Ulangan 28:1-14 | Hidup Diberkati dan Menjadi Berkat - Pdt. Gerry Atje
diberkati
Hidup Diberkati & Menjadi Berkat
Ulangan 28:1-14

I. Pembukaan

Membaca perikop kita hari ini, ada satu pertanyaan yang menarik untuk kita renungkan bersama saat ini: Mengapa kok di perikop kita, janji berkat Tuhan itu diawali dengan pernyataan Allah bahwa “ … maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau diatas segala bangsa di bumi” (ayat 1) kepada bangsa Israel?
ada yang mau berpendapat tentang hal ini?

Kita ambil pemisalan, bukankah akan terdengar lebih mantabs jika Allah, misalnya, membuka janji berkat-Nya itu dengan mengingatkan bahwa: “Tuhan akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu .. “ (ayat 9)??
Ini hanya sekadar pemikiran saja, tentang mengapa Allah mengingatkan bahwa Dia akan mengangkat bangsa Israel pada waktu itu diatas segala bangsa à karena hal itulah yang paling tidak dirasakan oleh bangsa Israel pada saat itu!

Bagaimana bisa harkat dan martabat bangsa Israel terangkat diatas bangsa-bangsa lain pada waktu itu, sedangkan Israel sendiri pada waktu itu tidak memiliki tanah sebagai salah satu identitas keberadaan sebuah bangsa! (lihat Ulangan 1:1 Israel pada waktu itu masih di padang gurun).

Bila kita mau menarik jauh ke depan tentang kehidupan bangsa Israel, tentu kita masih ingat ketika tembok Yerusalem hancur di zaman Nehemia, bagaimana bangsa-bangsa lain dengan mudahnya mengolok-olok Israel karena tembok yang hancur itu. Itu baru masalah tembok!
Nah yang ini masalahnya lebih parah … mereka gak punya tanah dulu! … bagaimana mereka bisa melihat bahwa bangsa mereka diangkat atau sejajar dengan bangsa-bangsa lain bila mereka tidak mempunyai tanah!

Bayangkan jika dalam perjalanan di padang gurun itu bangsa Israel bertemu dengan sekelompok orang yang kemudian bertanya: “apa nama bangsa mu ini?” – “Israel” ---“Hmm, dimana letak daerah dan kota tempat kalian tinggal?” – “??????

II. Penjelasan & Penerapan Bahan

Bukankah masalah utama kita dalam mengaminkan tema kita hari ini: “Hidup Diberkati dan Menjadi Berkat” adalah sewaktu dalam diri kita mulai muncul pertanyaan-pertanyaan atau anggapan-anggapan bahwa “ternyata hidup saya ini belum diberkati oleh Tuhan, kalau hidup saya aja belum diberkati oleh Tuhan bagaimana saya bisa menjadi berkat bagi orang lain??”

Perikop kita hari ini mau mengajak kita Untuk merenungkan beberapa hal:
1. Satu berkat yang mungkin sampai saat ini masih kita nantikan dan belum hadir dalam hidup kita, bukan berarti Allah tidak memberkati hidup kita!
Mulai ayatnya yang ke-3 hingga ayatnya yang ke-12, seakan-akan Allah berbicara tentang berkat-berkat-Nya yang telah dinyatakan kepada Israel disepanjang hidup mereka, minimal di sepanjang perjalanan di padang gurun waktu itu: bagaimana Allah menyertai, membawa Israel menuju kemenangan, membuka jalan, menyediakan makan ‘dari langit’ dan minuman, menjagai anak-cucu mereka.

Bukankah kita juga seringkali menjadi kuatir dan kemudian merasa bahwa hidup ini tak diberkati karena satu hal itu belum digenapi oleh Tuhan, dan membuat kita melupakan tentang karya-karya-Nya yang besar yang telah Tuhan jadikan di dalam hidup kita.
2. Allah akan memberkati hidup kita, syaratnya …
Ada satu dosen saya yang pernah bilang begini: “kata siapa kasih Allah itu tak bersyarat … perhatikan yang benar Alkitab mu itu nak!”

Sekarang saya sedang memperhatikan Alkitab saya dan saya pun menemukan syarat dari Tuhan:
  • Jika engkau mendengarkan suara Tuhan (ayat 2b)
  • Jika engkau berpegang pada perintah Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya (ayat 9c)
  • Jika engkau tetap menaruh percayamu kepada-Ku (ayat 14)

Ulangan 28:1-14 | Hidup Diberkati dan Menjadi Berkat

diberkati
Hidup Diberkati & Menjadi Berkat
Ulangan 28:1-14

I. Pembukaan

Membaca perikop kita hari ini, ada satu pertanyaan yang menarik untuk kita renungkan bersama saat ini: Mengapa kok di perikop kita, janji berkat Tuhan itu diawali dengan pernyataan Allah bahwa “ … maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau diatas segala bangsa di bumi” (ayat 1) kepada bangsa Israel?
ada yang mau berpendapat tentang hal ini?

Kita ambil pemisalan, bukankah akan terdengar lebih mantabs jika Allah, misalnya, membuka janji berkat-Nya itu dengan mengingatkan bahwa: “Tuhan akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu .. “ (ayat 9)??
Ini hanya sekadar pemikiran saja, tentang mengapa Allah mengingatkan bahwa Dia akan mengangkat bangsa Israel pada waktu itu diatas segala bangsa à karena hal itulah yang paling tidak dirasakan oleh bangsa Israel pada saat itu!

Bagaimana bisa harkat dan martabat bangsa Israel terangkat diatas bangsa-bangsa lain pada waktu itu, sedangkan Israel sendiri pada waktu itu tidak memiliki tanah sebagai salah satu identitas keberadaan sebuah bangsa! (lihat Ulangan 1:1 Israel pada waktu itu masih di padang gurun).

Bila kita mau menarik jauh ke depan tentang kehidupan bangsa Israel, tentu kita masih ingat ketika tembok Yerusalem hancur di zaman Nehemia, bagaimana bangsa-bangsa lain dengan mudahnya mengolok-olok Israel karena tembok yang hancur itu. Itu baru masalah tembok!
Nah yang ini masalahnya lebih parah … mereka gak punya tanah dulu! … bagaimana mereka bisa melihat bahwa bangsa mereka diangkat atau sejajar dengan bangsa-bangsa lain bila mereka tidak mempunyai tanah!

Bayangkan jika dalam perjalanan di padang gurun itu bangsa Israel bertemu dengan sekelompok orang yang kemudian bertanya: “apa nama bangsa mu ini?” – “Israel” ---“Hmm, dimana letak daerah dan kota tempat kalian tinggal?” – “??????

II. Penjelasan & Penerapan Bahan

Bukankah masalah utama kita dalam mengaminkan tema kita hari ini: “Hidup Diberkati dan Menjadi Berkat” adalah sewaktu dalam diri kita mulai muncul pertanyaan-pertanyaan atau anggapan-anggapan bahwa “ternyata hidup saya ini belum diberkati oleh Tuhan, kalau hidup saya aja belum diberkati oleh Tuhan bagaimana saya bisa menjadi berkat bagi orang lain??”

Perikop kita hari ini mau mengajak kita Untuk merenungkan beberapa hal:
1. Satu berkat yang mungkin sampai saat ini masih kita nantikan dan belum hadir dalam hidup kita, bukan berarti Allah tidak memberkati hidup kita!
Mulai ayatnya yang ke-3 hingga ayatnya yang ke-12, seakan-akan Allah berbicara tentang berkat-berkat-Nya yang telah dinyatakan kepada Israel disepanjang hidup mereka, minimal di sepanjang perjalanan di padang gurun waktu itu: bagaimana Allah menyertai, membawa Israel menuju kemenangan, membuka jalan, menyediakan makan ‘dari langit’ dan minuman, menjagai anak-cucu mereka.

Bukankah kita juga seringkali menjadi kuatir dan kemudian merasa bahwa hidup ini tak diberkati karena satu hal itu belum digenapi oleh Tuhan, dan membuat kita melupakan tentang karya-karya-Nya yang besar yang telah Tuhan jadikan di dalam hidup kita.
2. Allah akan memberkati hidup kita, syaratnya …
Ada satu dosen saya yang pernah bilang begini: “kata siapa kasih Allah itu tak bersyarat … perhatikan yang benar Alkitab mu itu nak!”

Sekarang saya sedang memperhatikan Alkitab saya dan saya pun menemukan syarat dari Tuhan:
  • Jika engkau mendengarkan suara Tuhan (ayat 2b)
  • Jika engkau berpegang pada perintah Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya (ayat 9c)
  • Jika engkau tetap menaruh percayamu kepada-Ku (ayat 14)

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email