-->

Roma 3:1-12 | Sombong!

Roma 3:1-12

Hati-hati karena Kebanggaan bisa membuat seseorang terjerumus pada Kesombongan.

Sombong! — Saya punya cerita untuk mengawali renungan kita hari ini. Tempatnya di Taman Kanak-kanak. Ada 3 orang anak ngobrol tentang tugas dari guru mereka, "Apa pekerjaan papa kamu?"

Anak 1: Eh kamu tau gak papa aku? Hebat tau, dia nih ya sekali ada orang yang datang, cuma meriksa-meriksain orang doang; Eh dikasih amplop Rp.250.000,- wuih. (papanya Dokter)

Anak 2: Ah itu sih belum seberapa. Papa ku dong! Cuma duduk diem, dengerin orang curhat; Eh pulangnya dikasih amplop Rp. 500.000,- (papanya Psikolog)

Baca juga

Anak 3: Haha kalian baru segitu aja udah belagu. Papaku dong super hebat! Dia kan pendeta. Bayangin aja cuma 15-20 menit ngomong, eh butuh 3-5 orang buat narikin uang ke orang-orang yang denger itu. -- Dasar anak kecil, anaknya pendeta ya bisa ngomong gini ya hehehe. Just kidding ok.

Tema renungan kita dari Roma 3:1-12 hari ini tentang kesombongan.
Roma 3:1-12
Kelebihan orang Yahudi dan kesetiaan Allah
3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."
3:5 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah--aku berkata sebagai manusia--jika Ia menampakkan murka-Nya?
3:6 Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
3:8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

Semua manusia adalah orang berdosa
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Perbedaan Sombong dan Bangga


Dari kemarin-kemarin saya sebetulnya bertanya-tanya tentang satu hal. Sombong dan bangga itu sama atau beda ya? Cerita tadi sombong atau bangga?

Hati-hati karena Kebanggaan bisa membuat seseorang terjerumus pada Kesombongan.
Dalam Alkitab kita bisa melihat 2 cerita.
a). Allah – Ayub: "Lihat itu hambaku yang soleh."
b). Orang Farisi: "Tuhan aku bersyukur kalo aku tidak seperti ..."

Mana yang Bangga dan mana yang Sombong? Orang farisi itu sombong atau bangga?

Sebenarnya, awalnya dia bangga. Akan tetapi kebanggaannya itu kebablasan sampai membuat dia jatuh pada kesombongan.

Kesimpulan awalnya sederhana:
Seseorang bisa saja bangga terhadap sesuatu dan itu tidak salah. Akan tetapi hati-hati, karena kebanggaan itu juga bisa membuat seseorang terjerumus pada kesombongan.

Hal itulah yang sebenarnya terjadi dalam pembacaan Alkitab kita hari ini. Bayangkan kita Jemaat Roma. Baris kiri orang-orang Kristen Yahudi; Baris kanan adalah orang-orang Kristen Non Yahudi.

Tiba – tiba orang Kristen Yahudi berdiri dan bilang, "Hey saudara-saudara di sana, kalau mau jadi orang Kristen sejati, kamu harus taat perintah-perintah hukum Taurat, yaitu Sunat! Kalau tidak, kamu bukan orang Kristen sejati!"

Sombong: Sombong terjadi ketika seseorang direndahkan, dianggap tak berarti, dan membuat orang lain terluka, dengan perkataan atau tindakan kita.

Pertanyaan Besar: Kita ini termasuk orang-orang yang jatuh dalam kesombongan atau tidak?

Saya tertarik dengan dua bagian dalam pembacaan Alkitab kita hari ini.


Tidak sombong karena tidak juga punya kebanggaan?

Roma 3:1-2
1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi ... ? 2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. ...

Coba kalo kita sekarang ada yang bertanya, "Apa kelebihanmu? Bisa jawab: banyak sekali?"

"Tuhan aku gak pernah sombong kok, habis apa yang bisa aku sombongin? Lihat hidupku Tuhan. Gak jelas, ancur."

Dia memang gak sombong, tapi dia juga gak tau apa yang membanggakan dalam hidupnya.

Banggakah bapak, ibu dengan bapak, ibu sekarang ini? Dengan apa yang telah, sedang, dan Tuhan nyatakan dalam hidup kita?

Mungkin seseorang tidak bangga terhadap hidupnya. Seseorang ini, ya karena memang kita tidak sanggup menyelami misteri karya Allah yang sedang dikerjakan dalam hidupnya.

Pernah lihat seseorang sedang menyulam?

Tampak dari atas, wow keren.
Tampak dari bawah, wew ancur.

Banggalah karena hidup kita ini berada dalam rancangan berkat keselamatan Tuhan. Tuhan sedang berjuang untuk tunjukan berkat, bukan maut.

Bukti yang paling dekat dan nyata: Paskah. Makanya ada lagu, Sungguh ku Bangga Bapa, punya Allah seperti Engkau.

Kita semua punya sesuatu yang bisa kita banggakan. Tapi jangan sampai itu membuat kita jadi sombong akhirnya.

Kenapa?

Sama-sama Orang Berdosa yang telah Diberi Anugerah

Roma 3:9a
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. ...

Apa yang menjadi kebanggaan dalam hidup kita betul-betul tidak menjadikan orang lain lebih rendah, lebih buruk, lebih jelek daripada kita. Karena dasar kita sama-sama orang berdosa.

Allah yang sama, yang kita percayai di dalam Yesus. Dia juga sedang memperjuangkan hidup semua orang untuk dapat menemukan dan menikmati berkat keselamatan itu.

Allah berjuang untuk mengangkat kita. Allah berjuang untuk membebaskan setiap orang.

Sampai pada akhirnya kita semua bisa melihat dan menikmati karya menyeluruh dari Allah yang memang dirancang hanya yang terbaik bagi kehidupan kita semua.

Orang yang jujur mengatakan kebenaran meskipun itu akan menyebabkan sakit hati. Orang yang sombong melakukannya supaya menyebabkan sakit hati. (William Hazlit)

Post a Comment