Yudas 1:17-25 | Tak Sempurna - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

sedih
Pembukaan

Adalah sekumpulan anak-anak yang sedang bermain. Seorang anak berkata pada teman-temannya “Teman-teman, kemarin telur dari ayam peliharaanku menetas lho, tau gak .. ternyata setelah di lihat aku punya anak ayam kembar dari satu telur itu” ...”Ah, itu sih belum seberapa” kata yang seorang lagi “kamu tahu gak, beberapa hari yang lalu aku lihat ada anjing yang dikejar-kejar sama kucing gara-gara rebutan makanan” .... Semua teman lalu tertawa mendengar bualan 2 orang teman barusan.

Seorang bapak yang kebetulan berjana melewati mereka berkata kepada mereka “Ada apa sih kalian ribut-ribut gini?” ... “Oh, enggak om, itu ... kami lagi bikin lomba tentang siapa yang paling bisa buat cerita bohong paling hebat di antara kami sekarang ini”

“Kalian ini main yang enggak-enggak aja deh, kalian tau kan kalau bohong itu dosa ... contoh dong om ni, dari kecil sampai sekarang om itu gak pernah berkata bohong!”

Mendengar ucapan bapak itu, seorang anak lalu berkata kepada teman-temannya: “Teman-teman, kita semua kalah nih sama si om, cerita bohong dia lebih hebat dari pada cerita kita semua tadi”

Penjelasan Bahan dan Penerapan

Seperti gambaran dalam cerita tadi, setiap orang tidak dapat dipungkiri pastilah memiliki kelemahan-kelemahan yang bisa membuat dia jatuh ke dalam kesalahan atau hal-hal yang tidak di kehendaki oleh Allah. Kita ingin agar hidup dalam kebenaran, namun berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita mungkin saja membuat seseorang jatuh dalam ‘ketidakbenaran’. Itulah yang menyebabkan mengapa anak-anak tadi menyimpulkan bahwa si om itu yang menang kontes bohong, karena: masa sih dari kecil sampai jadi om-om gitu gak pernah bohong, gak mungkin!


Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kepada setiap orang percaya bahwa perjuangan orang percaya adalah perjuangan menyingkirkan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk ‘melawan Allah’. Perjuangan mengikis ketidaksempurnaan kita sebagai manusia dalam mengikuti kehendak Allah, menjadi manusia yang baru di dalam iman kepada Yesus.

Yudas menyebutkan mereka-mereka yang ‘kalah’ dalam melawan ketidak-sempurnaan dalam diri mereka: (ayat 18b-19) mereka yang tidak percaya, mereka yang jatuh dalam keinginan hawa nafsu semata, mereka yang hidup dengan menolak tuntunan Roh Tuhan!

Yudas mengingatkan kepada jemaat waktu dulu dan kepada kita semua hari ini, tetap waspada agar tidak tergoda untuk ‘kembali ke manusia lama – kehidupan lama”. Justru sebaliknya, dengan menyatakan hidup bersama-sama Yesus, kita semua memiliki dasar yang baru untuk membangun kehidupan kita yang baru pula (ayat 20). Dan yang sama pentingnya juga adalah kita memiliki tugas sebagai orang percaya untuk ‘menyelamatkan mereka dari pakaian lama mereka dengan cara menunjukkan bahwa pakaian baru (baca: kehidupan baru) yang kita miliki bersama Kristus adalah Jalan Terbaik untuk meraih Kesempurnaan Hidup, yaitu: Kehidupan Kekal (ayat 21-23).

Pokok Diskusi
  1. Bacalah kembali ayat 24. Berdasarkan ayat ini, apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saya agar saya dapat tetap berjalan seturut dengan kehendak-Nya? (perhatikan kata ‘menjaga’ dan ‘membawa’)
  2. Bacalah juga ayat 22-23 kembali. Menurut Anda, apa yang dapat kita lakukan untuk bantu yang lain dalam mengalahkan ‘ketidaksempurnaan’ mereka dalam melakukan kehendak Tuhan? (kata kunci: ‘menyelamatkan dengan jalan merampas’ = ungkapan kerinduan agar semua orang bisa menikmati Jalan Keselamatan dari Tuhan; ‘bencilah pakaian mereka’ = sebab pada awalnya Tuhan menciptakan manusia itu baik adanya, serupa dan segambar dengan Allah)

Yudas 1:17-25 | Tak Sempurna

sedih
Pembukaan

Adalah sekumpulan anak-anak yang sedang bermain. Seorang anak berkata pada teman-temannya “Teman-teman, kemarin telur dari ayam peliharaanku menetas lho, tau gak .. ternyata setelah di lihat aku punya anak ayam kembar dari satu telur itu” ...”Ah, itu sih belum seberapa” kata yang seorang lagi “kamu tahu gak, beberapa hari yang lalu aku lihat ada anjing yang dikejar-kejar sama kucing gara-gara rebutan makanan” .... Semua teman lalu tertawa mendengar bualan 2 orang teman barusan.

Seorang bapak yang kebetulan berjana melewati mereka berkata kepada mereka “Ada apa sih kalian ribut-ribut gini?” ... “Oh, enggak om, itu ... kami lagi bikin lomba tentang siapa yang paling bisa buat cerita bohong paling hebat di antara kami sekarang ini”

“Kalian ini main yang enggak-enggak aja deh, kalian tau kan kalau bohong itu dosa ... contoh dong om ni, dari kecil sampai sekarang om itu gak pernah berkata bohong!”

Mendengar ucapan bapak itu, seorang anak lalu berkata kepada teman-temannya: “Teman-teman, kita semua kalah nih sama si om, cerita bohong dia lebih hebat dari pada cerita kita semua tadi”

Penjelasan Bahan dan Penerapan

Seperti gambaran dalam cerita tadi, setiap orang tidak dapat dipungkiri pastilah memiliki kelemahan-kelemahan yang bisa membuat dia jatuh ke dalam kesalahan atau hal-hal yang tidak di kehendaki oleh Allah. Kita ingin agar hidup dalam kebenaran, namun berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita mungkin saja membuat seseorang jatuh dalam ‘ketidakbenaran’. Itulah yang menyebabkan mengapa anak-anak tadi menyimpulkan bahwa si om itu yang menang kontes bohong, karena: masa sih dari kecil sampai jadi om-om gitu gak pernah bohong, gak mungkin!


Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini mau mengingatkan kepada setiap orang percaya bahwa perjuangan orang percaya adalah perjuangan menyingkirkan kecenderungan-kecenderungan manusia untuk ‘melawan Allah’. Perjuangan mengikis ketidaksempurnaan kita sebagai manusia dalam mengikuti kehendak Allah, menjadi manusia yang baru di dalam iman kepada Yesus.

Yudas menyebutkan mereka-mereka yang ‘kalah’ dalam melawan ketidak-sempurnaan dalam diri mereka: (ayat 18b-19) mereka yang tidak percaya, mereka yang jatuh dalam keinginan hawa nafsu semata, mereka yang hidup dengan menolak tuntunan Roh Tuhan!

Yudas mengingatkan kepada jemaat waktu dulu dan kepada kita semua hari ini, tetap waspada agar tidak tergoda untuk ‘kembali ke manusia lama – kehidupan lama”. Justru sebaliknya, dengan menyatakan hidup bersama-sama Yesus, kita semua memiliki dasar yang baru untuk membangun kehidupan kita yang baru pula (ayat 20). Dan yang sama pentingnya juga adalah kita memiliki tugas sebagai orang percaya untuk ‘menyelamatkan mereka dari pakaian lama mereka dengan cara menunjukkan bahwa pakaian baru (baca: kehidupan baru) yang kita miliki bersama Kristus adalah Jalan Terbaik untuk meraih Kesempurnaan Hidup, yaitu: Kehidupan Kekal (ayat 21-23).

Pokok Diskusi
  1. Bacalah kembali ayat 24. Berdasarkan ayat ini, apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup saya agar saya dapat tetap berjalan seturut dengan kehendak-Nya? (perhatikan kata ‘menjaga’ dan ‘membawa’)
  2. Bacalah juga ayat 22-23 kembali. Menurut Anda, apa yang dapat kita lakukan untuk bantu yang lain dalam mengalahkan ‘ketidaksempurnaan’ mereka dalam melakukan kehendak Tuhan? (kata kunci: ‘menyelamatkan dengan jalan merampas’ = ungkapan kerinduan agar semua orang bisa menikmati Jalan Keselamatan dari Tuhan; ‘bencilah pakaian mereka’ = sebab pada awalnya Tuhan menciptakan manusia itu baik adanya, serupa dan segambar dengan Allah)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER