Kolose 2:8-15 | Kritis!! - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Kritis!!
Kolose 2:8-15


Ada satu kisah nyata tentang seseorang Profesor Kedokteran dari Oxford – namanya William Osler ... Suatu hari dia pernah memberikan kuliah sambil bawa ini: sebuah gelas yang berisi sampel air seni untuk dianalisa. Sering kali dengan menguji sampel ini, penyakit pasien dapat kita kenali. Lalu Osler mencelupkan jarinya, satu jarinya ke dalam gelas air seni itu dan memasukan ke mulutnya.

"Sekarang saya akan mengedarkan botol ini
dan saya harap kalian mencoba hal ini
supaya kita bisa belajar sesuatu hari ini

Gelas beredar, semua nyicipin tu air seni … setelah selesai, Osler lalu mengatakan hal ini:

Para mahasiswa sekalian, saya harap anda semua belajar tentang memperhatikan segala sesuatunya dengan cermat, maka anda akan melihat bahwa saya memasukan JARI TELUNJUK saya ke dalam gelas tapi saya masukan JARI TENGAH ke dalam mulut saya

Wkwkwkwkw ... Langsung sakit perut tuh mahasiswa seharian!!! …
Buat saya, dalam kisah nyata tadi Osler tidak hanya mengajarkan mahasiswanya untuk bisa memerhatikan dengan cermat, tapi juga mampu bersikap kritis terhadap apa yang mereka lihat, mereka dengar dan mereka pelajari dalam keseharian hidup mereka (di kampus).

Saya kira hal itu juga yang diperjuangkan oleh Paulus dalam Firman Tuhan hari ini yaitu supaya orang percaya pada jaman itu … Di tengah begitu banyaknya ajaran, pendapat-pendapat tentang siapa itu Yesus: ALAH / setengah ALLAH, bagaimana hidup orang Kristen yang sejati menurut mereka: bagi orang Kristen Yunani – harus sunat / tidak …

Bersikap kritis terhadap apa yang kita dengar tentang ajaran-ajaran itu lalu lihat kembali apa yang Tuhan katakan tentang hidupmu di dalam firman-Nya – kata Paulus! Sebab kalo tidak, mereka bisa pusing sendiri, bingung sendiri, ragu sendiri tentang apa yang mereka percaya. Sekarang.

Mari kita kembali ke dunia keseharian kita di sini. Kita bersyukur di STT Jakarta, segala macam pelajaran tentang iman, tentang Tuhan kita bisa temukan dan pelajari disini!!! Bahkan bukan sekedar cicip-cicip doing kita bisa salami ajaran-ajaran itu sampai dasar-dasarnya.

Hanya ada 2 kemungkinan:
1. Kita semakin diperlengkapi dan percaya pemahaman iman kita untuk hadapi tantangan di masa depan atau,
2. Kita tenggelam dalam kehidupan dan jadi pusing sendiri.

Ada 2 hal yang mau kita renungkan supaya kita tidak jatuh dalam kebingungan atau bahkan keraguan dalam proses gumul juang kita di STT Jakarta.

1. Kritis

Kritis berarti tidak asal telan saja tetapi juga sadar bahwa apa yang saya pelajari itu penting untuk memperkuat pondasi bangunan iman kita … Kalo saya dulu … saya memahaminya begini: Saya belajar ini supaya nanti kalo saya ketemu dengan orang yang punya pemahaman seperti itu … saya tahu apa yang harus saya katakan ...

2. Ingat tujuan kita studi di sini

Apa alasan ke STT Jakarta ? 1. Jadi pendeta ? 2…………??
Apa pun alasannya, saya atau kita punya tujuan bersama.
MEMBANGUN IMAN ditengah-tengah KEHIDUPAN.

Sama seperti yang Paulus lakukan kepada jemaat Kolose yang sedang goyah imannya … menentramkan , menguatkan, memuihkan, dan membangun kembali pemahaman iman Jemaat Kolose waktu itu. Kalau mau diibaratkan kita itu seperti agen-agen / duta-duta pembangunan bagi orang percaya dimasa depan. Jadi selamat bergumul dan berjuang dan selamat menjadi agen-agen pembangunan yang dipakai Tuhan di masa depan.

Kolose 2:8-15 | Kritis!!

Kritis!!
Kolose 2:8-15


Ada satu kisah nyata tentang seseorang Profesor Kedokteran dari Oxford – namanya William Osler ... Suatu hari dia pernah memberikan kuliah sambil bawa ini: sebuah gelas yang berisi sampel air seni untuk dianalisa. Sering kali dengan menguji sampel ini, penyakit pasien dapat kita kenali. Lalu Osler mencelupkan jarinya, satu jarinya ke dalam gelas air seni itu dan memasukan ke mulutnya.

"Sekarang saya akan mengedarkan botol ini
dan saya harap kalian mencoba hal ini
supaya kita bisa belajar sesuatu hari ini

Gelas beredar, semua nyicipin tu air seni … setelah selesai, Osler lalu mengatakan hal ini:

Para mahasiswa sekalian, saya harap anda semua belajar tentang memperhatikan segala sesuatunya dengan cermat, maka anda akan melihat bahwa saya memasukan JARI TELUNJUK saya ke dalam gelas tapi saya masukan JARI TENGAH ke dalam mulut saya

Wkwkwkwkw ... Langsung sakit perut tuh mahasiswa seharian!!! …
Buat saya, dalam kisah nyata tadi Osler tidak hanya mengajarkan mahasiswanya untuk bisa memerhatikan dengan cermat, tapi juga mampu bersikap kritis terhadap apa yang mereka lihat, mereka dengar dan mereka pelajari dalam keseharian hidup mereka (di kampus).

Saya kira hal itu juga yang diperjuangkan oleh Paulus dalam Firman Tuhan hari ini yaitu supaya orang percaya pada jaman itu … Di tengah begitu banyaknya ajaran, pendapat-pendapat tentang siapa itu Yesus: ALAH / setengah ALLAH, bagaimana hidup orang Kristen yang sejati menurut mereka: bagi orang Kristen Yunani – harus sunat / tidak …

Bersikap kritis terhadap apa yang kita dengar tentang ajaran-ajaran itu lalu lihat kembali apa yang Tuhan katakan tentang hidupmu di dalam firman-Nya – kata Paulus! Sebab kalo tidak, mereka bisa pusing sendiri, bingung sendiri, ragu sendiri tentang apa yang mereka percaya. Sekarang.

Mari kita kembali ke dunia keseharian kita di sini. Kita bersyukur di STT Jakarta, segala macam pelajaran tentang iman, tentang Tuhan kita bisa temukan dan pelajari disini!!! Bahkan bukan sekedar cicip-cicip doing kita bisa salami ajaran-ajaran itu sampai dasar-dasarnya.

Hanya ada 2 kemungkinan:
1. Kita semakin diperlengkapi dan percaya pemahaman iman kita untuk hadapi tantangan di masa depan atau,
2. Kita tenggelam dalam kehidupan dan jadi pusing sendiri.

Ada 2 hal yang mau kita renungkan supaya kita tidak jatuh dalam kebingungan atau bahkan keraguan dalam proses gumul juang kita di STT Jakarta.

1. Kritis

Kritis berarti tidak asal telan saja tetapi juga sadar bahwa apa yang saya pelajari itu penting untuk memperkuat pondasi bangunan iman kita … Kalo saya dulu … saya memahaminya begini: Saya belajar ini supaya nanti kalo saya ketemu dengan orang yang punya pemahaman seperti itu … saya tahu apa yang harus saya katakan ...

2. Ingat tujuan kita studi di sini

Apa alasan ke STT Jakarta ? 1. Jadi pendeta ? 2…………??
Apa pun alasannya, saya atau kita punya tujuan bersama.
MEMBANGUN IMAN ditengah-tengah KEHIDUPAN.

Sama seperti yang Paulus lakukan kepada jemaat Kolose yang sedang goyah imannya … menentramkan , menguatkan, memuihkan, dan membangun kembali pemahaman iman Jemaat Kolose waktu itu. Kalau mau diibaratkan kita itu seperti agen-agen / duta-duta pembangunan bagi orang percaya dimasa depan. Jadi selamat bergumul dan berjuang dan selamat menjadi agen-agen pembangunan yang dipakai Tuhan di masa depan.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER