal penting yang ingin kita renungkan bersama:

1. Boleh tanya gak? Kesan pertama sewaktu bapak atau ibu membaca kisah kita ini apa ya? (misalnya Yudas: kesannya kan "buang-buang duit aja tuh perempuan!")

Kalau saya ... saya justru sangat terkesan sekali oleh keberanian dan kekuatan mental perempuan itu! Menemui Yesus yang sedang berkunjung di rumah seorang Farisi? Hmmmm .. sepertinya itu bukan ide yang bagus kan ya ... Orang berdosa versus Orang-orang yang berusaha hidup kudus?? Lihat ayat 39.

Dibutuhkan keberanian tingkat tinggi dan mental baja untuk mau datang dan bertemu dengan Yesus ... sebab salah-salah perempuan itu bisa ditimpukin sampai mati! di rajam sama orang-orang Farisi itu!

Yesus mengerahui hal itu, makanya dia bercerita di ayat 41-43 ... Dinar = upah 1 hari kerja ... Menarik ya, perbandingannya 500:50 bukannya 500:0 ... Itu artinya pada hakikatnya kita semua ini adalah orang-orang yang berhutang (berdosa) di hadapan Tuhan!! Siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa di hadapan Tuhan? Tidak ada! Setiap kita membutuhkan yang namanya kelegaan dari satu kata: Pengampunan!

Pertanyaan pentingya adalah: Mengapa Tuhan tetap mau mengampuni meskipun mungkin kita berpikir: "saya gak layak diampuni karena perbuatan salah yang pernah saya lakukan itu!"??

Visual Uang (ini sering saya pakai jadi gak saya jelaskan di sini lagi d ya)

Jawaban: Karena Tuhan melihat hakikat nilai diri kita, hidup kita yang sebenarnya! Gak peduli orang banyak bilang apa tentang hidup kita sekarang ...
"orang mungkin hanya melihat hidup kita ini kotor, lecek, kusam ... akan tetapi Tuhan bilang kepada semua orang itu: "Tunggu dulu ... anak-Ku ini tetap memiliki nilai dan dia berharga selalu di mata-Ku!"

2.

Setiap kali Tuhan hendak berkarya melalui hidup kita, Tuhan selalu membutuhkan kerjasama kita! Sebab percuma kita datang ke gereja, mendengarkan Firman Tuhan apabila .. kita tidak percaya dan bekerjasama dengan apa kata firman Tuhan ... bener kan ...

Ayat 50:
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu:
"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Rasa percayanya kita sangat menentukan ketika Tuhan hendak melakukan sebuah karya besar dalam hidup kita. Seberapa besar rasa percaya kita itu terhadap kata-kata dan kuasa Tuhan yang sanggup mengubah hidup kita?

Saya punya satu lagi cerita untuk menutup renungan kita ...

adalah sekumpulan anak sekolah yang sedang melakukan sebuah darma wisata ke satu danau ... mereka semua sewa perahu untuk keliling danau itu .. tiba-tiba di tengah danau ada satu anak yang jatuh kecebur ke danau selagi perahu mereka itu melaju ... Nah, diantara mereka itu ada satu orang yang memang terkenal jago berenang ... Semua orang dah panik dan minta ke yang jago renang itu supaya buru-buru selametin tuh temen mereka yang mereka tahu gak bisa berenang sama sekali.

Akan tetapi, apa yang terjadi ???
5 menit berlalu .. 10 menit berlalu ... semua orang tambah panik .. barulah di menit yang ke 15, si jago renang ini terjun ke danau dan selamatkan tuh anak yang hampir tenggelam.

Semua temannya bingung, kenapa lama bener gak terjun ke danau untuk selamatkan temen itu? Lalu si jago renang itu pun menjelaskan begini:
"Kalau saya langsung terjun ke danau dan mencoba menyelamatkan dia ... bisa-bisa karena dia masih panik, dia tonjok saya lagi sampai saya pingsan .. nah kan jadi berabe kalau gitu ... makanya saya tunggu dia capek dulu baru deh saya terjun ke danau dan selamatkan dia."

Apakah bapak dan ibu, dan saya memiliki beban yang teramat berat saat ini? Apakah kita telah lelah mencari jalan tapi tak pernah menemukan solusi yang kita cari? Kabar baiknya adalah ada satu Jalan bagi kita yang lama mencari solusi.

Sang Jalan itu melihat hidup kita meski orang lain tak pernah melihatnya.
Sang Jalan itu membutuhkan kepercayaan kita sewaktu Dia berkata kepada kita:

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat ... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Lukas 7:36-50 | Kelegaan di dalam Tuhan

Kelegaan di Dalam Tuhan
Lukas 7:36-50


Brian Cavanough pernah menceritakan satu kisah nyata dari negeri Spanyol: adalah seorang bapak yang mencari anaknya yang kabur dari rumah, ternyata anaknya itu telah melakukan sebuah kesalahan yang membuat dia takut ketemu sama bapaknya. Berbulan-bulan lamanya si bapak itu mencari, tapi gak ketemu. Semua cara sudah dilakukan bapak itu untuk mencari anaknya yang menghilang. Akhirnya, si bapak ini menempuh satu cara yang belum pernah dia lakukan selama ini: pasang iklan di koran dan sebarin pamflet-pamflet yang isinya begini:

"Paco tersayang, temui papa di depan menara lonceng dekat plaza pada hari sabtu besok, siang hari. Semua diampuni. Aku menyayangimu, papamu!"

Hari Sabtu siang itu, di depan menara lonceng, berkumpullah 800 orang yang bernama Paco mencari pengampunan. Ternyata ... nama Paco itu adalah nama yang umum di Spanyol, seperti nama Budi atau Wayan di Indonesia lah ...

Kurang lebih 800 orang Paco yang berkumpul di siang hari itu untuk menjumpai ayahnya menggambarkan kepada kita betapa banyaknya orang yang terbeban karena kesalahan yang pernah mereka lakukan!

Tuhan Yeus sendiri berkata kepada setiap kita:
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat ... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Kelegaan yang seperti itulah yang dicari oleh 800 orang Paco dalam cerita kita tadi dan juga ... hal itu pula yang dicari oleh seorang perempuan yang tidak kita ketahui namanya dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.

Lukas hanya menyebutkan perempuan itu sebagai:
"Seorang perempuan yang TERKENAL sebagai ORANG BERDOSA!" (ayat 37)

Sudahkah kita membayangkan beban berat macam apa yang ditanggung oleh si perempuan itu dengan 'label' yang dia terima dari masyarakat waktu itu? Mengetahui keberadaan diri kita yang sudah berbuat dosa saja pasti sudah berat ... Apalagi ditambah dengan kata "TERKENAL" -> semua orang tahu! ... Sungguh beban yang teramat berat ... sehingga air mata yang keluar dari perempuan tadi cukup untuk membasuh kaki Yesus!

Hari ini ada dua hal penting yang ingin kita renungkan bersama:

1. Boleh tanya gak? Kesan pertama sewaktu bapak atau ibu membaca kisah kita ini apa ya? (misalnya Yudas: kesannya kan "buang-buang duit aja tuh perempuan!")

Kalau saya ... saya justru sangat terkesan sekali oleh keberanian dan kekuatan mental perempuan itu! Menemui Yesus yang sedang berkunjung di rumah seorang Farisi? Hmmmm .. sepertinya itu bukan ide yang bagus kan ya ... Orang berdosa versus Orang-orang yang berusaha hidup kudus?? Lihat ayat 39.

Dibutuhkan keberanian tingkat tinggi dan mental baja untuk mau datang dan bertemu dengan Yesus ... sebab salah-salah perempuan itu bisa ditimpukin sampai mati! di rajam sama orang-orang Farisi itu!

Yesus mengerahui hal itu, makanya dia bercerita di ayat 41-43 ... Dinar = upah 1 hari kerja ... Menarik ya, perbandingannya 500:50 bukannya 500:0 ... Itu artinya pada hakikatnya kita semua ini adalah orang-orang yang berhutang (berdosa) di hadapan Tuhan!! Siapa di antara kita yang tidak pernah berbuat dosa di hadapan Tuhan? Tidak ada! Setiap kita membutuhkan yang namanya kelegaan dari satu kata: Pengampunan!

Pertanyaan pentingya adalah: Mengapa Tuhan tetap mau mengampuni meskipun mungkin kita berpikir: "saya gak layak diampuni karena perbuatan salah yang pernah saya lakukan itu!"??

Visual Uang (ini sering saya pakai jadi gak saya jelaskan di sini lagi d ya)

Jawaban: Karena Tuhan melihat hakikat nilai diri kita, hidup kita yang sebenarnya! Gak peduli orang banyak bilang apa tentang hidup kita sekarang ...
"orang mungkin hanya melihat hidup kita ini kotor, lecek, kusam ... akan tetapi Tuhan bilang kepada semua orang itu: "Tunggu dulu ... anak-Ku ini tetap memiliki nilai dan dia berharga selalu di mata-Ku!"

2.

Setiap kali Tuhan hendak berkarya melalui hidup kita, Tuhan selalu membutuhkan kerjasama kita! Sebab percuma kita datang ke gereja, mendengarkan Firman Tuhan apabila .. kita tidak percaya dan bekerjasama dengan apa kata firman Tuhan ... bener kan ...

Ayat 50:
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu:
"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Rasa percayanya kita sangat menentukan ketika Tuhan hendak melakukan sebuah karya besar dalam hidup kita. Seberapa besar rasa percaya kita itu terhadap kata-kata dan kuasa Tuhan yang sanggup mengubah hidup kita?

Saya punya satu lagi cerita untuk menutup renungan kita ...

adalah sekumpulan anak sekolah yang sedang melakukan sebuah darma wisata ke satu danau ... mereka semua sewa perahu untuk keliling danau itu .. tiba-tiba di tengah danau ada satu anak yang jatuh kecebur ke danau selagi perahu mereka itu melaju ... Nah, diantara mereka itu ada satu orang yang memang terkenal jago berenang ... Semua orang dah panik dan minta ke yang jago renang itu supaya buru-buru selametin tuh temen mereka yang mereka tahu gak bisa berenang sama sekali.

Akan tetapi, apa yang terjadi ???
5 menit berlalu .. 10 menit berlalu ... semua orang tambah panik .. barulah di menit yang ke 15, si jago renang ini terjun ke danau dan selamatkan tuh anak yang hampir tenggelam.

Semua temannya bingung, kenapa lama bener gak terjun ke danau untuk selamatkan temen itu? Lalu si jago renang itu pun menjelaskan begini:
"Kalau saya langsung terjun ke danau dan mencoba menyelamatkan dia ... bisa-bisa karena dia masih panik, dia tonjok saya lagi sampai saya pingsan .. nah kan jadi berabe kalau gitu ... makanya saya tunggu dia capek dulu baru deh saya terjun ke danau dan selamatkan dia."

Apakah bapak dan ibu, dan saya memiliki beban yang teramat berat saat ini? Apakah kita telah lelah mencari jalan tapi tak pernah menemukan solusi yang kita cari? Kabar baiknya adalah ada satu Jalan bagi kita yang lama mencari solusi.

Sang Jalan itu melihat hidup kita meski orang lain tak pernah melihatnya.
Sang Jalan itu membutuhkan kepercayaan kita sewaktu Dia berkata kepada kita:

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat ... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu"

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER