-->

Kisah Para Rasul 11:1-18 | Bad Habit!

Kisah Para Rasul 11:1-18

Tiga kebiasaan buruk yang seringkali berulang dalam sejarah kehidupan manusia.

Bad Habit! — Sebelum kita membaca dan merenungkan firman Tuhan ini, saya menemukan sebuah teka-teki yang rasanya menggambarkan inti pergumulan yang menjadi renungan kita hari ini:

Siapakah Aku?

Aku adalah teman sejatimu. Aku adalah penolongmu yang paling hebat, tapi sayangnya aku juga adalah bebanmu yang paling berat. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu kedalam kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk pada perintahmu.

Sembilan puluh persen hal yang kamu perbuat boleh kamu serahkan kepadaku dan aku akan dapat mengerjakan secara cepat dan tepat. Aku mudah diatur, tunjukkanlah kepadaku bagaimana persisnya kamu menghendaki sesuatu dikerjakan dan setelah beberapa kali aku akan mengerjakannya secara otomatis.

Aku adalah hamba semua orang hebat dan sayangnya juga hamba semua orang pecundang. Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan presisi mesin ditambah intelegensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi meraih keuntungan atau malah hancur, tidak ada bedanya bagiku.

Ambillah aku, latihlah aku, bersikaplah tegas terhadapku, maka aku akan menempatkan dunia dibawah kakimu. Bersikap longgarlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.

Jadi, siapakah aku?

Katanya sih jawabannya itu Kebiasaan.

Yang saya tertarik dengan kuis tadi, karena di situ digambakan bahwa kebiasaan bisa menjadi sahabat yang menolong atau sebaliknya, bukannya nolong tapi malah menghancurkan, jadi musuh. Ternyata kebiasaan itu berwajah dua, dia bisa jadi baik atau malah dia bisa jadi buruk.
Kisah Para Rasul 11:1-18
Petrus mempertanggungjawabkan babtisam Kornelius di Yerusalem
11:1 Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
11:2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
11:3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."
11:4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.
11:6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
11:7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!??
11:8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!??
11:10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
11:11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
11:12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,
11:13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.??
11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita akan bertemu dengan wajah kebiasaan yang bagaimana? Ya mari kta lihat bersama. Kisah Rasul 11:1-8.

Saya menemukan tiga kebiasaan yang tergambar dalam perikop kita hari ni. Sayangnya tiga kebiasaan yang muncul saat itu adalah bukan yang baik dan yang lebih disayangkan lagi adalah tiga kebiasaan buruk itu seringkali berulang dalam sejarah kehidupan manusia.

Kebiasaan 1: Biasa Ribut dan Akhirnya Pecah


Pecah karena hal-hal yang sebetulnya tidak perlu diributkan, Ironis! Sebab ada hal-hal yang seharusnya jauh lebih besar lagi untuk kita jaga – tapi kok ini ribut hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar terlupakan.

Ada cerita tentang dua gereja yang rindu untuk bergabung jadi satu mereka mulai menjajaki kemungkinan itu – ibadah jadi lebih semarak – lebih banyak yang hadir juga – dan otomatis lebih banyak pelayan.

Tapi, apa yang tejadi: mereka pecah lagi karena ributin masalah pengucapan Pengakuan Iman: Yang satu: bilang "dosa", dan yang satunya lagi: keukeuh nyebut "kesalahan".

Kemudian adalah satu koran lokal yang kemudian menulis berita tentang dua gereja itu: "Akhirnya gereja itu jalan masing-masing seperti dahulu, yang satu kembali ke dosa-dosa mereka dan yang lainnya kembali ke kesalahan-kesalahan mereka"

Ooo, jangan salah, dalam kehidupan keuarga, jemaat atau bangsa bukankah yang seringkali membuat kita jadi ribut itu hal-hal yang kecil dan akhirnya lupa bahwa kita ini satu keluarga, satu jemaat satu bangsa.

Baca juga

Dalam pembacaan Alkitab kita ayat 3.

Kisah Para Rasul 11:3
Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."

Itu baru masuk, belum tentu apa yang disangka oleh orang-orang itu terjadi, mereka udah ribut dan lupa bahwa mereka itu saudara.

Saya suka waktu dengar cerita tentang suami istri yang jalan di taman tiba-tiba istri bilang, "Honey, lihat di danau. itu ada Soang (Angsa)." Lalu si suami bilang, "Bukan Soang sayang, itu bebek."

Dan ributlah mereka karena Soang atau Bebek itu. Kemudian si suami mikir gini, "Ah ngapain sih aku ribut-ribut sama istriku yang tercinta ini hanya karena Soang atau Bebek? Okey Honey, kamu benar, itu Soang ternyata bukan bebek."

Seringkali yang dibutuhkan hanyalah sedikit pengorbanan untuk mempertahankan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.


Kebiasaan 2: Menghalalkan yang Haram, Mengharamkan yang Halal

Kisah Para Rasul 11:9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.

Kebiasaan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Biar lebih cepet kaya (Korup), biar gak ribet pakai "jalan pintas" ajalah!

Yang repot karena yang haram-haram itu biasanya enak. Bagi orang yang berfikir haram itu enak, ah seandainya mereka membaca Mazmur 73:13-20

Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi. Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu. Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Kebiasaan 3: Terbiasa Membatasi Karya Allah

Kisah Para Rasul 11:7-8
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!?? Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.

Terbiasa membatasi karya Allah, pekerjaan Allah, kehendak Allah; Sampai akhirnya susah bener majunya. Sebab bahkan sebelum bergerak maju pun, sudah ditodong mustahil itu dilakukan.

Ini pernah kejadian, ada seorang Paus yang bertemu dengan seorang Presiden. Presiden itu bilang, "Paus, saya kira suatu saat nanti manusia akan bisa terbang ke angkasa!"

Apa kata Paus itu: "Gak mungkin! Kalau Tuhan ingin manusia terbang pasti sudah dikasih sayap“. Nama Paus itu Paus Wright, dan dua anak dari Paus itu di kemudian hari pada akhirnya menemukan pesawat terbang yang bisa membuat setiap kita terbang hingga hari ini.

Di awal tahun seperti ini, seseorang biasanya tergoda untuk mengatakan mustahil. "Tahun kemarin dah dicoba, mustahil tahun ini bisa berhasil, paling juga gagal maning-gagal maning!"

Hari ini kita ditantang oleh Firman Tuhan untuk menghilangkan tiga kebiasaan yang merusak kehidupan itu. Mari kita terus berjang membangun hidup kita, memperjuangkan hal-hal besar bersama Allah.

Jangan tergoda untuk ribut hal-hal kecil atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak berkenan sebab bersama – sama dengan Tuhan kita cukup! Cukup untuk bisa melihat Karya Allah yang luar biasa terjadi di dalam hidup kita.

Hanya dibutuhkan sedikitnya 21 hari (tiga minggu) untuk melakukan usaha yang dilakukan secara sadar untuk membentuk kebiasaan baru. (Dr. Maxwell Maltz, Pscyocybernetics)

Post a Comment