Yohanes 2:13-25 | Bukan Yesus yang Aku Kenal - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Bukan Yesus yang Aku Kenal
Yohanes 2:13-25


Wow ... bukankah teks perikop kita hari ini sangat mengejutkan kita?!?! Kalau yang selama ini yang kita bayangkan tentang Yesus itu: baik, manis, imut, penyayang, penyabar, gak pernah marah ... kita pasti akan 'terperangah' (baca: sakit hati) melihat tindakan Yesus pada waktu itu!

Seandainya bapak, ibu atau saya ada di sana waktu itu bersama-sama dengan mereka yang sudah kenal Yesus ... - memang dalam perikop kita tidak terlalu terasa nuansanya, tapi coba lihat perikop paralelnya di Matius 21 atau Lukas 19 ... lihat perbedaannya? Matius dan Lukas menceritakan kisah ini di bagian-bagian akhir karya Yesus di dunia. Itu artinya, pasti banyak orang yang sudah tahu persis bagaimana pengajaran Yesus - Bayangkan apa yang ada dalam pikiran orang dan kita ... seandainya kita ada di sana dan melihat kejadian itu???

"Kok, kayaknya bukan seperti Yesus yang aku kenal selama ini ya???"

Kalau sudah begitu, pertanyaan pentingnya buat kita sekarang adalah:
Bagaimana kita memaknai Firman Tuhan hari ini untuk hidup kita sekarang? Sebab pasti ada sesuatu yang Tuhan mau katakan dan nyatakan dalam firman-Nya hari ini ...

Ada beberapa hal yang mau kita renungkan hari ini:

1) Ayat 14-16
"Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya."

Sebenarnya sih kita gak usah terlalu heran juga kalau kita melihat Tuhan marah ... Bukankah dalam Perjanjian Lama kita juga sering melihat Allah yang menyatakan kemarahan-Nya kepada umat percaya. Yang harus kita cari tahu adalah kenapa Allah bisa marah??

Yesus marah dalam teks kita hari ini punya alasan. Bukan hanya karena Bait Allah dijadikan tempat jualan - okelah bisa dipahami bila memang dulu orang Yahudi harus tukerin uang yang ada gambar kaisarnya (karena gak boleh di dewain) - tapi jadi kelewat batas jika ternyata justru situasi seperti itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu buat cari untung gede!!

Untung buat mereka, buntungnya buat orang-orang yang diperlakukan tidak adil, diperas, dan yang lebih ngenesin lagi adalah kebanyakan orang gak bisa ngelakuin apa-apa ... gak punya daya apa-apa untuk melakukan sesuatu!! Dekingan penjual itu 'orang tinggi' soalnya ...

Kalau begitu kenyataannya, bukankah tindakan Yesus saat itu adalah kabar baik bagi kita: Sewaktu kita merasa tidak berdaya, gak punya kuasa untuk melawan ketidakadilan dan penindasan yang terjadi:
Tuhan tidak tinggal diam, Dia berbuat sesuatu, Dia menunjukkan solidaritas dan pembelaan-Nya kepada orang-orang yang tidak berdaya ini

"Iya Tuhan ... tapi kapan? Sudah berulangkali aku diperlakukan seperti ini ... gak adil .. diperas ... ditindas ...!!"

Pengalaman teks kita membuktikan satu hal:
mereka menanti pembelaan hingga akhirnya pembelaan itu datang, dari Tuhan.

2) ayat 19
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Dalam teks kita jelas Yesus sedang merombak dan menyucikan bait Allah. Akan tetapi ketika Yesus bicara tentang Bait Allah yang akan dirombak dan dalam 3 hari Dia akan membangunnya kembali ... Ternyata semua orang ngeuh-nya Yesus berbicara tentang Bait Allah secara harafiah (Gedung Bait Allah waktu itu yang dipikir oleh mereka sebentar lagi dirombak)

Padahal, yang Yesus maksud tentang Bait Allah yang akan dirombak dan dibangun kembali dalam 3 hari adalah diri, kehidupan ... diri dan kehidupan-Nya ...

Ini dia kabar baiknya:
Tuhan menjanjikan kehidupan baru, kehidupan yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan untuk itu Dia butuh merombak hidup kita!

Dirombak sampai ke dasar kalau perlu! Dan uniknya, biasanya semakin besar perombakan yang dilakukan oleh Tuhan dalam membongkar dan membangun kembali kehidupan kita ... bisa jadi itulah cara Tuhan untuk membangun bangunan kehidupan yang lebih mantab .. yang lebih kuat lagi untuk kita ... Ibarat anak sekolah ... naik kelas dari kelas 6 SD ke 1 SMP ...

Syaratnya satu: Kita semua bersedia dan setuju dengan cara Dia merombak kehidupan kita ... Menyakitkan? Pastinya ... Pontang-panting membangun kembali kehidupan? Jelas! ... Akan tetapi hasilnya? Ah ... kita tahulah hasilnya bagaimana bila kita menyerahkan bangunan kehidupan kita pada Tukang Bangunan Yang Agung itu.

Yohanes 2:13-25 | Bukan Yesus yang Aku Kenal

Bukan Yesus yang Aku Kenal
Yohanes 2:13-25


Wow ... bukankah teks perikop kita hari ini sangat mengejutkan kita?!?! Kalau yang selama ini yang kita bayangkan tentang Yesus itu: baik, manis, imut, penyayang, penyabar, gak pernah marah ... kita pasti akan 'terperangah' (baca: sakit hati) melihat tindakan Yesus pada waktu itu!

Seandainya bapak, ibu atau saya ada di sana waktu itu bersama-sama dengan mereka yang sudah kenal Yesus ... - memang dalam perikop kita tidak terlalu terasa nuansanya, tapi coba lihat perikop paralelnya di Matius 21 atau Lukas 19 ... lihat perbedaannya? Matius dan Lukas menceritakan kisah ini di bagian-bagian akhir karya Yesus di dunia. Itu artinya, pasti banyak orang yang sudah tahu persis bagaimana pengajaran Yesus - Bayangkan apa yang ada dalam pikiran orang dan kita ... seandainya kita ada di sana dan melihat kejadian itu???

"Kok, kayaknya bukan seperti Yesus yang aku kenal selama ini ya???"

Kalau sudah begitu, pertanyaan pentingnya buat kita sekarang adalah:
Bagaimana kita memaknai Firman Tuhan hari ini untuk hidup kita sekarang? Sebab pasti ada sesuatu yang Tuhan mau katakan dan nyatakan dalam firman-Nya hari ini ...

Ada beberapa hal yang mau kita renungkan hari ini:

1) Ayat 14-16
"Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya."

Sebenarnya sih kita gak usah terlalu heran juga kalau kita melihat Tuhan marah ... Bukankah dalam Perjanjian Lama kita juga sering melihat Allah yang menyatakan kemarahan-Nya kepada umat percaya. Yang harus kita cari tahu adalah kenapa Allah bisa marah??

Yesus marah dalam teks kita hari ini punya alasan. Bukan hanya karena Bait Allah dijadikan tempat jualan - okelah bisa dipahami bila memang dulu orang Yahudi harus tukerin uang yang ada gambar kaisarnya (karena gak boleh di dewain) - tapi jadi kelewat batas jika ternyata justru situasi seperti itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu buat cari untung gede!!

Untung buat mereka, buntungnya buat orang-orang yang diperlakukan tidak adil, diperas, dan yang lebih ngenesin lagi adalah kebanyakan orang gak bisa ngelakuin apa-apa ... gak punya daya apa-apa untuk melakukan sesuatu!! Dekingan penjual itu 'orang tinggi' soalnya ...

Kalau begitu kenyataannya, bukankah tindakan Yesus saat itu adalah kabar baik bagi kita: Sewaktu kita merasa tidak berdaya, gak punya kuasa untuk melawan ketidakadilan dan penindasan yang terjadi:
Tuhan tidak tinggal diam, Dia berbuat sesuatu, Dia menunjukkan solidaritas dan pembelaan-Nya kepada orang-orang yang tidak berdaya ini

"Iya Tuhan ... tapi kapan? Sudah berulangkali aku diperlakukan seperti ini ... gak adil .. diperas ... ditindas ...!!"

Pengalaman teks kita membuktikan satu hal:
mereka menanti pembelaan hingga akhirnya pembelaan itu datang, dari Tuhan.

2) ayat 19
Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."

Dalam teks kita jelas Yesus sedang merombak dan menyucikan bait Allah. Akan tetapi ketika Yesus bicara tentang Bait Allah yang akan dirombak dan dalam 3 hari Dia akan membangunnya kembali ... Ternyata semua orang ngeuh-nya Yesus berbicara tentang Bait Allah secara harafiah (Gedung Bait Allah waktu itu yang dipikir oleh mereka sebentar lagi dirombak)

Padahal, yang Yesus maksud tentang Bait Allah yang akan dirombak dan dibangun kembali dalam 3 hari adalah diri, kehidupan ... diri dan kehidupan-Nya ...

Ini dia kabar baiknya:
Tuhan menjanjikan kehidupan baru, kehidupan yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan untuk itu Dia butuh merombak hidup kita!

Dirombak sampai ke dasar kalau perlu! Dan uniknya, biasanya semakin besar perombakan yang dilakukan oleh Tuhan dalam membongkar dan membangun kembali kehidupan kita ... bisa jadi itulah cara Tuhan untuk membangun bangunan kehidupan yang lebih mantab .. yang lebih kuat lagi untuk kita ... Ibarat anak sekolah ... naik kelas dari kelas 6 SD ke 1 SMP ...

Syaratnya satu: Kita semua bersedia dan setuju dengan cara Dia merombak kehidupan kita ... Menyakitkan? Pastinya ... Pontang-panting membangun kembali kehidupan? Jelas! ... Akan tetapi hasilnya? Ah ... kita tahulah hasilnya bagaimana bila kita menyerahkan bangunan kehidupan kita pada Tukang Bangunan Yang Agung itu.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER