Yohanes 3:16-17 | Demonstrasi Kasih Allah - Pdt. Gerry Atje
kasih allah
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:16-17)

I. PEMBUKAAN

Ada seorang kakek tua yang memelihara dua ekor ayam di halaman rumahnya. Suatu ketika, kakek tua itu melihat dua ayamnya berkelahi saling mematok satu dengan yang lain. Tak ingin ayamnya terluka karena perkelahian mereka itu, maka ia berteriak “hus .. hus .. hus ..” supaya ayam itu tidak lagi berkelahi. Tapi teriakan itu seakan tak ada artinya karena ayam itu tetap berkelahi.

Dia ambil batu bermasud untuk melempar batu itu supaya ayam berhenti berkelahi: “bagaimana jika karena batu ini justru ada ayam yang luka?” Akhirnya, dia mendekati ayam-ayam itu, dan berusaha memisahkan mereka ... tapi apa yang terjadi: salah satu ayam mematok tangannya”

Dengan nada sedikit kesal lalu ia berkata: “maunya apa si ni ayam, semuanya dah dilakuin buat misahin kok gak mau ... gak tau apa kalo mereka berantem kayak gini mereka bisa sama-sama celaka ... Ah, seandainya aku sekarang bisa jadi ayam .. mungkin aku bisa misahin mereka dari perkelahian ini”

Ah .. pasti anda becanda kasih cerita kayak gitu: mana ada orang yang mau jadi ayam hanya untuk misahin ayamnya yang berkelahi hahahhaa :D

II. PENJELASAN BAHAN

Eits, tunggu dulu ... kalo anda berpikir bahwa cerita tadi tidak mungkin terjadi ... coba lihat apa yang terjadi dalam pembacaan alkitab kita hari ini. Allah yang turun ke dunia dalam rupa manusia!

Mari kita membayangkan tentang hal ini sejenak: Jika Allah turun ke dunia dalam rupa manusia ... itu berarti seperti ... meninggalkan segala kenyamanan sorgawi menuju ketidaknyamanan hidup di dunia.

Pertanyaan pentingnya: mengapa Dia melakukan itu semua? Dua ayat yang menjadi bahan perenungan kita menjadi jawabannya.


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia

Masih belum terjawab pertanyaan mengapa tadi? Coba saja renungkan hal ini. Cek di Perjanjian Lama: Semenjak masa manusia diciptakan oleh Allah, rasanya Allah telah melakukan segalanya untuk membawa manusia pada jalan keselamatan dan menjaga manusia tetap berada dalam jalan itu. Tapi apa yang terjadi ... mereka menyimpang! Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah tindakan yang bisa mencelakai diri mereka sendiri!

Telah banyak orang yang dipakai sebagai perpanjangan tangan-Nya menyampaikan perkataan dan kehendak-Nya .. tapi tak perlu waktu lama untuk mereka berbalik lagi ke jalan yang jahat.

“Apalagi yang harus Aku lakukan untuk kamu? Untuk mengatakan bahwa aku melakukan itu semua adalah karena Aku mengasihi-Mu?” mungkinkah Allah berpikir demikian ... dan tiba-tiba: “Aha!! Aku punya ide besar!! Kalau selama ini para utusan-Ku tidak didengar ... maka sekarang Aku yang akan turun ke dunia melakukan misi penyelamatan bagimu!!”

Ide besar dengan resiko besar pula (bagaimana bila mereka tidak menyadari bahwa yang ada di balik tubuh fana manusia itu adalah Engkau, sang pemilik hidup itu sendiri?)

III. BUKTIKAN ...

Itulah demonstrasi kasih Allah yang ditunjukkan-Nya bagi kita hanya untuk bahwa ... Dia teramat sangat mengasihi kita sehingga Dia rela melakukan hal itu supaya kita tidak lagi berada di jalan yang menuju kebinasaan!!!

Kabar baik bagi kita yang masih bertanya-tanya “Apakah Allah memang betul mengasihi kehidupanku sekarang yang kayak gini ini??” adalah “Ya! Allah sungguh mengasihi kehidupan kita!!” Allah menunjukkan kasih itu kepada kita, Allah membuktikan kasih itu kepada kita, Allah mendemonstrasikan kasih-Nya kepada kita melalui peristiwa kehadiran-Nya di dunia dalam rupa manusia!!

Pokok Diskusi
Allah telah mendemonstrasikan kasih-Nya kepada kita! Bagaimana kita bisa menunjukkan kembali ungkapan syukur kita dan terima kasih kita kepada Allah di masa kini?

Yohanes 3:16-17 | Demonstrasi Kasih Allah

kasih allah
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:16-17)

I. PEMBUKAAN

Ada seorang kakek tua yang memelihara dua ekor ayam di halaman rumahnya. Suatu ketika, kakek tua itu melihat dua ayamnya berkelahi saling mematok satu dengan yang lain. Tak ingin ayamnya terluka karena perkelahian mereka itu, maka ia berteriak “hus .. hus .. hus ..” supaya ayam itu tidak lagi berkelahi. Tapi teriakan itu seakan tak ada artinya karena ayam itu tetap berkelahi.

Dia ambil batu bermasud untuk melempar batu itu supaya ayam berhenti berkelahi: “bagaimana jika karena batu ini justru ada ayam yang luka?” Akhirnya, dia mendekati ayam-ayam itu, dan berusaha memisahkan mereka ... tapi apa yang terjadi: salah satu ayam mematok tangannya”

Dengan nada sedikit kesal lalu ia berkata: “maunya apa si ni ayam, semuanya dah dilakuin buat misahin kok gak mau ... gak tau apa kalo mereka berantem kayak gini mereka bisa sama-sama celaka ... Ah, seandainya aku sekarang bisa jadi ayam .. mungkin aku bisa misahin mereka dari perkelahian ini”

Ah .. pasti anda becanda kasih cerita kayak gitu: mana ada orang yang mau jadi ayam hanya untuk misahin ayamnya yang berkelahi hahahhaa :D

II. PENJELASAN BAHAN

Eits, tunggu dulu ... kalo anda berpikir bahwa cerita tadi tidak mungkin terjadi ... coba lihat apa yang terjadi dalam pembacaan alkitab kita hari ini. Allah yang turun ke dunia dalam rupa manusia!

Mari kita membayangkan tentang hal ini sejenak: Jika Allah turun ke dunia dalam rupa manusia ... itu berarti seperti ... meninggalkan segala kenyamanan sorgawi menuju ketidaknyamanan hidup di dunia.

Pertanyaan pentingnya: mengapa Dia melakukan itu semua? Dua ayat yang menjadi bahan perenungan kita menjadi jawabannya.


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia

Masih belum terjawab pertanyaan mengapa tadi? Coba saja renungkan hal ini. Cek di Perjanjian Lama: Semenjak masa manusia diciptakan oleh Allah, rasanya Allah telah melakukan segalanya untuk membawa manusia pada jalan keselamatan dan menjaga manusia tetap berada dalam jalan itu. Tapi apa yang terjadi ... mereka menyimpang! Mereka tidak menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah tindakan yang bisa mencelakai diri mereka sendiri!

Telah banyak orang yang dipakai sebagai perpanjangan tangan-Nya menyampaikan perkataan dan kehendak-Nya .. tapi tak perlu waktu lama untuk mereka berbalik lagi ke jalan yang jahat.

“Apalagi yang harus Aku lakukan untuk kamu? Untuk mengatakan bahwa aku melakukan itu semua adalah karena Aku mengasihi-Mu?” mungkinkah Allah berpikir demikian ... dan tiba-tiba: “Aha!! Aku punya ide besar!! Kalau selama ini para utusan-Ku tidak didengar ... maka sekarang Aku yang akan turun ke dunia melakukan misi penyelamatan bagimu!!”

Ide besar dengan resiko besar pula (bagaimana bila mereka tidak menyadari bahwa yang ada di balik tubuh fana manusia itu adalah Engkau, sang pemilik hidup itu sendiri?)

III. BUKTIKAN ...

Itulah demonstrasi kasih Allah yang ditunjukkan-Nya bagi kita hanya untuk bahwa ... Dia teramat sangat mengasihi kita sehingga Dia rela melakukan hal itu supaya kita tidak lagi berada di jalan yang menuju kebinasaan!!!

Kabar baik bagi kita yang masih bertanya-tanya “Apakah Allah memang betul mengasihi kehidupanku sekarang yang kayak gini ini??” adalah “Ya! Allah sungguh mengasihi kehidupan kita!!” Allah menunjukkan kasih itu kepada kita, Allah membuktikan kasih itu kepada kita, Allah mendemonstrasikan kasih-Nya kepada kita melalui peristiwa kehadiran-Nya di dunia dalam rupa manusia!!

Pokok Diskusi
Allah telah mendemonstrasikan kasih-Nya kepada kita! Bagaimana kita bisa menunjukkan kembali ungkapan syukur kita dan terima kasih kita kepada Allah di masa kini?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email