Roma 5:1-5 | Berjumpa dengan Dia di suatu Jalan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

berjumpa dengan yesus
Hasil pembenaran
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
BERJUMPA DENGAN DIA DI SUATU JALAN — Suatu hari ada seorang anak muda yang datang berkunjung ke rumah pendetanya. Dia datang berkunjung dengan tujuan minta di doakan: “Pak pendeta … tolonglah saya ini didoakan pak … tolong doakan saya supaya jadi orang yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih tegar, lebih sabar … lebih dewasa secara rohani dalam menghadapi kehidupan saya pak”.

Maka pak pendeta pun mengajak anak muda itu berdoa: “Tuhan, kirimkanlah penderitaan kepada anak kami ini di pagi hari, kirimkanlah penderitaan kepadanya di siang hari, kirimkanlah … “ Sampai di situ anak muda tadi segera memotong: “bapak yang bener aja … orang saya minta supaya saya jadi orang yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih tegar, lebih sabar … lebih dewasa secara rohani dalam menghadapi kehidupan saya pak … kok malah didoain supaya menderita … bapak gimana sih?” Pendeta: “Nah itu dia masalahnya anak muda, justru melalui penderitaanlah Tuhan akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta tadi!”

Mungkin kalo kita ada di posisi anak muda itu, kita sama ‘gak ngertinya dengan dia mendengar penjelasan pendeta itu: “Emang apa susahnya sih buat Tuhan ngasih langsung aja tuh semua permintaan tadi … ‘gak perlu ada embel-embel mesti lewat jalan penderitaanlah, sengsaralah dulu? Benerkan ya … “ Akan tetapi, ada satu hal yang biasanya terlupakan … bahwa yang namanya penderitaan, sejak kita hadir ke dunia ini … sampai nanti di ujung usia kita … yang namanya penderitaan bener-bener ‘gak bisa kita hindarin.

Baca Juga: Roma 5:1-5 | Jawaban

Hari ini ada sesuatu yang mau kita renungkan bersama tentang apa kata Dia mengenai penderitaan itu? Ada sesuatu yang luar biasa yang diyakini oleh kita orang percaya ketika kita berhadapan dengan sebuah penderitaan.

Dalam Roma 5:2-3, Dia berbicara tentang satu hal yang tidak biasa. Yang biasa terjadi ketika seseorang menderita adalah: dia akan bersedih, dia akan menangis, dia akan meratapi penderitaannya … Tapi, kali ini Dia justru berkata: BERMEGAHLAH [bersukacitalah] DALAM PENDERITAAN!”

Tentu tidak semudah itu mengaminkan apa yang Dia katakan kali ini, tidak juga membantu meski kita pernah mendengar cerita bahwa ada kerang yang marah karena tubuhnya kemasukan sebuah batu kecil yang membuat dia kesakitan dan di kemudian hari ternyata Dia mengubahkan batu dalam tubuh kerang itu menjadi sebuah mutiara … Tapi yang jelas … ada sesuatu yang membuat kerang itu bertahan dalam penderitaannya dan tetap melanjutkan kehidupannya, sampai akhirnya: ‘dia bertemu dengan kemuliaan-Nya (ayat 2)’

Saya mau mengajak kita untuk bersama-sama membayangkanbahwa kita sedang berjalan menuju ke suatu tempat … Ada sebuah jalan panjang terhampar di depan kita. Dan di dekat kita terpampang sebuah gapura bertuliskan: “SELAMAT DATANG DI JL. PENDERITAAN”.

Kamu siap?” tanya Dia. “mang gak ada jalan lain nih, kenapa coba harus lewat jalan itu?” tanya kita. Lalu Dia menjawab: “Setiap jalan memiliki penderitaannya masing-masing”. Lalu kita pun memutuskan untuk berjalan memasuki jalan itu … dan benar saja, di sana-sini ada begitu banyak hal yang bisa membuat kita menderita:

- Kita berduka sangat ketika kita kehilangan seseorang yang kita kasihi
- Kita kecewa dengan hal-hal yang masih belum terpenuhi
- Kita kebingungan mikirin uang sekolahnya anak-anak
- Bahkan ada banyak orang yang kebingungan ‘uang dari mana untuk makan besok?’

Kemarin saya ketemu dengan seseorang. Malam-malam, mau ketemu dengan seorang sahabat di rumahnya … saya naik angkot, saya duduk di depan. Agak sedikit kebingungan melihat penampilan bapak pengemudi angkot di sebelah saya ini: pakaian rapi, kemeja lengan panjang, bersepatu, celana bahan … dan ada tas laptop di sampingnya. “Ini tas bapak?” tanya saya. “Iya”. “Setiap hari bawa tas ini? Memang bapak dari mana? – “Oh tadi jam 5 saya pulang kantor” [sangat terkejut] “bapak kerja di mana? Kerja di bidang apa? – “saya kerja di bidang kontraktor, di daerah rawamangun”. Saking takjubnya saya sama bapak ini, hampir-hampir saya lupa bayar tuh ongkos angkot.

Jangan-jangan … inilah yang dinamakan oleh Dia tentang Penderitaan menimbulkan ketekunan! Gimana gak tekun ni bapak: kerja apa aja dia lakuin! Gak pake gengsi-gengsian – apa yang bisa dia kerjain … hajar! Hari itu saya benar-benar belajar tentang ketekunan dalam melewati Jl. Penderitaan melalui perjumpaan dengan bapak tadi.

Masih terus berjalan di Jl. Penderitaan … tiba-tiba Dia menunjukkan sesuatu kepada kita. Sebuah buku. Good News Bible. “Alkitab berbahasa Inggris?” – Dia menyahut: “Iya baca ayat 4” – “tapi bahasa inggris saya jelek … bahasa inggrisnya belum cukup nih …” – “banyak ngeluh, gak tekun … buka atuh kamus bahasa Inggrisnya!

Good News Bible (GNB) – Romans 5:4
endurance brings God's approval, and his approval creates hope.

Alkitab TB LAI – Roma 5:4
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dalam bahasa Yunani, kata ‘tahan uji’ diterjemahkan dari kata: δοκιμή (dokime) yang artinya secara harafiah: ‘persetujuan, menyetujui, disetujui’ … dan oleh Alkitab GNB ayat 3 diterjemahkan dalam bahasa Indonesia …

Ketekunan (endurance: ketahanan) membawa persetujuan Dia, dan oleh karena hal itu disetujui oleh Dia, maka hadirlah pengharapan (kita).

Apanya yang disetujui atau mendapat persetujuan Dia? Ingat pengalaman sahabat kita Ayub? Yang hidupnya tadinya ‘diatas’ lalu tiba-tiba ambruk seambruk-ambruknya … Ayub 1:11-12 “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Itu artinya meskipun benar kita berjalan dalam Jl. Penderitaan di sepanjang hidup kita, yang pegang kendali atas hidup kita … bukan penderitaan kita, bukan pula permasalahan-permasalahan yang datang … melainkan Dia.

I Korintus 10:13, Dia menjanjikan hal ini kepada kita:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Dia memperhatikan perjalanan hidup kita, Dia ikut merasakan kepedihan-kepedihan kita … kalau kita menangis saya percaya Dia pun ikut menangis bersama kita … dan yang paling penting, Dia mau turun tangan langsung – terlibat langsung – turun ke dalam gelanggang pertandingan di Jl. Penderitaan kita untuk satu tujuan: Penyelamatan hidup kita.

Ada satu video yang mau saya share kepada bp./ibu/temans semua … dan ini menggambarkan sekali apa yang Dia lakukan ketika melihat kita berjalan di Jl. Penderitaan



Bukankah itu sumber pengharapan utama kita? Alasan kita di hari ini bukan hanya sekadar meratapi perjalanan melewati Jl. Penderitaan? Bahwa kita tidak akan pernah ditinggalkan melalui Jalan itu sendirian … Dia turun menghampiri hidup kita, masuk ke dalam Jl. Penderitaan yang kita lalui itu dan menuntun kita untuk sampai di garis akhir.

Roma 5:1-5 | Berjumpa dengan Dia di suatu Jalan

berjumpa dengan yesus
Hasil pembenaran
5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
BERJUMPA DENGAN DIA DI SUATU JALAN — Suatu hari ada seorang anak muda yang datang berkunjung ke rumah pendetanya. Dia datang berkunjung dengan tujuan minta di doakan: “Pak pendeta … tolonglah saya ini didoakan pak … tolong doakan saya supaya jadi orang yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih tegar, lebih sabar … lebih dewasa secara rohani dalam menghadapi kehidupan saya pak”.

Maka pak pendeta pun mengajak anak muda itu berdoa: “Tuhan, kirimkanlah penderitaan kepada anak kami ini di pagi hari, kirimkanlah penderitaan kepadanya di siang hari, kirimkanlah … “ Sampai di situ anak muda tadi segera memotong: “bapak yang bener aja … orang saya minta supaya saya jadi orang yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih tegar, lebih sabar … lebih dewasa secara rohani dalam menghadapi kehidupan saya pak … kok malah didoain supaya menderita … bapak gimana sih?” Pendeta: “Nah itu dia masalahnya anak muda, justru melalui penderitaanlah Tuhan akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta tadi!”

Mungkin kalo kita ada di posisi anak muda itu, kita sama ‘gak ngertinya dengan dia mendengar penjelasan pendeta itu: “Emang apa susahnya sih buat Tuhan ngasih langsung aja tuh semua permintaan tadi … ‘gak perlu ada embel-embel mesti lewat jalan penderitaanlah, sengsaralah dulu? Benerkan ya … “ Akan tetapi, ada satu hal yang biasanya terlupakan … bahwa yang namanya penderitaan, sejak kita hadir ke dunia ini … sampai nanti di ujung usia kita … yang namanya penderitaan bener-bener ‘gak bisa kita hindarin.

Baca Juga: Roma 5:1-5 | Jawaban

Hari ini ada sesuatu yang mau kita renungkan bersama tentang apa kata Dia mengenai penderitaan itu? Ada sesuatu yang luar biasa yang diyakini oleh kita orang percaya ketika kita berhadapan dengan sebuah penderitaan.

Dalam Roma 5:2-3, Dia berbicara tentang satu hal yang tidak biasa. Yang biasa terjadi ketika seseorang menderita adalah: dia akan bersedih, dia akan menangis, dia akan meratapi penderitaannya … Tapi, kali ini Dia justru berkata: BERMEGAHLAH [bersukacitalah] DALAM PENDERITAAN!”

Tentu tidak semudah itu mengaminkan apa yang Dia katakan kali ini, tidak juga membantu meski kita pernah mendengar cerita bahwa ada kerang yang marah karena tubuhnya kemasukan sebuah batu kecil yang membuat dia kesakitan dan di kemudian hari ternyata Dia mengubahkan batu dalam tubuh kerang itu menjadi sebuah mutiara … Tapi yang jelas … ada sesuatu yang membuat kerang itu bertahan dalam penderitaannya dan tetap melanjutkan kehidupannya, sampai akhirnya: ‘dia bertemu dengan kemuliaan-Nya (ayat 2)’

Saya mau mengajak kita untuk bersama-sama membayangkanbahwa kita sedang berjalan menuju ke suatu tempat … Ada sebuah jalan panjang terhampar di depan kita. Dan di dekat kita terpampang sebuah gapura bertuliskan: “SELAMAT DATANG DI JL. PENDERITAAN”.

Kamu siap?” tanya Dia. “mang gak ada jalan lain nih, kenapa coba harus lewat jalan itu?” tanya kita. Lalu Dia menjawab: “Setiap jalan memiliki penderitaannya masing-masing”. Lalu kita pun memutuskan untuk berjalan memasuki jalan itu … dan benar saja, di sana-sini ada begitu banyak hal yang bisa membuat kita menderita:

- Kita berduka sangat ketika kita kehilangan seseorang yang kita kasihi
- Kita kecewa dengan hal-hal yang masih belum terpenuhi
- Kita kebingungan mikirin uang sekolahnya anak-anak
- Bahkan ada banyak orang yang kebingungan ‘uang dari mana untuk makan besok?’

Kemarin saya ketemu dengan seseorang. Malam-malam, mau ketemu dengan seorang sahabat di rumahnya … saya naik angkot, saya duduk di depan. Agak sedikit kebingungan melihat penampilan bapak pengemudi angkot di sebelah saya ini: pakaian rapi, kemeja lengan panjang, bersepatu, celana bahan … dan ada tas laptop di sampingnya. “Ini tas bapak?” tanya saya. “Iya”. “Setiap hari bawa tas ini? Memang bapak dari mana? – “Oh tadi jam 5 saya pulang kantor” [sangat terkejut] “bapak kerja di mana? Kerja di bidang apa? – “saya kerja di bidang kontraktor, di daerah rawamangun”. Saking takjubnya saya sama bapak ini, hampir-hampir saya lupa bayar tuh ongkos angkot.

Jangan-jangan … inilah yang dinamakan oleh Dia tentang Penderitaan menimbulkan ketekunan! Gimana gak tekun ni bapak: kerja apa aja dia lakuin! Gak pake gengsi-gengsian – apa yang bisa dia kerjain … hajar! Hari itu saya benar-benar belajar tentang ketekunan dalam melewati Jl. Penderitaan melalui perjumpaan dengan bapak tadi.

Masih terus berjalan di Jl. Penderitaan … tiba-tiba Dia menunjukkan sesuatu kepada kita. Sebuah buku. Good News Bible. “Alkitab berbahasa Inggris?” – Dia menyahut: “Iya baca ayat 4” – “tapi bahasa inggris saya jelek … bahasa inggrisnya belum cukup nih …” – “banyak ngeluh, gak tekun … buka atuh kamus bahasa Inggrisnya!

Good News Bible (GNB) – Romans 5:4
endurance brings God's approval, and his approval creates hope.

Alkitab TB LAI – Roma 5:4
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dalam bahasa Yunani, kata ‘tahan uji’ diterjemahkan dari kata: δοκιμή (dokime) yang artinya secara harafiah: ‘persetujuan, menyetujui, disetujui’ … dan oleh Alkitab GNB ayat 3 diterjemahkan dalam bahasa Indonesia …

Ketekunan (endurance: ketahanan) membawa persetujuan Dia, dan oleh karena hal itu disetujui oleh Dia, maka hadirlah pengharapan (kita).

Apanya yang disetujui atau mendapat persetujuan Dia? Ingat pengalaman sahabat kita Ayub? Yang hidupnya tadinya ‘diatas’ lalu tiba-tiba ambruk seambruk-ambruknya … Ayub 1:11-12 “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Itu artinya meskipun benar kita berjalan dalam Jl. Penderitaan di sepanjang hidup kita, yang pegang kendali atas hidup kita … bukan penderitaan kita, bukan pula permasalahan-permasalahan yang datang … melainkan Dia.

I Korintus 10:13, Dia menjanjikan hal ini kepada kita:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Dia memperhatikan perjalanan hidup kita, Dia ikut merasakan kepedihan-kepedihan kita … kalau kita menangis saya percaya Dia pun ikut menangis bersama kita … dan yang paling penting, Dia mau turun tangan langsung – terlibat langsung – turun ke dalam gelanggang pertandingan di Jl. Penderitaan kita untuk satu tujuan: Penyelamatan hidup kita.

Ada satu video yang mau saya share kepada bp./ibu/temans semua … dan ini menggambarkan sekali apa yang Dia lakukan ketika melihat kita berjalan di Jl. Penderitaan



Bukankah itu sumber pengharapan utama kita? Alasan kita di hari ini bukan hanya sekadar meratapi perjalanan melewati Jl. Penderitaan? Bahwa kita tidak akan pernah ditinggalkan melalui Jalan itu sendirian … Dia turun menghampiri hidup kita, masuk ke dalam Jl. Penderitaan yang kita lalui itu dan menuntun kita untuk sampai di garis akhir.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER