Yohanes 15:1-3 | Bersedia Dibersihkan! - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Yohanes 15:1-3 | Bersedia Dibersihkan!

Bersedia Dibersihkan!
Yohanes 15:1-3

I. Pembukaan

Salah satu ciri pertumbuhan iman yang sehat adalah kesediaan untuk dibersihkan. Dibersihkan? Ibarat tanaman, tidak cukup ranting hanya menempel kepada batang saja, tidak cukup pula hanya mengandalkan banyaknya pasokan ‘makanan’ yang dapat diserap pohon itu. Sekarang bandingkan dengan kehidupan orang percaya: Ada banyak orang percaya yangg sekalipun rajin bersekutu, rajin mendengar firman, berdoa, tapi ternyata kehidupannya tidak bisa menghasilkan buah.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal semuanya sudah ok. Tunggu dulu, lihat dulu, jangan-jangan ada hal-hal yang menggangunya untuk dapat menghasilkan buah itu. Seperti tanaman yang harus dibersihkan dari tanaman lain yang merugikan dan hewan pengganggu lainnya sehingga menghambat proses pertumbuhannya, hidup orang percaya pun harus memiliki kesediaan untuk senantiasa mengalami pembersihan dari Sang Pemilik-nya.

II. Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, Yesus sudah mengingatkan kita semua bahwa apabila Dia melihat “ranting-Nya” itu tidak berbuah, maka ranting itu akan dibuang-Nya. Akan tetapi, “ranting-Nya” yang berbuah, akan selalu dibersihkannya agar lebih banyak berbuah.

Dalam teks kita, ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan dua tindakan dalam proses pembersihan: ‘dipotong’ (airo) dan ‘dibersihkan’ (kathairo). Dalam tanaman anggur tidak semua ranting akan berbuah, tapi ranting yang tidak berbuah itupun ternyata menyerap makanan yang seharusnya dapat diterima oleh ranting yang berbuah, makanya ranting itu harus dipotong.

Kedua, membersihkan ranting yang berbuah. Apa yang dibersihkan? Ternyata yang dibersihkan adalah daun-daunnya (bnd. Terjemahan BIS: dan setiap cabang yang berbuah dikurangi daunnya dan dibersihkan-Nya’). Hal ini perlu dilakukan bagi para petani anggur waktu itu karena dengan memangkas daun-daun anggur mereka agar cadangan makanan dapat tersalurkan langsung kepada buahnya dan untuk mengurangi proses penguapan – karena anggur yang baik justru tumbuh di daerah yang tidak terlalu berlimpah air, jika terlalu banyak air maka anggur yang dihasilkan tidak lagi manis sekalipun berbuah lebat. Oleh sebab itulah untuk menjaga kadar air supaya tetap stabil perlu dilakukan pemangkasan daun agar memperoleh hasil buah yang optimal.

III. Penerapan Bahan

Melalui firman Tuhan ini, sebagai orang percaya kita diajak untuk mampu menjadi ranting yang dapat menghasilkan buah secara optimal. Dalam arti dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang dan membawakan dampak positif bagi kehidupan orang lain.

Memang, proses pembersihan itu sendiri tidaklah mudah, bahkan mungkin menyakitkan karena kita harus mengalami “pemotongan-pemotongan ranting” atau “pemangkasan-pemangkasan daun” yang bisa menghambat kita menghasilkan buah. Akan tetapi, hal itu adalah harga yang harus dibayar oleh setiap kita supaya kita tetap dapat menghasilkan buah-buah yang lebat dan manis yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

Pokok Diskusi
  1. Kira-kira hal apa saja yang menyebabkan kehidupan kita sebagai orang percaya mengalami pasang surut? Kadang berbuah yang manis, kadang berbuah tapi pahit, atau malah kadang tidak berbuah sama sekali?
  2. Jika demikian, apa saja yang perlu dibersihkan atau dipangkas dari diri orang percaya agar kehidupan kita dapat menghasilkan buah yang lebat dan manis itu?
  3. Pernahkah kita mengalami bahwa ternyata proses pembersihan itu menyakitkan?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER