Kisah Para Rasul 11:1-18 | Bad Habit! - Pdt. Gerry Atje
Bad Habit!
Kisah Para Rasul 11:1-18


Sebelum kita membaca dan merenungkan firman Tuhan ini ... saya menemukan sebuah teka-teki yang rasanya menggambarkan inti pergumulan yang menjadi renungan kita hari ini:

Siapakah Aku?
Aku adalah teman sejatimu.
Aku adalah penolongmu yang paling hebat,
tapi sayangnya aku juga adalah bebanmu yang paling berat.
Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu kedalam kegagalan.
Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu.
Sembilan puluh persen hal yang kamu perbuat boleh kamu serahkan kepadaku
dan aku akan dapat mengerjakan secara cepat dan tepat.
Aku mudah diatur, tunjukkanlah kepadaku bagaimana persisnya kamu menghendaki sesuatu dikerjakan dan setelah beberapa kali aku akan mengerjakannya secara otomatis.
Aku adalah hamba semua orang hebat
dan sayangnya juga hamba semua orang pecundang.
Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan presisi mesin ditambah intelegensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi meraih keuntungan atau malah hancur, tidak ada bedanya bagiku.
Ambillah aku, latihlah aku, bersikaplah tegas terhadapku,
maka aku akan menempatkan dunia dibawah kakimu.
Bersikap longgarlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.
Jadi, siapakah aku?

Katanya sih jawabannya itu KEBIASAAN !!!
Yang saya tertarik dengan kuis tadi, karena di situ digambakan bahwa kebiasaan bisa menjadi sahabat yang menolong atau sebaliknya, bukannya nolong tapi malah menghancurkan, jadi musuh!! Ternyata kebiasaan itu berwajah dua, dia bisa jadi baik atau malah dia bisa jadi buruk.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita akan bertemu dengan wajah kebiasaan yang bagaimana ??? ya mari kta lihat bersama. Kisah Rasul 11:1-8.

Saya menemukan 3 KEBIASAAN yang tergambar dalam perikop kita hari ni. Sayang nya 3 kebiasaan yang muncul saat itu adalah bukan yang baik ... dan yang lebih disayangkan lagi adalah 3 Kebiasaan Buruk itu seringkali berulang dalam sejarah kehidupan manusia.

KEBIASAAN I
BIASA RIBUT dan AKHIRNYA PECAH


Pecah karena hal-hal yang sebetulnya tidak perlu diributkan, Ironis!
Sebab ada hal-hal yang seharusnya jauh lebih besar lagi untuk kita jaga – tapi kok ini ribut hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar terlupakan.

Ada cerita tentang dua gereja yang rindu untuk bergabung jadi satu mereka mulai menjajaki kemungkinan itu – ibadah jadi lebih semarak – lebih banyak yang hadir juga – dan otomatis lebih banyak pelayan.

Tapi, apa yang tejadi: mereka pecah lagi karena ributin masalah pengucapan Pengakuan Iman: Yang satu: bilang "dosa", dan yang satunya lagi: keukeuh nyebut "kesalahan". Kemudian adalah satu koran lokal yang kemudian menulis berita tentang dua gereja itu:
"Akhirnya gereja itu jalan masing-masing seperti dahulu, yang satu kembali ke dosa-dosa mereka dan yang lainnya kembali ke kesalahan-kesalahan mereka"

... O ... jangan salah, dalam kehidupan keuarga, jemaat atau bangsa ... bukankah yang seringkali membuat kita jadi ribut itu hal-hal yang kecil dan akhirnya lupa bahwa kita ini satu keluarga, satu jemaat satu bangsa!!

Dalam pembacaan Alkitab kita ayat 3:
Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."

Itu baru masuk, belum tentu apa yang disangka oleh orang-orang itu terjadi, mereka udah ribut. DAN LUPA BAHWA MEREKA ITU SAUDARA.

Saya suka waktu dengar cerita tentang suam istri yang jalan di taman tiba-tiba istri bilang “Honey, lihat didanau .. itu ada Soang (Angsa) ..." Lalu si suami bilang: "bukan Soang sayang .. itu bebek ..." Dan ributlah mereka karena Soang atau Bebek itu! Kemudian si suami mikir gini: "Ah ngapain sih aku ribut-ribut sama istriku yang tercinta ini hanya karena Soang atau Bebek ... Okey Honey ... kamu benar, itu Soang ternyata bukan bebek"

SERINGKALI YANG DIBUTUHKAN = SEDIKIT PENGORBANAN.
Sedikit pengorbanan untuk mempertahankan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

KEBIASAAN II Ayat 9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku:
Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
??

KEBIASAAN MENGHALALKAN YANG HARAM
DAN MENGHARAMKAN YANG HALAL


Biar lebih cepet kaya (Korup)
Biar gak ribet ... pakai "jalan pintas" ajalah!

Yang repot karena yang haram-haram itu biasanya enak!!!
Bagi orang yang berfikir Haram = Enak ...
Ah seandainya mereka membaca Mazmur 73:13-20

Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu. Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

KEBIASAAN III Ayat 7-8
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!?? Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.


BIASA MEMBATASI KARYA ALLAH:
PEKERJAAN ALLAH – KEHENDAK ALLAH

Sampai akhirnya ... susah bener majunya ... Sebab bahkan sebelum bergerak maju pun, sudah ditodong mustahil itu dilakukan. Ini pernah kejadian, ada seorang Paus yang bertemu dengan seorang Presiden. Presiden itu bilang: "Paus ... saya kira suatu saat nanti manusia akan bisa terbang ke angkasa!" Apa kata Paus itu: "Gak mungkin! Kalau Tuhan ingin manusia terbang pasti sudah dikasih sayap“. Nama Paus itu Paus Wright, dan dua anak dari Paus itu di kemudian hari pada akhirnya menemukan pesawat terbang yang bisa membuat setiap kita terbang hingga hari ini.

Di awal tahun seperti ini, seseorang biasanya tergoda untuk mengatakan mustahil ... “Tahun kemarin dah dicoba, mustahil tahun ini bisa berhasil ... paling juga gagal maning-gagal maning!!"

Hari ini kita ditantang oleh Firma Tuhan untuk menghilangkan 3 KEBIASAAN yang merusak kehidupan itu. Mari kita terus berjang membangun hidup kita, memperjuangkan hal-hal besar bersama ALLAH – jangan tergoda untuk ribut hal-hal kecil atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak berkenan sebab bersama – sama dengan Tuhan kita cukup! Cukup untuk bisa melihat Karya ALLAH yang luar biasa terjadi di dalam hidup kita.

Kisah Para Rasul 11:1-18 | Bad Habit!

Bad Habit!
Kisah Para Rasul 11:1-18


Sebelum kita membaca dan merenungkan firman Tuhan ini ... saya menemukan sebuah teka-teki yang rasanya menggambarkan inti pergumulan yang menjadi renungan kita hari ini:

Siapakah Aku?
Aku adalah teman sejatimu.
Aku adalah penolongmu yang paling hebat,
tapi sayangnya aku juga adalah bebanmu yang paling berat.
Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu kedalam kegagalan.
Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu.
Sembilan puluh persen hal yang kamu perbuat boleh kamu serahkan kepadaku
dan aku akan dapat mengerjakan secara cepat dan tepat.
Aku mudah diatur, tunjukkanlah kepadaku bagaimana persisnya kamu menghendaki sesuatu dikerjakan dan setelah beberapa kali aku akan mengerjakannya secara otomatis.
Aku adalah hamba semua orang hebat
dan sayangnya juga hamba semua orang pecundang.
Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan presisi mesin ditambah intelegensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi meraih keuntungan atau malah hancur, tidak ada bedanya bagiku.
Ambillah aku, latihlah aku, bersikaplah tegas terhadapku,
maka aku akan menempatkan dunia dibawah kakimu.
Bersikap longgarlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.
Jadi, siapakah aku?

Katanya sih jawabannya itu KEBIASAAN !!!
Yang saya tertarik dengan kuis tadi, karena di situ digambakan bahwa kebiasaan bisa menjadi sahabat yang menolong atau sebaliknya, bukannya nolong tapi malah menghancurkan, jadi musuh!! Ternyata kebiasaan itu berwajah dua, dia bisa jadi baik atau malah dia bisa jadi buruk.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita akan bertemu dengan wajah kebiasaan yang bagaimana ??? ya mari kta lihat bersama. Kisah Rasul 11:1-8.

Saya menemukan 3 KEBIASAAN yang tergambar dalam perikop kita hari ni. Sayang nya 3 kebiasaan yang muncul saat itu adalah bukan yang baik ... dan yang lebih disayangkan lagi adalah 3 Kebiasaan Buruk itu seringkali berulang dalam sejarah kehidupan manusia.

KEBIASAAN I
BIASA RIBUT dan AKHIRNYA PECAH


Pecah karena hal-hal yang sebetulnya tidak perlu diributkan, Ironis!
Sebab ada hal-hal yang seharusnya jauh lebih besar lagi untuk kita jaga – tapi kok ini ribut hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar terlupakan.

Ada cerita tentang dua gereja yang rindu untuk bergabung jadi satu mereka mulai menjajaki kemungkinan itu – ibadah jadi lebih semarak – lebih banyak yang hadir juga – dan otomatis lebih banyak pelayan.

Tapi, apa yang tejadi: mereka pecah lagi karena ributin masalah pengucapan Pengakuan Iman: Yang satu: bilang "dosa", dan yang satunya lagi: keukeuh nyebut "kesalahan". Kemudian adalah satu koran lokal yang kemudian menulis berita tentang dua gereja itu:
"Akhirnya gereja itu jalan masing-masing seperti dahulu, yang satu kembali ke dosa-dosa mereka dan yang lainnya kembali ke kesalahan-kesalahan mereka"

... O ... jangan salah, dalam kehidupan keuarga, jemaat atau bangsa ... bukankah yang seringkali membuat kita jadi ribut itu hal-hal yang kecil dan akhirnya lupa bahwa kita ini satu keluarga, satu jemaat satu bangsa!!

Dalam pembacaan Alkitab kita ayat 3:
Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."

Itu baru masuk, belum tentu apa yang disangka oleh orang-orang itu terjadi, mereka udah ribut. DAN LUPA BAHWA MEREKA ITU SAUDARA.

Saya suka waktu dengar cerita tentang suam istri yang jalan di taman tiba-tiba istri bilang “Honey, lihat didanau .. itu ada Soang (Angsa) ..." Lalu si suami bilang: "bukan Soang sayang .. itu bebek ..." Dan ributlah mereka karena Soang atau Bebek itu! Kemudian si suami mikir gini: "Ah ngapain sih aku ribut-ribut sama istriku yang tercinta ini hanya karena Soang atau Bebek ... Okey Honey ... kamu benar, itu Soang ternyata bukan bebek"

SERINGKALI YANG DIBUTUHKAN = SEDIKIT PENGORBANAN.
Sedikit pengorbanan untuk mempertahankan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

KEBIASAAN II Ayat 9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku:
Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
??

KEBIASAAN MENGHALALKAN YANG HARAM
DAN MENGHARAMKAN YANG HALAL


Biar lebih cepet kaya (Korup)
Biar gak ribet ... pakai "jalan pintas" ajalah!

Yang repot karena yang haram-haram itu biasanya enak!!!
Bagi orang yang berfikir Haram = Enak ...
Ah seandainya mereka membaca Mazmur 73:13-20

Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu. Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

KEBIASAAN III Ayat 7-8
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!?? Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.


BIASA MEMBATASI KARYA ALLAH:
PEKERJAAN ALLAH – KEHENDAK ALLAH

Sampai akhirnya ... susah bener majunya ... Sebab bahkan sebelum bergerak maju pun, sudah ditodong mustahil itu dilakukan. Ini pernah kejadian, ada seorang Paus yang bertemu dengan seorang Presiden. Presiden itu bilang: "Paus ... saya kira suatu saat nanti manusia akan bisa terbang ke angkasa!" Apa kata Paus itu: "Gak mungkin! Kalau Tuhan ingin manusia terbang pasti sudah dikasih sayap“. Nama Paus itu Paus Wright, dan dua anak dari Paus itu di kemudian hari pada akhirnya menemukan pesawat terbang yang bisa membuat setiap kita terbang hingga hari ini.

Di awal tahun seperti ini, seseorang biasanya tergoda untuk mengatakan mustahil ... “Tahun kemarin dah dicoba, mustahil tahun ini bisa berhasil ... paling juga gagal maning-gagal maning!!"

Hari ini kita ditantang oleh Firma Tuhan untuk menghilangkan 3 KEBIASAAN yang merusak kehidupan itu. Mari kita terus berjang membangun hidup kita, memperjuangkan hal-hal besar bersama ALLAH – jangan tergoda untuk ribut hal-hal kecil atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak berkenan sebab bersama – sama dengan Tuhan kita cukup! Cukup untuk bisa melihat Karya ALLAH yang luar biasa terjadi di dalam hidup kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email